Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 12 Sep 2021 21:37 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Keren! Ada Pesawat Boeing 737-200 Mejeng di Tebing Pantai Nyang-nyang Bali

Sui Suadnyana
detikTravel
Pesawat di Tebing Pantai Nyang-nyang
Foto: Ada pesawat mejeng di tebing pantai Nyang-nyang (dok. Istimewa)
Badung -

Sebuah bodi pesawat Boeing 737-200 dengan kode penerbangan PK-RII mejeng di atas tebing Pantai Nyang-Nyang, Bali. Pesawat itu pun jadi atraksi wisata baru!

Pesawat itu berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Penempatan pesawat itu diinisiasi oleh pengusaha asal Rusia, Felix Demin.

"Nyang-Nyang Airplane atau Pesawat Nyang-Nyang diinisiasi oleh Felix Demin seorang pengusaha asal Rusia yang sebelumnya telah mengembangkan berbagai property di Bali," kata perwakilan pemilik lahan, Made Sukardiana dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (12/9/2021).

Made Kur mengungkapkan, ide penempatan pesawat di atas tebing Pantai Nyang-Nyang berangkat dari keprihatinan Felix Demin atas kondisi masyarakat di sekitar wilayah tersebut. Sebagian besar warga di sana menggantungkan pendapatannya dari sektor pariwisata

Karena itu, berangkat dari pengalaman Felix Demin membangun dan mengembangkan Bubble Hotel Bali yang unik, timbul ide gagasan untuk mengembangkan sebuah konsep akomodasi hyper-luxury dengan memanfaatkan badan pesawat terbang. Badan pesawat ini hampir saja dikirim ke China sebagai besi bekas.

"Tujuan yang ingin dicapainya sangat sederhana, memberikan ikon wisata baru bagi Kabupaten Badung yang sudah terkenal dengan destinasi uniknya serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Pecatu Kabupaten Badung melalui kehadiran ikon tersebut," jelas Made Kur.

Pesawat di Tebing Pantai Nyang-nyangPesawat di Tebing Pantai Nyang-nyang Foto: (dok. Istimewa)

Lewat penempatan badan pesawat terbang tersebut, Felix Demin mengembangkan wisata fotografi dan hyper-luxury akomodasi di wilayah Pantai Nyang-Nyang. Selain itu, juga dibangun sebuah restoran tanpa harga atau contribution based restaurant guna menarik minat wisatawan berkunjung ke Pantai Nyang-Nyang.

"Restoran ini dibangun dengan konsep kontribusi, dimana setiap orang dapat makan apa saja dan bayar sesukanya. Ini merupakan sebuah konsep baru yang lebih bertujuan kepada membuktikan bahwa Pantai Nyang-Nyang layak dijadikan sebagai sebuah destinasi wisata," terang pria asal Banjar Karang Boma, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali itu.

Selanjutnya

Made Kur menilai, social experiment project yang dilaksanakan oleh Felix Demin dan kelompoknya menjadi sebuah harapan di tengah kesulitan pertumbuhan pariwisata Indonesia, khususnya di Bali selama pandemi COVID-19.

Diharapkan pada saatnya, social experiment melalui pesawat Nyang-Nyang dan contribution based restaurant dapat menjadi contoh upaya membangkitkan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.

Terlebih, kawasan Pantai Nyang-Nyang yang terkenal dengan keindahannya yang alami, masih kurang mendapat perhatian dari dunia usaha. Hal itu menyebabkan nilai tambah yang dirasakan oleh masyarakat sekitar pantai Nyang-Nyang sangat terbatas.

Kondisi ini diperburuk dengan tata-guna lahan yang menempatkan kawasan ini dalam aglomerasi kawasan agronomi. Dengan begitu, wilayah itu tidak dimungkinkan untuk dilakukan pengembangan kawasan permanen tanpa melanggar aturan pemerintah. Padahal lahan di kawasan ini tergolong berkapur dan kering.



Simak Video "Begini Penampakan 'Kuburan' Pesawat di Lahan Kosong Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA