Bukan Kelenteng, Bangunan Serba Merah-Kuning di Jaktim Ini Masjid Tjia Khang Hoo
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bukan Kelenteng, Bangunan Serba Merah-Kuning di Jaktim Ini Masjid Tjia Khang Hoo

Hans Wilhem - detikTravel
Sabtu, 14 Feb 2026 15:15 WIB
Masjid Tjia Khang Hoo
Masjid Tjia Khang Hoo (Hans Wilhem/detikcom)
Jakarta -

Masjid Tjia Khang Hoo sekilas laiknya klenteng. Struktur megah itu dihiasi dengan warna merah cerah dan kuning keemasan, mirip dengan sebuah klenteng.

Terletak di Jakarta Timur, masjid ini menampilkan perpaduan yang menarik antara budaya Tionghoa dan Islam. detikTravel berkesempatan untuk menggali kisah di balik pendirian masjid unik ini, dengan berinteraksi langsung dengan Muhammad Wildan Hakiki, ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan cucu dari Tjia Kang Hoo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gaya Arsitektur

Wildan menjelaskan bahwa pemilihan warna merah dan kuning keemasan secara sengaja dipilih untuk menonjolkan identitas Tionghoa yang unik dari bangunan tersebut.

Masjid Tjia Khang HooMasjid Tjia Khang Hoo (Hans Wilhem/detikcom)

"Karena kalau kita lihat-lihat referensi di luar sana kan kebanyakan kalau warna merah itu identik seperti warna-warna bangunan-bangunan Cina lah gitu kan, sama perpaduan warna kuning gold itu kan emang antara dua warna itu saja yang kalau saya dan keluarga lihat sebagai referensi contoh dari bentuk warna dan bangunannya itu yang cocok sepertinya dengan hanya dua warna itu," ujar Wildan saat dihubungi detikTravel, Jumat (13/2/2026).

ADVERTISEMENT

Bagian depan masjid dan gerbangnya tanpa diragukan lagi menjadi spot foto favorit bagi jamaah. Awalnya, banyak pengunjung salah mengira bangunan ini sebagai kuil, sebelum akhirnya menyadari bahwa sebenarnya bangunan ini adalah tempat ibadah bagi umat Muslim.

Namun, yang mengejutkan adalah bahwa hiasan-hiasan indah di dalam masjid ini dibuat oleh karya anak bangsa. Wildan menekankan bahwa tidak ada bahan yang didatangkan dari luar negeri.

"Untuk material yang didatangkan dari luar negeri mungkin tidak ada ya. Sampai sejauh ini material-material yang dipakai di Masjid Tjia Kang Hoo masih berasal dari dalam negeri semua. Kalau yang bisa kita lihat mencolok itu mungkin di dalam ruangan utama masjid itu ya, itu merupakan kuningan asli. Itu kuningan asli dari kita handmade pesan dari Boyolali," kata dia.

Bingkai kaca dan berbagai hiasan dibuat secara khusus oleh para pengrajin lokal, mencerminkan arsitektur unik bangunan tersebut.

Sosok Tjia Kang Hoo

Masjid ini dinamai sesuai nama kakek Wildan, Tjia Kang Hoo. Ia adalah keturunan Tionghoa yang kemudian memeluk Islam dan mengganti nama Haji Abdul Soleh.

"Kakek saya masuk Islam tuh kebetulan karena dia nikah dengan nenek saya yang orang asli Betawi situ juga. Makanya mungkin kakek saya masuk Islam tuh untuk nikah dengan nenek saya, Hajah Rodiah," kata Wildan.

Melansir CNN, sejarah masjid ini pun sangat personal. Tanah tempat masjid berdiri dulunya adalah rumah tinggal almarhum Tjia Kang Hoo. Setelah kakek dan neneknya wafat, sang ayah Wildan, H. Budianto, berinisiatif memugar rumah peninggalan tersebut menjadi masjid.

Meski telah memeluk Islam, H. Budianto tidak ingin melupakan akar sejarah keluarga.

"Tetapi untuk bangunan dan ayah saya tuh penginnya tuh masjid berbentuk kelenteng ini kenapa karena ayah saya tuh tidak ingin melupakanlah sejarah asal-usul keluarga kita. Keluarga kita ini kan kita masih ada keturunan Tionghoa walaupun kita sudah Islam, tapi ayah saya tuh pengin tidak ingin melupakan kalau kita tuh masih ada keturunan etnis Tionghoanya," kata Wildan.

Keberadaan Masjid Tjia Khang Hoo juga menjadi simbol toleransi yang indah di lingkungannya. Wildan menceritakan bahwa di kawasan Jalan Tipar tersebut, keluarganya hidup berdampingan dengan harmonis meski berbeda keyakinan.

"Sekeliling itu tuh mayoritas kebanyakan warga Konghucu dan alhamdulillah tapi masih keluarga besar almarhum kakek saya, kayak masih ada kakaknya, adiknya, pokoknya di jalan Tipar itu masih keluarga besar lah gitu kan," ujar Wildan.

Tidak ada penolakan dari masyarakat setempat. Bahkan, kehadiran masjid ini disambut dengan gembira oleh warga non-Muslim. Halaman masjid yang luas dan indah sering menjadi tempat bermain bagi cucu-cucu warga setempat pada sore hari, membuat area tersebut menjadi lebih ramai dan hangat.

Bagi para traveler yang ingin berkunjung, Masjid Tjia Khang Hoo di Jalan H Soleh RT 002/RW 07 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, destinasi yang wajib dikunjungi. Selain beribadah, para traveler dapat melihat di ruang utama yang dihiasi dengan kaligrafi kuningan yang menakjubkan bertulisan Asmaul Husna.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Galeri Budaya Tionghoa Indonesia Resmi Dibuka"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads