Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau


Selasa, 09 Mei 2017 12:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Yang Mesti Dibeli Dari Raja Ampat: Batik Motif Penyu!

Ahmad Masaul Khoiri
Redaksi Travel
Batik motif penyu khas Raja Ampat (Masaul/detikTravel)
Batik motif penyu khas Raja Ampat (Masaul/detikTravel)
Waisai - Raja Ampat tidak hanya indah di dasar lautnya saja. Mereka punya keindahan lain berupa batik khas dengan motif hewan laut seperti penyu dan ikan. Wajib dibeli nih!

Hari ulang tahun Kabupaten Raja Ampat yang bertema besar kuliner tak hanya diisi stan makanan saja lho. Pada kesempatan ini pula dipamerkan suvenir baru, yakni batik motif Raja Ampat.

Batik ini dibuat oleh Asosiasi Pembatik Raja Ampat di bawah PKK Kabupaten Raja Ampat. Menurut Kartini Mansmor (34), sekretaris asosiasi menyebut bahwa konsep dasar motif batik ini berupa gambar kekayaan alam di Raja Ampat, terutama lautnya.

"Konsepnya kan Raja Ampat sudah terkenal pariwisatanya dengan mempromosikan laut dan sudah mendunia. Maka lewat batik kami tawarkan hal baru, yakni batik khas Raja Ampat," kata Kartini yang asli Papua ini, Senin (8/5/2017) sore.

Kartini menyebut Indonesia secara umum sudah berciri khas batik. Oleh karenanya, Raja Ampat pun ingin menyalurkan kekayaan alamnya dalam bentuk kain.

 Alat cetak batik khas Raja Ampat (Masaul/detikTravel) Alat cetak batik khas Raja Ampat (Masaul/detikTravel) Foto: Ahmad Masaul Khoiri
"Motifnya itu tentang laut dan pemandangan di dalamnya. Ini batik cap dan sudah dilatih di Pekalongan," jelas dia.

Kartini menyebut persiapan pembuatan kerajinan batik sudah dimulai dari tahun lalu. Prosesnya sendiri dari Oktober 2016 lalu.

"Ada pabrik sederhananya untuk perebusan, pengecapan di sini di Gedung Wanita Kabupaten Waisai dan sebagai tempat penjualan juga," kata Kartini.

"Kami belum display dan baru di festival ini kita pamerkan," imbuh dia.

Pengenalan batik Raja Ampat sendiri sudah dari bulan Januari saat lelang perdana produk pertama. Kainnya berupa sutera dan katun dengan penjualan untuk sutra Rp 8 juta dan katun Rp 5 juta.

Kartini Mansmor dan stan batik Raja Ampat (Masaul/detikTravel)Kartini Mansmor dan stan batik Raja Ampat (Masaul/detikTravel) Foto: Ahmad Masaul Khoiri
Secara detail, ada sekitar 20 orang yang terlibat dalam kerajinan batik ini. Mereka yang bekerja tidak hanya menguasai satu bagian pembatikan saja.

"Harapannya kerajinan baru ini bisa mendunia seperti yang sudah ada dan mengangkat nama Raja Ampat. Karena kami selalu membuat batik dengan baik dan berkualitas," kata Kartini.

Bagi dia dan rekan-rekannya, belum ada kesulitan yang berarti selama proses pembatikan. Ia pun meminta semua pihak medukungnya.

"Masyarakat sini sendiri sudah ingin tahu dan banyak yang penasaran seperti apa hasilnya. Mereka sudah ingin sekali pesan. Tapi kami memang baru keluarkan barangnya saat pameran ini," pungkas dia.

Wah, sepertinya traveler perlu bersabar dulu sementara waktu, sampai batik-batik keren ini siap dijual sebagai oleh-oleh. Kita tunggu deh, kapan lagi ada batik motif penyu! (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Kata Siapa Bali Cuma Pantai?

Minggu, 28 Mei 2017 14:20 WIB

Bali tak cuma punya deretan pantai. Datanglah ke Taman Nasional Bali Barat dan naik ke atas menaranya, untuk melihat panorama indah.

Tak Mau Pulang dari Lailiang

Minggu, 28 Mei 2017 08:55 WIB

Pantai Lailiang di Sumba Barat, NTT memang sangat elok dipandang. Pantainya bersih, pasirnya putih dan benar-benar bikin tak mau pulang.