Tujuh Sumur Vihara Gayatri, Sumber Air Ajaib Tersembunyi di Depok, Tak Pernah Kering
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tujuh Sumur Vihara Gayatri, Sumber Air Ajaib Tersembunyi di Depok, Tak Pernah Kering

Hans Wilhem - detikTravel
Rabu, 11 Feb 2026 18:55 WIB
Tujuh Sumur Vihara Gayatri di Depok
Tujuh Sumur Vihara Gayatri di Depok (Hans Wilhem/detikcom)
Depok -

Di tengah keramaian Kota Depok, khususnya di kawasan Cilangkap, Tapos, terdapat destinasi wisata religi yang memiliki kisah menarik. Tempat ini bernama Vihara Gayatri.

Vihara ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha, tetapi juga terkenal karena "Tujuh Sumur" yang diyakini memiliki sifat mistis dan sejarah yang kaya.

detikTravel berbincang dengan pengelola senior di Vihara Gayatri, Tusijan (53) untuk mengeksplorasi sejarah tempat ini. Tusijan sudah bekerja selama kurang lebih 30 tahun di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengungkapkan bahwa kuil itu telah ada selama puluhan tahun. Menariknya, lokasi saat ini berbeda dengan lokasi asli.

"Pada 1983 atau 84 vihara itu dibangun di sini. Dulu aslinya di yang dipakai Alfamidi sekarang itu, lho. Iya, itu yang dari sini 100 meter, iya, ini pas pojokan, paling 50 meter dari sini itu. Dulu aslinya di situ, soalnya sekalian buka toko. Di sana juga masih ada meja. Ya, pindah ke sini. Pindah ke sini itu sekitar tahun 83-84 di situ. Pindah di sini begitu. Kalau namanya tetap Vihara Gayatri," ujar Tusijan di lokasi, Rabu (4/2/2026).

ADVERTISEMENT
Tujuh Sumur Vihara Gayatri di DepokTujuh Sumur Vihara Gayatri di Depok (Hans Wilhem/detikcom)

Vihara itu dimiliki secara pribadi dan tidak diawasi oleh yayasan manapun. Pendiri Vihara ini, yang akrab disapa 'Emak', kini berusia 92 tahun. Dia dianggap sebagai tokoh spiritual.

Tusijan mengatakan daya tarik utama lokasi ini adalah Tujuh Sumur, yang dibangun pada 1992 atau 1993. Tusijan menyatakan bahwa asal-usul sumur ini berasal dari wahyu ilahi yang diterima Emak setelah ia melakukan ziarah ke Goa Ciremai di Cirebon.

"Emak (pemilik vihara) ziarah ke Goa Ciremai, Cirebon. Jadi ibaratnya itu pohon cangkokan dari Cirebon, vihara tujuh sumur ini. Dia dikasih mimpi bahwa di sini ada mata air bagus, nah itulah yang bikin tujuh sumur itu Emak," kata dia.

Tujuh Sumur Vihara Gayatri di DepokTujuh Sumur Vihara Gayatri di Depok (Hans Wilhem/detikcom)

Nama-nama sumur tersebut, yakni:
1. Sumur Sri Ningsih guna menerangkan lahir batin.
2. Sri Waras guna sehat dan sentosa.
3. Sri Lungguh untuk kedudukan dan derajat.
4. Sri Kunaratih Kumadjaya untuk cari jodoh.
5. Sri Rezeki guna usaha cari rejeki.
6. Dewi Sri Mulyasari untuk pengobatan.
7. Sri Pontjo Warno guna segala Tolak malapetaka.

Nama tersebut diberikan oleh seorang tokoh spiritual bernama Suhu Syahoki dari Borobudur.

Ada fenomena menarik terkait debit air di sini. Meski musim kemarau panjang, air di Sumur Tujuh diklaim tidak pernah kering.

"Biarpun kemarau panjang, turunnya cuma sejengkal dua jengkal. Kalau musim hujan malah penuh sampai nggak kelihatan sumurnya saking melimpahnya," kata Tusijan.

Tujuh Sumur Vihara Gayatri di DepokTujuh Sumur Vihara Gayatri di Depok (Hans Wilhem/detikcom)

Mengapa angka tujuh? Tusijan menjelaskan filosofi di baliknya.

"Sumur tujuh itu ibaratnya petunjuk supaya 'tertuju' cita-citanya. Apa yang diinginkan, usahanya, biar tertuju pada sasarannya," ujar dia.

Vihara Gayatri juga menjadi simbol akulturasi budaya yang kental. Meski "tuan rumah" utamanya adalah Dewi Kwan Im, pengunjung juga bisa menemukan representasi tokoh lokal.

"Di sini tuan rumah-nya Kwan Im. Tapi ada juga Prabu Siliwangi (Raden Surya Kencana) sebagai penguasa Jawa Barat, dan lainnya," kata Tusijan.

Sumur Tujuh terbuka untuk umum lintas agama bagi siapa saja yang ingin berdoa atau melakukan ritual mandi. Waktu yang paling ramai dikunjungi biasanya adalah malam Selasa Kliwon. Selain itu, akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu juga menjadi waktu favorit pengunjung, mulai dari jam 07.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Namun, ada aturan ketat yang wajib dipatuhi. Tusijan mengingatkan pengunjung wanita.

"Kalau mandi ada aturannya, kalau lagi haid itu nggak boleh," kata Tusijan.

Bagi traveler yang ingin mencari ketenangan atau sekadar melihat sisi lain toleransi budaya di Depok, Vihara Gayatri dan Sumur Tujuh bisa menjadi destinasi yang menarik untuk disinggahi, terutama menjelang perayaan Imlek.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads