Empat desa di Indonesia ini bagikan THR kepada warganya menjelang Lebaran. Berhasil bikin iri, ada desa yang memberikan THR Rp 1 juta untuk satu keluarga.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah desa di Jawa Tengah ini punya cara menarik yang berhasil bikin iri. Empat desa di Provinsi Jawa Tengah memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh warganya.
Ternyata, tidak hanya perusahaan yang bisa memberikan THR kepada karyawan, sejumlah pemerintah desa juga ikut membagikan THR kepada masyarakatnya. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, empat desa di Provinsi Jawa Tengah ini berhasil bikin iri masyarakat Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tradisi ini biasanya dilakukan oleh desa yang memiliki pendapatan cukup besar, terutama dari pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun sektor wisata desa. Hasil pendapatan tersebut kemudian dibagikan kembali kepada warga sebagai bentuk kesejahteraan bersama.
4 Desa yang Bagikan THR Untuk Warganya
1. Desa Wunut, Klaten
Objek wisata Umbul Pelem Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten. (Achmad Hussein Syauqi/detikJateng) |
Warga Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah mendapat THR sebesar Rp 250 ribu per orang. Bahkan THR ini juga diberikan kepada anak-anak dan bayi yang baru lahir. THR yang berasal dari BUMDes ini disalurkan kepada 3.241 orang dengan total anggaran mencapai Rp 585 juta.
Menurut pernyataan Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistyo Setiawan, dana ini berasal dari BUMDes hasil pengelolaan wisata Umbul Pelem Waterpark yang kemudian disalurkan kepada warga Desa Wunut untuk berbagi kebahagiaan di hari raya.
2. Desa Berjo, Karanganyar
Air terjun Jumog di Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar (Brigida Emi Lilia/d'Traveler) |
Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah juga nggak mau ketinggalan. Desa ini ikut membagikan THR kepada warganya sebesar Rp 500 ribu per Kepala Keluarga (KK) dengan total dana mencapai Rp 723 juta.
THR yang dibagikan berasal dari Pendapat Asli Desa (PAD) yang berasal dari pengelolaan objek wisata yang kemudian disalurkan kepada 1.446 KK di desa tersebut.
Ya, Desa Berjo memiliki beberapa destinasi wisata yang populer di kalangan traveler. Di antaranya Air Terjun Jumog, air terjun cantik dengan suasana alam sejuk di lereng Gunung Lawu yang cocok untuk relaksasi dan foto‑foto alam, kemudian Candi Sukuh, situs candi Hindu abad ke‑15 yang unik dengan relief dan arsitektur khasnya, dan Telaga Madirda, danau alami yang dikelilingi pemandangan hijau dan bisa jadi spot camping atau rekreasi keluarga.
Selain itu, pilihan wisata lain seperti Tenggir Park dengan taman bunga, spot foto, dan wahana outdoor juga turut memperkaya pengalaman liburan di desa wisata in
3. Desa Sidowayah, Klaten
Pengunjung di Umbul Manten Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten mulai ramai, Sabtu (23/12/2023). (Achmad Hussein Syauqi/detikJateng) |
Selain Desa Wunut dan Desa Berjo, Desa Sidowayah yang terletak di Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, juga ikut membagikan THR kepada warganya.
Melansir detikjateng, pemerintah desa setempat membagikan THR berupa uang tunai sebesar Rp 150 ribu dan 5 kilogram beras untuk setiap orang. Anggaran THR sebesar Rp 550 juta ini berasal dari hasil pengelolaan pariwisata Desa Sidowayah. Total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 375 juta dan 12,5 ton beras.
Desa Sidowayah memiliki sejumlah spot wisata yang jadi magnet turis, mulai dari Umbul Kemanten, pemandian alami dengan air jernih dan nilai sejarah lokal, hingga Kampung Dolanan Sidowayah, yang menghadirkan permainan tradisional Jawa dan wahana edukatif untuk anak-anak dan keluarga.
Selain itu, terdapat D'New Siblarak, area wisata seru dengan kolam renang, outbound, camping ground, dan farm tubing, cocok untuk outing maupun liburan bersama teman.
Desa itu juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti kamar mandi, area kuliner, musholla, spot foto, dan homestay bagi pengunjung yang ingin menginap, menjadikannya destinasi wisata alam dan budaya yang lengkap.
4. Desa Sriwulan, Kendal
Wisata Air Kalikesek. (situs Arenan Kalikesek) |
Desa Sriwulan tampil paling top dengan memberikan THR kepada warganya sejumlah Rp 1 juta. Desa Sriwulan terletak di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah membagikan THR sebesar Rp 1 juta kepada ratusan KK.
Menurut laporan pemerintah desa, terdapat total 255 KK di desa itu yang sudah disalurkan THR. Sementara itu, terdapat tujuh warga yang mendapat THR Rp 500 ribu lantaran belum memiliki KK di Sriwulan.
Direktur BUMDes Sriwulan, Mukh Aminatur Rohman, berkata pendapatan kotor yang dicapai BUMDes dari pengelolaan enam unit usaha selama tahun 2025 sebesar Rp 5,90 miliar, dengan laba bersihnya Rp 1,4 miliar. Pendapatan terbanyak dari pengelolaan wisata Arenan Kalikesek.
"Pendapatan terbanyak dari pengelolaan wisata Arenan Kalikesek. Untuk pendapatan kotor yang dicapai BUMDes dari pengelolaan enam unit usaha selama tahun 2025 sebesar Rp 5,90 miliar dan laba bersihnya Rp 1,4 miliar," kata Rohman.
Simak Video "Video: Rusunawa Marunda Kini Jadi Desa Wisata, Ada Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
















































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Kibarkan Bendera Bizantium di Hagia Sophia, 2 Turis Ditangkap