Tanah Lot Bali Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tanah Lot Bali Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun

I Dewa Made Krisna Pradipta - detikTravel
Rabu, 30 Sep 2026 06:29 WIB
Wisatawan mancanegara berkunjung ke Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan, Bali, Selasa (2/6/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mendata pada periode Januari-April 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia tercatat mencapai 4,68 ju
Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan Bali. Foto: ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO
Tabanan -

Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot mulai mematangkan berbagai persiapan menghadapi periode libur akhir tahun 2026. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan yang berkunjung ke destinasi ikonik yang berada di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, tersebut.

"Kami tentu melakukan persiapan lebih awal. Mulai dari kebersihan, kenyamanan kawasan, kesiapan fasilitas, pelayanan pengunjung, keamanan, hingga koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Harapannya, ketika terjadi peningkatan kunjungan, seluruh pelayanan tetap berjalan dengan baik," ujar Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, Selasa (29/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot berada pada kisaran rata-rata 2.500 orang per hari. Manajemen memperkirakan kunjungan akan meningkat saat momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sudiana menuturkan pengelola tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan. Menurutnya, kualitas pelayanan perlu ditingkatkan agar para pelancong tetap memperoleh pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan berkesan.

ADVERTISEMENT

"Tanah Lot bukan hanya tempat untuk melihat pemandangan. Di sini ada alam, budaya, dan kehidupan spiritual masyarakat Bali yang berjalan berdampingan. Karena itu, kami ingin wisatawan mendapatkan pengalaman yang lengkap sekaligus tetap menghormati kesucian kawasan," imbuhnya.

Selama periode padat kunjungan, manajemen juga tetap memberikan ruang bagi masyarakat yang melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan, seperti bersembahyang, melukat, hingga nyegara gunung. Aktivitas wisata tetap berjalan berdampingan dengan kegiatan keagamaan dan adat di kawasan tersebut.

"Tanah Lot merupakan kawasan suci sekaligus destinasi wisata. Keduanya harus berjalan seimbang. Wisatawan bisa menikmati keindahan Tanah Lot, tetapi tetap harus menghormati aturan, adat dan aktivitas keagamaan yang berlangsung," ujar Sudiana.

---

Artikel ini sudah tayang di detikBali. Baca selengkapnya di sini



(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads