Sungai di Palembang ini dipercaya bisa sembuhkan penyakit dan tidak bisa diracuni oleh bangsa Belanda pada masa Kolonial. Intip fakta menarik lainnya.
Masyarakat Kota Palembang memiliki sebuah sungai yang sejak lama dikenal sarat dengan mitos yang dipercaya secara turun-temurun. Sungai itu bernama Sungai Tawar, aliran air yang dipercaya mampu menyembuhkan penyakit dan bahkan disebut tidak bisa diracuni.
Hingga kini keberadaannya masih menjadi bagian penting dari sejarah dan cerita spiritual warga setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sungai Tawar terletak di kawasan 27 Ilir hingga 29 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Kota Palembang. Meski tidak sebesar Sungai Musi, Sungai Tawar memiliki nilai historis dan kultural yang kuat.
Airnya berasal dari mata air alami yang terus mengalir, sehingga sejak dulu dimanfaatkan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga ritual tertentu.
Keunikan Sungai Tawar tidak lepas dari kepercayaan masyarakat yang meyakini airnya memiliki khasiat penyembuhan. Banyak warga datang untuk mengambil air sungai ini sebagai ikhtiar, baik untuk kesehatan fisik maupun batin.
Fakta-fakta Sungai Tawar di Palembang
Melansir arsip informasi detikTravel, Senin (9/2/2026), berikut fakta-fakta Sungai Tawar di Palembang:
1. Dapat Menyembuhkan Penyakit
Sungai Tawar di Kota Palembang, dikenal oleh masyarakat setempat karena alur mata airnya yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, baik medis maupun non-medis.
Banyak warga bahkan dari luar daerah datang untuk mengambil air dari mata air tersebut sebagai ikhtiar penyembuhan.
2. Legenda Kemas Abu Nawar
Salah satu tokoh yang paling dikaitkan dengan Sungai Tawar adalah Kemas Abu Nawar atau dikenal juga sebagai Kiai Abu Nawar.
Kiai Abu Nawar adalah seorang ulama yang dipandang memiliki karomah spiritual kuat di Palembang. Kisah turun-temurun menyebut bahwa saat beliau pulang dari menuntut ilmu, Kiai Abu Nawar memutuskan untuk menetap menetap di kawasan Sungai Tawar dan menyebarkan agama Islam.
Oleh karena itu, kisah Sungai Tawar tidak bisa dilepaskan dari pemuka agama tersebut.
3. Tidak Bisa Diracuni Belanda
Menurut cerita masyarakat dan sejarawan lokal, pada masa kolonial Belanda pernah dicoba untuk mencampur racun ke aliran Sungai Tawar untuk melemahkan warga.
Namun, tidak ada masyarakat yang jatuh sakit atau terpengaruh racun tersebut. Kejadian ini dipercaya terjadi karena keberkahan atau karomah ulama setempat, Kiai Kemas Abu Nawar, yang membuat air sungai tetap bersih dan tak beracun meskipun sudah dicampuri zat berbahaya.
4. Asal-usul Lembah Pengantin
Sebelum menjadi sungai, kawasan Sungai Tawar dulunya merupakan sebuah lembah dan dataran rendah yang tergenang air karena curah hujan tinggi. Dari situ, lama-kelamaan terbentuklah aliran sungai yang kini dikenal dengan nama Sungai Tawar.
Tempat itu dahulu dikenal sebagai Bukit Lembah Pengantin sebelum berubah menjadi aliran sungai pada awal abad ke-20
Hingga kini, Sungai Tawar bukan hanya sekadar aliran air, tetapi juga menjadi simbol warisan sejarah, kepercayaan, dan identitas masyarakat Palembang.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?