Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 27 Sep 2021 11:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Dulu Hotel Nyaris Tutup, Kini La Plage Jadi Tongkrongan Hits

Syahdan Alamsyah
detikTravel
Sukabumi -

Orang dahulu mengenal La Plage Beach Club dengan nama Hotel Cempaka. Lokasinya tepat berada di Jalan Raya Palabuhanratu - Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penginapan biasa saja yang memang kerap terlihat berada di pinggir kawasan wisata pantai.

Seiring perkembangan dan pesatnya wisata di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, kondisi Hotel Cempaka mulai tergerus. Lokasi yang konon dulunya ramai oleh tamu perlahan mulai sepi pengunjung karena terdampak pandemi COVID-19, meski sesekali masih ada tamu yang menginap di hotel tersebut.

Sekitar 2,5 bulan lalu, beberapa anak muda melirik lokasi tersebut. Dengan sentuhan kekinian mereka mulai merubah konsep sekedar hotel dan kolam renang menjadi tempat tongkrongan dengan sentuhan estetik kekinian bergaya beach club.

"Seluruh lokasi ini merupakan tangan kedua ya, pertama ini dimiliki seseorang dan dibangun pada tahun 1990, dan bangunan ini masih utuh dan hanya melakukan beberapa renovasi, seperti kolam renang dan water break dibangun di tahun 1990, alhamdulillah masih kuat dan tahan lama," kata General Manager La Plage Beach Club Sep Radi Priadika, kepada detikTravel, Minggu (26/9/2021).

La Plage Beach Club bisa jadi destinasi wisata alternatif saat kunjungi Pelabuhanratu. Beach club ini sajikan pemandangan pantai yang aestetik dan instagramble.La Plage Beach Club bisa jadi destinasi wisata alternatif saat kunjungi Pelabuhanratu. Beach club ini sajikan pemandangan pantai yang aestetik dan instagramble. Foto: Syahdan Alamsyah/Detikcom

Menurut Radi, perkembangan zaman sekarang mengandalkan pola pikir 4.0. Pesatnya teknologi dan media sosial menurutnya menjadi bekal awal energi baru yang kemudian mengambil alih yang sekedar penginapan biasa menjadi lokasi yang diburu penggila tempat nongkrong.

"Dulu mungkin konsep nya masih jadul menggunakan konsep konsep lama, buah dari COVID-19 ini kita bersama beberapa pemuda disini kami mulai mengonsep bagaimana caranya tempat yang luar bias dan ada nilai cerita sejarahnya ini dikemas sedemikian rupa agar menarik minat para wisatawan lokal maupun luar daerah bahkan luar negeri," ucap Radi.

"Bedanya dulu dan sekarang kalau dulu itu hanya hotel dan kolam renang jadi tidak ada restoran, bar dan lain sebagainya. Sebenarnya kita ini ada dua manajemen saat ini, yaitu pengelola hotel terpisah dengan pengelolaan restoran cafe bar dan lainnya. Karena hotel masih dalam tahap renovasi jadi kita unggulkan dulu restorannya, mungkin ke depannya setelah renovasi hotel selesai menajemennya akan di satukan kembali. Tapi untuk satu tahun ke depan ini akan di jadikan Beach Club," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA