Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 22 Okt 2021 10:33 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Karawang dan Sejarah Seni Ajengnya

Sejumlah warga di Karawang ambil bagian dalam tradisi penyucian pusaka Seni Ajeng. Seperti apa prosesnya? Lihat yuk.
Penyucian pusaka Seni Ajeng Karawang (Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikcom)
Karawang -

Puluhan warga Karawang ini membawa beberapa sesajian dan suguhan makanan juga beberapa pusaka. Mereka dalam tradisi tahunan penyucian peninggalan Seni Ajeng.

Penyelenggara, Muhidin (46), mengungkapkan bahwa gelaran penyucian pusaka peninggalan buyutnya yang seorang seniman Ajeng di Karawang merupakan tradisi turun temurun setiap tahun.

"Tradisi ini bertujuan untuk melestarikan tradisi turun temurun dari generasi ke generasi Uyut Masrin yang dikenal sebagai seorang seniman Ajeng juga pejuang di Karawang pada massa Raden Adipati Singaperbangsa," kata Muhidin yang dikenal dengan Kang Muhi keturunan kedelapan Uyut Masrin di lokasi penyucian pusaka, Kampung Cilewo, Desa Cadaskertajaya, Kecamatan Telagasari Karawang, Jawa Barat, Kamis (21/10/2021).

Lanjutnya, adapun prosesi penyucian ini dengan membunyikan alat Seni Ajeng yang turun temurun diwariskan. Di antaranya bernama Goong Bende atau Goong Kecil, Goong Kempul dan Genjreng. Beberapa pusaka lain seperti keris dan semacamnya juga ikut disucikan.

"Jadi penyucian pusaka ini digelar di Makam uyut Masrin dan bukan hanya dari keturunan yang datang tapi dari masyarakat pun ikut hadir mengikuti prosesinya," katanya.

Sejumlah warga di Karawang ambil bagian dalam tradisi penyucian pusaka Seni Ajeng. Seperti apa prosesnya? Lihat yuk.Tradisi penyucian pusaka Seni Ajeng (Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikcom)

Dari pantauan detikTravel proses penyucian pusaka berlangsung kurang lebih dua jam dengan diawali pertunjukan alunan gamelan seni Ajeng yang dimainkan oleh keturunan Uyut Masrin.

Selain itu, ada sekitar 8 baskom berisikan hidangan khas dari turun temurun seperti Nasi Mogana. Bukan itu saja sesajian dan sebuah baskom berisikan air dan tujuh rupa bunga tampak menambah sakral tradisi yang digelar.

Tidak ada hanya itu, alunan musik gamelan Seni Ajeng yang dimainkan keturunannya seolah membawa penikmatnya ke masa lampau.

Berikutnya, sejarah Seni Ajeng Karawang >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kejaksaan Agung Ambil Alih Perkara Istri Omeli Suami Dituntut 1 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA