Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 04 Apr 2020 09:35 WIB

D'TRAVELERS PHOTOS

Suasana Pagi di Bandar Seri Begawan

Lena Ellitan
d'travelers
Foto 1 dari 6
Papan nama di gerbang masuk Jembatan Sungai Tamu Kianggeh.
Papan nama di gerbang masuk Jembatan Sungai Tamu Kianggeh.
detikTravel Community -

Suasana pagi di Bandar Seri Begawan sudah mulai ramai. Kendaraan pribadi maupun angkutan mulai lalu lalang. Salah satu daya tarik kota ini adalah Tamu Kianggeh.

Dari pelabuhan, saya langsung menuju Tamu Kianggeh. Ternyata Tamu Kiangeh adalah sebuah pasar tradisional yang ada di Bandar Seri Begawan. Walaupun tidak bermaksud berbelanja saya sempatkan mampir ke tempat ini dan terpesona dengan sungai kecil dan Jembatan Tamu Kianggeh yang bersih dan indah.

Dari jembatan itu kita bisa melihat perahu-perahu yang lalu lalang. Masyarakat daerah yang menuju ibu kota Brunei Darussalam masih ada yang menggunakan taksi air. Ongkosnya tergantung jauh dekatnya jarak tempuh.

Yang menarik dengan Pasar Kianggeh adalah banyak pedagang asal Indonesia. Penjual sayur mayur banyak warga Indonesia berdarah Bugis, Banjar, dan Jawa. Tamu Kianggeh sudah menjadi sentra ekonomi orang Indonesia di Brunei Darussalam.

Orang Indonesia cukup menguasai nadi ekonomi di Brunei. Beberapa angkot yang saya naiki ternyata sopirnya orang Jawa. Saya makan di beberapa warung, menu-menu yang disajikan makanan Indonesia seperti ayam penyet, soto, bakso, gado-gado, rawon, dan pecel dengan pemilik dari Lamongan, Solo, Magelang, dan Semarang.

Ketika saya ke warnet, petugasnya orang Sunda. Saat salat di masjid Sultan Omar Ali yang terkenal dengan karena berkubah emas, banyak sekali warga Indonesia. Saya coba tegur beberapa orang lelaki yang kedengarannya berbahasa Indonesia, ternyata mereka dari Madura, Bawean, dan Sulawesi.

Brunei merupakan negara di ASEAN dan tergolong kecil wilayahnya. Hanya 5.765 kilometer persegi, negara ini dihuni sekitar 470 ribu jiwa.

Sedikit masalah yang saya hadapi selama di Brunei Darussalam yaitu minimnya transportasi umum. Tidak ada kereta api, taksi pun sering menolak kalau kita ingin bepergian agak jauh dari pangkalannya.

Bagaimanapun, Brunei adalah negara yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Punya pengalaman traveling? Kirim artikelmu di Link Ini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA