Menjelajahi Taman O, Sebuah Oase Literasi di Kawasan Cibubur
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menjelajahi Taman O, Sebuah Oase Literasi di Kawasan Cibubur

Hans Wilhem - detikTravel
Jumat, 13 Feb 2026 12:54 WIB
Taman O Jakarta
Taman O Jakarta (Hans Wilhem/detikcom)
Jakarta -

Bosan menghabiskan akhir pekan di mal? Warga Jakarta Timur, terutama yang tinggal di Cibubur, memiliki ruang terbuka hijau yang unik untuk dieksplorasi. Taman O adalah nama tempat tersebut.

Taman ini bukan taman biasa. Taman O menawarkan perpaduan menakjubkan antara area bermain anak yang berwarna-warni dan perjalanan literasi yang menampilkan struktur perpustakaan ikonik.

Terletak di Jl. SMA 99, Cibubur, Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta taman ini dinamai 'Taman O' dengan alasan khusus. Struktur pusat di taman ini, yang berfungsi sebagai perpustakaan, memiliki desain melingkar yang mengingatkan pada bentuk huruf 'O'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat tiba, detikTravel merasakan suasana yang memikat. Bangunan perpustakaan menampilkan estetika yang menarik, dengan dinding bata merah terakota yang terekspos sebagai ciri khasnya. Area bermain ramah anak dikelilingi oleh pohon-pohon rindang yang memberikan naungan yang cukup.

I Gusti Ngurah Agung, pengamanan dalam (Pamdal) yang bertugas di area tersebut, menceritakan sejarah taman itu. Ia menyatakan bahwa ide awal taman ini memang berpusat pada literasi, mirip dengan Taman Literasi yang terletak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

"Taman O sebenarnya, awalnya taman literasi ya, cuma karena sama kayak di Blok M, cuma karena ada beberapa kekurangan sedikit, jadi literasinya itu diganti Taman O, Taman O aja jadinya gitu," ujar pria 30 tahun itu kepada detikTravel di lokasi, Selasa (10/2/2026).

Meski namanya berubah, semangat literasinya tidak hilang. Fasilitas perpustakaan tetap menjadi daya tarik utama. Koleksi bukunya pun cukup beragam. Uniknya, koleksi ini tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga tumbuh dari partisipasi warga sekitar.

"Kalau buku kita banyak ya kapasitasnya. Kemarin dapat sumbangan aja dari mana-mana ya Mas, karena kan kadang masyarakat, "Pak, kita ada buku nih bekas anak sekolah apa gimana," silakan. Makanya saya bilang, iya kalau dibilang buku, banyak kapasitasnya ada," kata Agung.

Selain kontribusi dari warga setempat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, serta perpustakaan keliling yang secara rutin berkunjung, menyediakan pasokan buku yang stabil untuk wilayah tersebut.

Saat memasuki perpustakaan di lantai atas, detikTravel disambut oleh interior bergaya industri yang mencolok. Rak buku menampilkan kombinasi menawan antara besi hitam dan kayu, menciptakan lingkungan kontemporer namun ramah untuk membaca. Sinar matahari menyusup melalui celah ventilasi bata, menerangi ruangan dengan cahaya alami yang cerah.

Taman tersebut melampaui sekadar perpustakaan, menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak. Halaman luar ruangan dilengkapi dengan area bermain yang dilengkapi untuk berbagai aktivitas. Area bermain tersebut mencakup perosotan, ayunan, dan area panjat, semuanya dilengkapi dengan lantai karet berwarna-warni yang dirancang untuk memastikan keamanan bagi anak-anak kecil.

"Fasilitas kita punya ada playground untuk anak-anak ya, sudah lengkap dengan lapangan untuk bermain bolanya, iya, sama di atas ruang untuk baca dan musala. Iya, ada tempat salatnya," kata Agung.

Taman O JakartaTaman O Jakarta (Hans Wilhem/detikcom)

Taman tetap dapat diakses dan diawasi oleh petugas keamanan sepanjang waktu, meskipun jam operasional normalnya berakhir pada pukul 18.00 WIB. Bapak Agung mencatat bahwa karakteristik pengunjung berbeda secara signifikan antara hari kerja dan akhir pekan.

Pada hari kerja, khususnya dari Senin hingga Jumat, taman ini mengalami lonjakan pengunjung anak sekolah antara pukul 10.00 WIB dan 17.00 WIB. Kedekatan taman dengan sekolah SMA 99 Jakarta, telah menjadikannya tempat populer bagi siswa yang mencari tempat untuk bersantai setelah kelas.

Menurut pria yang sudah menjadi Pamdal selama 4 tahun, bagi yang mencari suasana yang ramai, akhir pekan adalah waktu yang ideal untuk berkunjung.

"Betul, cukup signifikan ya kalau untuk pengunjung perbedaannya di hari weekday dengan weekend. Karena weekday mungkin apa namanya pengunjungnya ini agak sedikitlah. Cuma kalau weekend memang membeludak karena kan kita juga ada kegiatan senam setiap pagi ibu-ibu," kata dia.

Bagi traveler yang berniat mengadakan acara di sini, ada aturan main yang harus dipatuhi. Taman O dikelola di bawah naungan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, sehingga sterilisasi dari kegiatan komersial sangat dijaga.

Agung menegaskan bahwa kegiatan yang bersifat sponsorship, promosi produk, atau berjualan tidak diperkenankan di dalam area taman.

"Kalau untuk acara kalau bersifat komersial atau sponsor dan lain sebagainya, kita tidak mengizinkan paling. Kalau hanya untuk menguntungkan perusahaan atau lain sebagainya ya, karena memang taman ini kan dibangun untuk masyarakat untuk kayak hiburan, ya, buat ruang perpustakaan. Kayak bersponsor atau lain sebagainya, atau mereka mau promosi, itu tidak diizinkan paling," kata dia.

Meskipun demikian, untuk kegiatan sosial komunitas seperti acara RT/RW atau pertemuan non-komersial, persetujuan masih dapat diperoleh melalui saluran komunikasi yang tepat dengan RT/RW setempat.

Jika traveler mencari tempat yang terjangkau untuk bersantai atau ingin mendorong anak-anak Anda untuk membaca sambil menikmati alam terbuka, Taman O Cibubur mungkin menjadi destinasi ideal untuk rencana akhir pekan Anda.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads