Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 28 Mar 2017 12:21 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Wah, Ada Taman Kupu-kupu di Timika

Radian Nyi Sukmasari
Redaksi Travel
Taman kupu-kupu di Timika (Radian/detikTravel)
Taman kupu-kupu di Timika (Radian/detikTravel)
Timika - Timika di jantung Papua, membuat para traveler lebih dekat dengan alam. Di sana ada taman kupu-kupu dan penangkaran hewan untuk wisata edukasi.

Kalau pergi ke Timika, Papua, dan ingin lebih dekat dengan alam, tempat ini bisa kamu kunjungi. Pusat Reklamasi dan Keanekaragaman Hayati PT Freeport Indonesia seluas 23 ribu hektar ini merupakan area endapan pasir sisa tambang (sirsat) atau tailings yang dialirkan dari Grasberg.

General Superintendent Reclamation and Biodiversity Environmental Department PT Freeport Indonesia, Roberth Sarwom mengatakan lahan tersebut terbentuk dari tahun 1980 sampai 1995. Ketebalan sirsat di lahan tersebut mencapai 7 meter.

"Di sini kita ada lahan pertanian dan perkebunan. Kita tanam sayur dan buah kemudian hasilnya kita kirim ke laboratorium. Walaupun ini ditanam di area sirsat, hasil lab menunjukkan serapan logam di sayur dan buah masih dalam batas aman sesuai rekomendasi Badan POM," kata Roberth.
Agrowisata di Timika Agrowisata di Timika (Radian/detikTravel)
Beberapa sayur yang ditanam yaitu bayam, kangkung, sawi-sawian, kol, terong, tomat, dan cabai. Sementara, buah yang ditanam di antaranya melon, buah naga, jeruk bali, mangga harum manis dan mangga golek.

Produk sayur dan buah, kata Roberth, akan digunakan sebagai bahan riset. Nah, sisanya akan dibagikan ke karyawan. Dalam sebulan, bisa dipanen sekitar 100 kg tanaman buah dan sayur. Selain perkebunan dan pertanian, ada pula budidaya ikan.

Di sini, ikan yang dibudidayakan adalah ikan mas, nila, dan udang galah air tawar. Sesekali, bibit ikan ini juga dibagikan ke masyarakat. Tak hanya itu, ada pula peternakan sapi di area ini. Lalu, apa lagi yang bisa dilihat di tempat ini?

Tenang, kamu bisa berkunjung ke taman kupu-kupu. Sebenarnya, ini tempat penangkaran kupu-kupu. Ada dua kandang di taman kupu-kupu, pastinya dengan beragam kupu-kupu yang beterbangan dan kadang hinggap di pinggir kandang. Cantik!
Kura-kura moncong babi Kura-kura moncong babi (Radian/detikTravel)
Selain kupu-kupu, ada pula penangkaran burung paruh bengkok dan kura-kura moncong babi atau labi-labi. Roberth mengatakan hewan-hewan itu sebagian besar merupakan hewan yang gagal diselundupkan lalu diamankan untuk kemudian dirawat dan dilepaskan ke habitatnya.

"Untuk burung, banyak kita tangkar itu Kakaktua Raja, Kakaktua Putih, burung paruh bengkok itu banyak. Sudah sekitar 100 burung yang kita rawat di sini. Lalu labi-labi, sudah 48 ribu yang kita lepaskan ke habitatnya dari tahun 2006 sampai 2015," kata Roberth.

Bukan hal yang mudah untuk melepaskan si labi-labi ke habitat asalnya, salah satunya di Taman Nasional Lorentz. Bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat, labi-labi itu akan diterbangkan dengan helikopter ke Kabupaten Asmat. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan speedboat dan barulah labi-labi sampai di Taman Nasional Lorentz dan dilepaskan.

Umumnya, yang datang ke tempat ini adalah rombongan anak sekolah (TK sampai SMA) atau komunitas. Pengunjung pun tidak dikenakan biaya tetapi mesti mengatur jadwal karena jalan yang dilewati merupakan jalan tambang. Sehingga, tidak bisa sembarangan untuk masuk ke jalan menuju ke sini.

Kalau kamu ingin berekreasi di sini, bisa juga lho. Sebab, ada fasilitas seperti bumi perkemahan dan sarana olahraga seperti lapangan bola, lapangan voli, dan tenis meja.
Kakaktua putihKakaktua putih (Radian/detikTravel)
(rdn/fay)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED