Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 17 Okt 2011 14:02 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Green Canyon, Grand Canyon dari Indonesia

Ira Septiara
d'travelers
Foto 1 dari 4
detikTravel Community -

 

Karena terlalu jauh dan tidak ada dana untuk berkunjung ke Grand Canyon yang ada di Amerika sana, ahirnya saya dan Agiet memutuskan untuk berkunjung ke Green Canyon saja yang berlokasi di Ciamis. Boleh dibilang nama Green Canyon di Indonesia merupakan plesetan dari Grand Canyon yang ada di Amerika. Mungkin hal itu untuk menggambarkan bahwa kedua tempat tersebut memiliki kesamaan kontur dan sama-sama indah.

Pada ahir bulan Juni lalu, kami berkesempatan untuk menginjakan kaki ke Green Canyon. Sekitar pukul 08.30 WIB saya dan Agiet pergi menuju Ciamis. Alhamdulilah perjalanan Bandung-Ciamis lancar jaya sehingga kami dapat tiba di Pangandaran pada pukul 14.00 WIB. Di Pangandaran, kami memang sudah janjian dengan Kendil, saudara dari Agiet, yang merupakan orang Pangandaran tulen. Sesampainya di Pangandaran, kami diajak oleh Kendil menaiki perahunya dan menuju tengah laut untuk melihat batu layar (batu yang mirip dengan layar kapal). Bukan hanya diajak untuk melihat batu layar saja, di daerah dekat batu layar terdapat juga batu yang menyerupai badan buaya raksasa.

Hari menjelang sore, kami berdua pun memutuskan untuk bermalam di hotel yang berada di daerah Batu Karas saja karena pertimbangan di pantai Batu Karas suasananya lebih tenang dan nyaman. Jarak Pangandaran-Batu Karas tidak begitu jauh, hanya memerlukan waktu sekitar 45 menit saja. Sesampainya di Batu Karas kami pun makan malam, beruntung disana banyak cafe sehingga kamipun tidak kesulitan untuk mencari makan malam. Setelah perut kekenyangan, dan badan yang letih setelah perjalanan dari Bandung-Pangandaran-Batu Karas kami pun beristirahat untuk melanjutkan petualangan esok hari di Green Canyon.

Keesokan harinya, kami sengaja bangun pagi untuk melihat sunrise, bermain-main dan berjalan-jalan di pantai Batu Karas. Sekitar pukul 09.00 kami menuju Green Canyon yang letaknya tidak jauh dari Pantai Batu Karas hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit saja. Pemandangan yang menyejukan memanjakan mata kami sasampainya di dermaga (tempat dimana perahu-perahu parkir yang akan mengantarkan kami menyusuri sungai green Canyon). Satu perahu disewakan Rp75.000,00 untuk maksimal 5 orang. Tibalah saatnya untuk memulai pangarungan di sungai Green Canyon, sejauh mata memandang mata dimanjakan dengan hijaunya pepohonan dan hijau tosca aliran air sungai.

Tidak hanya menikmati pemandangannya saja, kamipun berenang sekitar 10 meter dengan menggunakan pelampung ke dalam gua (dengan membayar tip tambahan). Disana pemandangannya lebih menakjubkan. Di sisi aliran sungai terdapat gemericik air yang tiada henti menyerupai hujan deras membasahi dinding tebing dan bebatuan yang masyarakat sekitar biasa menyebutnya sebagai daerah hujan abadi. Setelah puas berenang saya dan Agiet mencoba tantangan yang disuguhi Green Canyon, yaitu loncat dari tebing. Rasa takut dan penasaran bercampur jadi satu ketika akan mulai loncat dari ketinggian tebing sekitar 4 meter, namun rasa puas dan nagih timbul saat sudah melakukan loncatan.

Itulah keseruan-keseruan kami berdua saat berwisata ke Green Canyon, akan lebih mengasyikan apabila jumlah orang yang ikut bisa lebih dari dua orang.

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA