Mengenal Maumbi: Surga Wisata di Minahasa Utara, dari Kuliner-Sejarah Ada

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengenal Maumbi: Surga Wisata di Minahasa Utara, dari Kuliner-Sejarah Ada

Hari Suroto - detikTravel
Jumat, 25 Sep 2026 16:37 WIB
Makam Maria Walanda Maramis
Makam Maria Walanda Maramis di Maumbi (dok. Hari Suroto/Istimewa)
Minahasa Utara -

Maumbi merupakan desa yang dikenal sebagai destinasi kuliner dan budaya di Minahasa Utara. Di sini juga ada makam pahlawan, Maria Walanda Maramis.

Desa yang berada di Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara juga terkenal dengan kuliner biapong, sehingga oleh traveler sering dijuluki sebagai desa biapong.

Biapong adalah sebutan untuk bakpao. Jika dibandingkan dengan bakpao, biapong mempunyai tekstur yang lebih padat, berukuran cukup besar daripada bakpao.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biapong lebih empuk dan isiannya yang banyak. Bipong Maumbi terkenal setelah banyak turis-turis China yang datang ke Maumbi untuk membeli biapong sebagai oleh-oleh.

Desa Maumbi dilalui Jalan Raya Manado Bitung, desa yang berbatasan dengan Kota Manado, atau desa pintu gerbang Kabupaten Minahasa Utara dari arah Kota Manado. Maumbi berasal dari nama pohon yang dulunya banyak tumbuh di desa ini.

ADVERTISEMENT

Sebagai desa budaya, Maumbi dikenal dengan sanggar kolintangnya serta memiliki tradisi sumakei yaitu makan bersama yang dilakukan secara spontan oleh masyarakat. Maumbi juga terdapat peninggalan arkeologi berupa waruga.

Waruga adalah peti kubur yang terbuat dari batu. Waruga-waruga ini dengan pola hias berbentuk manusia, hewan, tumbuhan, dan geometris diantaranya dengan makna masing-masing.

Sebagai walian adalah mereka yang berperan memimpin sebuah upacara agama atau upacara adat. Selain itu, mereka juga adalah ahli dalam bidangnya masing-masing.

Ragam hias berbentuk manusia digambarkan dengan posisi kaki kangkang, menunjukan sebagai seorang lelaki kuat atau dalam bahasa Tonsea disebut tuama keted.

Ragam hias manusia perempuan merupakan simbol dari Lingkan Wene atau sebagai dewi kesuburan. Ular hitam pemberi tanda bahaya simbol dari kewaspadaan. Burung manguni sebagai pembawa kabar baik dan buruk.

Burung pisok bermakna energik dan lincah. Tumbuhan paku, wujud dari pada lengkung ujungnya atau pucuknya, memberi makna lembut dan bersahaja, dan ragam hias geometris berbentuk bola mata burung manguni yang bermakna sigap dan cermat.

Di Maumbi juga terdapat destinasi wisata sejarah, makam pahlawan nasional Maria Walanda Maramis, terletak di Jalan Raya Manado Bitung.

Pada halaman bagian depan, berdiri sebuah monumen berbentuk segi lima. Maria mendirikan organisasi Perkumpulan Ibu Kepada Anak Temurunnya (PIKAT), memperjuangkan pendidikan kaum Perempuan serta menolak diskriminasi terhadap kaum perempuan.


--------

Artikel ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.



(wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads