Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 09 Des 2010 09:08 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Asmat dan Perahu

d'travelers
Mendayung perahu di atas sungai rawa
Mendayung perahu di atas sungai rawa
detikTravel Community -

 

Suku Asmat dan perahu memang tidak bisa dipisahkan. Perahu tradisional asmat berbahan dasar satu batang pohon utuh dan biasanya dibuat dari kayu ketapang. Konon nenek moyang mereka bisa memahat pohon besar hingga menjadi perahu hanya dalam waktu sekitar dua minggu saja.  

Setelah mengenal peralatan besi, perahu mereka buat hanya dalam waktu satu minggu saja, itu pun dilakukan oleh satu orang saja.

Pembuat Perahu dan Pelaut Handal

Kebudayaan sungai menjadi ciri khas suku Asmat.  Mereka tinggal di pinggiran sungai, antara lain di sungai Siretz, Azewetz, Teluk Flamingo, Sungai Wildeman hingga Sungai Daerum.  Dengan keadaan alam seperti itu, tentulah perahu menjadi alat transportasi utama mereka sejak zaman nenek moyang.  Ikan menjadi sumber makanan yang paling mudah mereka dapatkan, baik dengan memancing, memanah atau menombak.

Hampir setiap keluarga Suku Asmat memiliki perahu.  Dan biasanya perahu mereka buat sendiri.  Mereka bisa berhari-hari di atas perahu untuk  berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.  Untuk mencari bahan makanan, atau kayu gaharu yang beraroma wangi sebagai bahan dupa.

Begitu hebatnya menggunakan perahu, tidak sedikit orang Asmat sendirian berada di atas perahu di tengah teluk Flamingo di Laut Aru.  Pemandangan tersebut saya lihat pada perjalanan dari Agats menuju desa Senggo,  17 Oktober 2010 lalu.

Tidak hanya kaum laki-laki saja yang pandai berperahu, anak kecil dan kaum hawa pun sangat lihai menggunakan dayung untuk mengayuh perahu tradisionalnya.

Seiring dengan perkembangan zaman, Suku Asmat pun mampu beradaptasi dengan jenis kendaraan air yang modern.  Dari ketinting atau perahu tradisional bermotor tempel, long boat, hingga speed boat.  Semua kendaraan tersebut dapat mereka kuasai dengan baik.

Kebudayaan sungai Suku Asmat patut diteladani.  Dengan kondisi alam yang ekstrim, mereka mampu beradaptasi bahkan menjadi pejuang tangguh di sungai dan lautan, hanya dengan perahu-perahu kecil.

Ketangguhan suku Asmat di atas perahu menambah kuat identitas bangsa Indonesia sebagai negeri maritim yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED