Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 17 Okt 2011 15:21 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Serunya Malang Tempoe Doeloe

Hanah Masitah
d'travelers
Foto 1 dari 5
Sampai di Stasiun baru Malang
Sampai di Stasiun baru Malang
detikTravel Community -

Bulan Mei 2011 lalu, teman-teman saya mengajak untuk berlibur ke Malang, menghadiri even Malang Tempoe Doeloe (MTD) yang merupakan even tahunan kota Malang. Saya pun antusias dengan ajakan teman-teman itu. Maka disusunlah rencana untuk berlibur ke Malang selama dua hari satu malam. Berangkat hari Sabtu pagi dan pulang hari Minggu. Kami serombongan ada sembilan orang. Untuk mengirit biaya, kami akan menginap di rumah salah seorang teman yang berasal dari Malang. Sedangkan untuk transportasi selama berada di sana, kami menyewa sebuah mobil.

Tibalah hari liburan kami. Kami berangkat dari Surabaya dengan menumpang Kereta Api Penataran pagi, pukul 08.00 WIB. Perjalanan ini kami tempuh selama sekitar 3 jam. Sesampainya di Malang, kami semua merasa kelaparan. Akhirnya kami memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu. Sembari makan, kami menyusun rencana untuk mengunjungi tempat wisata lain, karena ternyata MTD baru mengasyikkan jika dikunjungi di malam hari.

Setelah berdiskusi, akhirnya kami memutuskan untuk pergi mengunjungi Batu Secret Zoo (BSZ) terlebih dahulu. Dari Kota Malang, perjalanan yang harus kami tempuh memakan waktu kira-kira 1 jam. BSZ adalah objek wisata baru di Kota Batu yang berkonsep kebun binatang, namun binatang yang dipamerkan tidak dikurung dalam kandang biasa seperti di kebun binatang pada umumnya. Binatang-binatang ini dibuatkan kandang yang menyerupai habitat aslinya. Selain kebun binatang, ada pula museum satwa yang konsepnya seperti museum di film Night at The Museum yang dibintangi Ben Stiller. Sangat menyenangkan berjalan mengelilingi BSZ beserta museum satwanya yang sangat luas, sehingga tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 17.00 WIB, kemudian kami pun bergegas menuju Kota Malang kembali untuk mengunjungi MTD.

1 jam perjalanan telah kami lewati. Kami pun sampai di lokasi MTD. Mobil yang kami sewa tidak bisa masuk ke lokasi karena padatnya pengunjung. Akhirnya kami pun turun dan berjalan kaki untuk menuju ke lokasi. Jalanan benar-benar padat. Untuk berjalan pun kami kesulitan dan kerap kehilangan satu sama lain. Setelah bersusah payah mencapai lokasi MTD, kami pun berinisiatif untuk membeli bando berbentuk tanduk setan yang dapat menyala agar kami tidak terpisah dan dapat melihat satu sama lain dengan lebih jelas.

Di MTD banyak stan-stan yang tersedia. Mulai makanan, minuman, pakaian, ramalan, dan banyak lainnya. Karena sangat padatnya lokasi, walaupun sudah mengenakan bando, kami tetap merasa kesulitan berjalan di kerumunan orang. Oleh karena itu kami memutuskan untuk berjalan dengan memegang pundak satu sama lain seperti dalam permainan ular naga. 9 orang perempuan yang berjalan beriringan dengan mengenakan bando tanduk setan yang dapat menyala rupanya menarik perhatian banyak orang. Banyak sekali yang memperhatikan kami, bahkan mengambil foto kami. Kami pun sebenarnya sangat ingin berfoto bersama. Namun, lokasi MTD sangat gelap dan tidak ada satu pun dari kami yang membawa kamera. Pun begitu dengan kamera handphone kami yang tidak dapat digunakan karena low bat. Malam semakin larut, jam sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB. Karena akan menumpang tinggal di rumah orang, kami pun memutuskan untuk pulang. 

Keesokan harinya, karena sangat lelah setelah sehari sebelumnya berjalan-jalan, kami pun memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana. Kami hanya mampir sebentar makan durian di pinggir jalan (karena waktu itu musim durian) dan pergi ke toko sepatu Donatelo. Setelah itu, kami langsung kembali ke Surabaya dengan mobil yang kami sewa.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA