Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 17 Okt 2011 16:43 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melalui Rp40 Ribu Sampai di Banten Selatan

Widi Ari Purnama
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pantai Sawarna
Pantai Sawarna
detikTravel Community -

Liburan itu nggak perlu mahal, dengan 40 ribu saja saya sudah bisa sampai Banten Selatan. Nggak percaya?

Jadi, pas tanggal 30 September kemarin saya bersama empat teman saya yang semuanya laki-laki pergi ke Banten Selatan. Tadinya tujuan utama kita ke Pantai Santolo, Garut tapi karena ada satu hal dan lainnya rute pun kami berubah ke Sawarna, Banten. Karena rute yang diubah ada beberapa teman perempuan saya yang nggak jadi ikut. Meskipun menjadi perempuan sendiri, namanya sudah niat liburan harus pantang mundur. lagipula mereka adalah teman dekat dan sudah kenal jadi tetap merasa aman.

Tepat pukul 17.00 WIB kita pergi dari Bandung, padahal kalau jam segitu jalan yang kita lewatin lagi macet-macetnya. Pemberhentian pertama kita pas waktu magrib di daerah Cianjur,di mesjid pinggir jalan. Awalnya kita sempat khawatir dengan cuaca yang sudah mendung dan sedikit gerimis. Tapi, karena takut kemalaman di jalan akhirnya kita lanjut terus, untungnya hujan nggak jadi turun. Pukul 21.30 WIB kita sampai di Pelabuhan Ratu, kebetulan ada penduduk lokal yang menawarkan untuk bermalam di rumahnya. Penduduk di sini memang ramah-ramah. Yah, kalau rezeki nggak akan kemana.

Paginya kita langsung melanjutkan perjalanan. Kalau untuk urusan makan kita membawa sendiri, jadi ketika bermalam di rumah penduduk lokal tinggal memasak mi yang kita bawa menggunakan kompor portable sama paravin. Karena memang niatnya mau camping otomatis peralatan camping kita lengkap. Mulai dari panci buat masak sampai piring dan sendok. Selama dalam perjalanan maupun pas sampai di destinasi kita sama sekali nggak membeli makanan untuk dikonsumsi. Paling hanya membeli air minum dan snack. Itu pun biasanya kita patungan sehingga uang kita kebanyakan habis buat beli bensin saja. Kebetulan motor yang saya tebengin jenisnya matic jadi nggak aneh kalau boros dan harus mengeluarkan uang extra di banding yang menggunakan motor biasa. Buat bensin tergantung kita menjelajah sampai mana. Kebetulan saya dan teman-teman sempat menjelajah Bayah terlebih dahulu. Uang yang saya keluarkan selama di sana kurang lebih hanya Rp40.000,00 saja. Bahkan teman saya ada yang hanya menghabiskan uang Rp30.000,00.

Jalan dari Cisolok ke Banten bentuknya berliku-liku, masih agak sepi, dan jalannya naik turun. Jadi, kita seperti mengelilingi bukit terus naik turun bukit. View sepanjang jalan juga nggak kalah bagusnya kok. Kita bisa melihat pantai dari atas bukit, perkebunan karet, tumpukan batu bara, sesekali kita juga melewati pasar ikan. Kebanyakan penduduk di daerah sini bermatapecarian nelayan. Kita juga bisa menemukan pedagang ikan dadakan di pinggir jalan.

Sebelum ke Pantai Sawarna kita menyempatkan mampir ke pantai yang berada di pinggir jalan. Meskipun namanya nggak diketahui tapi asli pantai itu cantik banget. Tumpukan karang-karang besar yang berwarna putih dan warna air lautnya yang bagus juga memberi kesan tersendiri. Kemudian kita melanjutkan ke Pulo Manuk, dinamakan seperti ini karena ada sebuah pulau yang dari jauh terlihat seperti sebuah benteng dari karang, katanya di dalamnya ada banyak burung tinggal. Seperti ada sebuah jalan yang terbuat dari tumpukan karang untuk menuju ke sana. Pulaunya terletak tidak jauh dari garis pantainya. Pasirnya yang berwana putih dan lembut terlihat benar-benar cantik. Sebagai informasi di sana masih sangat sepi.

Perjalanan ke Pantai Sawarna hanya tinggal beberapa kilometer dari Pulo Manuk. Kita harus melewati jembatan gantung yang terbuat dari kayu, jadi Pantai Sawarna itu dihalangin oleh sebuah sungai. Agak seram juga sih, jembatan kayunya kecil dan hanya cukup buat satu motor saja. Motor yang mau masuk dan keluar pantai harus bergantian. Pokonya rada mendebarkan saat melewati jembatannya. Sampai di ujung jembatan ada seorang kakek yang "narikin" uang masuk buat ke pantai. Murah ko hanya Rp2.000,00 per orang. Dari ujung jembatan kita akan melewati jalan setapak dan rumah penduduk.

Kita harus melalui padang pasir yang sangat luas. Setelah itu, baru kita bisa melihat pantainya yang indah. Garis pantainya panjang, tempatnya nggak begitu ramai, dan saya juga sempat melihat beberapa orang yang membawa papan surfing dari pantai. Buat pantai seindah ini sayang banget kalau nggak dinikmatin. Saya juga sempat melihat ada beberapa turis sedang jalan-jalan didampingi tour guide. Kita juga bisa melihat sunset dari sini. Over all, perjalanan panjang ini dibayar lunas oleh keindahan pantai ini, camping di pinggir pantai, ada api unggun, bakar ikan, dan tidur ditemani deburan ombak keindahan hidup yang tidak akan terlupakan.

Liburan itu bukan dari mahal atau nggaknya tapi dari bagaimana kita menikmati liburan tersebut. And this is my adventure that full of experience.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA