Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 21 Okt 2021 14:05 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Main ke Agrowisata Tarub Grobogan, Bisa Petik Belimbing dari Pohonnya

Di Desa Tarub, Kabupaten Grobogan, ada wisata kebun belimbing yang membolehkan travelers memetik langsung dari pohonnya. Penasaran seperti apa? Intip yuks.
Foto: Andhika Prasetya
Grobogan -

Wisata petik buah jadi kegiatan yang menarik sekaligus edukatif. Kamu yang berkunjung ke daerah Grobogan, Jawa Tengah bisa mampir ke Agrowisata Desa Tarub untuk menikmati sensasi petik belimbing!

Untuk memasuki kebun ini, pengunjung tidak dikenakan biaya sepeser pun alias gratis. Begitu masuk, pengunjung bisa berkeliling di lahan seluas 1,8 hektare dan memetik belimbing segar langsung dari pohon sambil menikmati suasana khas pedesaan. Pengunjung pun telah disediakan alat berupa keranjang dan galah agar mudah memetik belimbing.

Nantinya buah belimbing terlebih dahulu harus ditimbang. Adapun harga untuk belimbing yang dipetik sendiri berkisar Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per kg. Sementara untuk belimbing yang sudah di-pack dalam keranjang seharga Rp 15 ribu per kg.

Jenis belimbing yang tersedia pun beragam, mulai dari belimbing madu, belimbing dewa, hingga belimbing Bangkok. Namun yang jadi favorit dan paling diburu yaitu belimbing Karangsari yang rasanya manis dan legit.

Setelah capek berkeliling, pengunjung dapat bersantai dengan keluarga di saung yang telah disediakan. Pengelola juga menawarkan berbagai camilan dan minuman, salah satunya rujak. Rujak buah yang terdiri dari bengkoang, pepaya, belimbing, dan timun yang segar ini cukup terjangkau. Karena untuk menikmatinya pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 10 ribu saja.

Di Desa Tarub, Kabupaten Grobogan, ada wisata kebun belimbing yang membolehkan travelers memetik langsung dari pohonnya. Penasaran seperti apa? Intip yuks.Di Desa Tarub, Kabupaten Grobogan, ada wisata kebun belimbing yang membolehkan travelers memetik langsung dari pohonnya. Penasaran seperti apa? Intip yuks. Foto: Andhika Prasetya

Pengelola kebun, Widayati mengatakan awalnya dia melihat potensi belimbing untuk dibudidayakan sekaligus dijadikan obyek wisata. Hal tersebut mendorong dirinya yang dulu berprofesi sebagai buruh serabutan untuk mulai menanam pohon belimbing hingga akhirnya membuka Agrowisata Desa Tarub di tahun 2015.

"Sebelumnya kalau di sini belum begitu ramai, kayaknya orang-orang diabaikan gitu (bingung) gimana cara jualnya. Terus dibuka untuk tempat wisata, akhirnya ramai terus tetangga pada ikut, katanya kepada tim detikcom.

"Pertama tanam 2012. Kan nunggu produksi dulu, buahnya kan dulu masih sedikit. Sementara dipasarkan dulu kalau buahnya sudah memadai baru dibuka untuk wisata. Jadi, pengunjung bisa puas metik sendiri," lanjutnya.

Untuk tingkat kunjungan wisatawan, kata Widayati, pengunjung setiap harinya ada yang berdatangan. Utamanya di hari jumat, akhir pekan, dan tanggal merah. Mereka biasanya datang dalam rombongan besar dari berbagai daerah, seperti Semarang, Pati, dan Kudus.

Apalagi menurutnya, Desa Tarub menyimpan potensi wisata yang besar, mengingat tidak jauh dari kebunnya terdapat makam Ki Ageng Tarub, dan wisata air kolam renang.

Di Desa Tarub, Kabupaten Grobogan, ada wisata kebun belimbing yang membolehkan travelers memetik langsung dari pohonnya. Penasaran seperti apa? Intip yuks.Di Desa Tarub, Kabupaten Grobogan, ada wisata kebun belimbing yang membolehkan travelers memetik langsung dari pohonnya. Penasaran seperti apa? Intip yuks. Foto: Andhika Prasetya

"Karena potensi wisata di Desa Tarub lumayan besar, ada juga ziarah Ki Ageng Tarub, wisata kebun belimbing dan wisata kolam renang jadi pengunjungnya meningkat. Kadang habis ziarah mampir ke kebun belimbing, jadi pengunjungnya cepat banget meningkat. Kalau lagi ramai banget tempat parkir kadang nggak muat," jelasnya.

Widayati mengatakan banyak belimbing yang dipetik bermacam-macam antar pengunjung. Ada yang membeli 5 kg, ada yang 1 kardus. Bahkan, ada juga yang membawa pulang hingga 1,5 kwintal belimbing.

Agar usaha agrowisata nya semakin maju dan berkembang, Widayati terus memperluas kebun. Saat ini, dia juga sudah memiliki 120 pohon jambu kristal yang berada tepat di samping wisata kebun belimbing.

Untuk mengembangkan usahanya, dia mengaku sempat mengajukan pinjaman modal ke Bank BRI. Modal tersebut digunakan untuk membuat gazebo serta warung di agrowisata miliknya.

"Pertama itu pinjam sekitar Rp 20 jutaan buat bikin gazebo satu-satu sekitar 2015. Terus ambil lagi dari BRI untuk perluas lahan, buat modal buka warung juga," tandasnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Sinergi Ultra Mikro di Bandar Lampung dan Semarang untuk memantau upaya peningkatan inklusi finansial masyarakat melalui sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM dalam Holding Ultra Mikro. Holding Ultra Mikro berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan untuk peningkatan UMKM di Tanah Air. Untuk informasi lebih lengkap, ikuti beritanya di https://sinergiultramikro.detik.com/.



Simak Video "Agen Brilink ini Mirip Banget dengan Kantor Bank Beneran!"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA