Di jantung kota Depok modern, terdapat situs sejarah yang kaya akan kisah-kisah dari masa akhir Kerajaan Pajajaran. Di Desa Harjamukti, Cimanggis, tepatnya di Kampung Pedurenan, terdapat situs yang dikenal sebagai Sumur Gondang, tempat yang diam-diam menyaksikan aliran sejarah selama hampir 500 tahun.
Saat detikTravel dan detikFoto memasuki situs tersebut, kita disambut oleh gerbang hijau yang dihiasi dengan tulisan "Keramat Sumur Gondang." Suasana tenang segera menyelimuti lokasi ini, jauh dari keramaian lalu lintas. Di dalam area tersebut, terdapat kolam mata air yang jernih, dikelilingi batu-batu gelap, berdekatan dengan bangunan hijau tempat beristirahat.
Ustadz Yono (64), juru kunci, menjelaskan lokasi ini sebagai tempat pemakaman. Memang, Sumur Gondang memiliki makna spiritual yang penting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumur Gondang, Desa Harjamukti, Cimanggis, tepatnya di Kampung Pedurenan, Depok (Hans Wilhem/detikcom) |
"Jadi keramat itu petilasan, tempat petilasan, tempat yang pernah dihinggapi, yang pernah didiami oleh orang-orang pilihan Allah kayak model wali, raja. Jadi keramat, karomah. Jadi, ya karomahnya orang-orang itu gitu. Ya mungkin Allah juga menunjuk orang itu yang diam di sini ya enggak sembarangan ya. Itu orang-orang tertentulah gitu," ujarnya di lokasi kepada detikTravel, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya Sumur Gondang telah ada sejak tahun 1523 Masehi. Garis waktu menunjukkan bahwa keberadaannya muncul tepat satu tahun setelah kematian Prabu Siliwangi pada tahun 1522 M.
Sumur Gondang, Desa Harjamukti, Cimanggis, tepatnya di Kampung Pedurenan, Depok (Hans Wilhem/detikcom) |
Situs ini memiliki hubungan yang kuat dengan garis keturunan Kerajaan Pajajaran. Nama "Sumur Gondang" memiliki makna yang puitis dalam asal-usulnya. Dahulu, pohon Gondang yang misterius pernah menjulang di atas mata air ini. Meskipun pohon aslinya telah hilang, namanya tetap abadi sepanjang masa.
"Ada pohon gondang di atasnya dulu. Pohon gondang kita enggak tahu gimana pohonnya ya. Pohon gondang itu kalau menurut silsilah itu adalah melambangkan wanita agung. Ya di sini Ibu Ratu Siti Jogja. Gondang itu arti kata itu ada suatu kolam mata air yang 'nggedong' dia, yang 'nggedong' kayak 'nggondang' gitu, ada mata air bawahnya kayak sumur gitu. Jadi 'nggondang', ya Sumur Gondang gitu. Kebetulan di atas kolam itu ada pohon gondang, melambangkan wanita agung," kata Yono.
Sumur Gondang, Desa Harjamukti, Cimanggis, tepatnya di Kampung Pedurenan, Depok (Hans Wilhem/detikcom) |
Selain Ibu Ratu Siti Jogja, tempat ini juga diyakini pernah disinggahi oleh tokoh-tokoh besar lainnya seperti Mbah Raden Panji, hingga Mbah Lukman.
"Di sini ada Ibu Ratu Siti Jogja, ada Mbah Raden Panji, Mbah Raden Kumparan, Mbah Lukman. Mbah Lukman Kampung Buduran yang ada di sini. Mbah Lukman juga kayak petilasan ya gitu, tapi dia ada petilasan makamnya di makam umum. Mbah Meran Papak, banyak sahabat dan kerabatnya gitu. Sahabat dan kerabatnya kayak Pangeran Papak, Syeikh Jangkung, Aki Keling, Mbah Niku ya bukan itu kan orang itu orang-orang para wali kan gitu. Itu ceritanya," kata Yono.
Baca juga: Kisah Kampung China Tersembunyi di Bogor |
Tradisi yang Tetap Hidup
Hingga kini, Sumur Gondang bukan sekadar situs diam. Ada denyut kehidupan budaya yang rutin digelar tiga kali setahun:
β’ Bulan Sura: Acara pesta adat dengan hiburan tradisional seperti Topeng dan Jaipongan selama dua hari dua malam.
β’ Bulan Mulud: Pengajian dan peringatan Maulid Nabi.
β’ Bulan Ruwah: Selamatan menjelang bulan Ramadan.
Sumur Gondang, Desa Harjamukti, Cimanggis, tepatnya di Kampung Pedurenan, Depok (Hans Wilhem/detikcom) |
Uniknya, meski berlokasi di Depok, mayoritas peziarah justru datang dari luar kota.
"Banyakan dari luar Depok. Mungkin kalau orang lokal merasa sudah biasa, tapi orang jauh justru melihat keramatnya tempat ini. Tergantung keyakinan masing-masing," kata dia.
Meskipun telah melampaui batas usia minimum 50 tahun untuk memenuhi syarat sebagai Cagar Budaya, Sumur Gondang saat ini sedang menjalani proses administratif dengan Pemerintah Kota Depok.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah situasi terkini terkait tanah wakaf, yang saat ini sedang dalam proses peninjauan. Bagi mereka yang mencari destinasi unik yang kaya akan sejarah dan spiritualitas, Sumur Gondang menawarkan tempat peristirahatan yang tenang di tengah keramaian jalan-jalan Cimanggis.
(fem/fem)
















































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5