Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 18 Okt 2011 17:14 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Calonarang, Sebuah Seni Bercampur Mistis Khas Pulau Dewata

satrio rinaldi
d'travelers
Foto 1 dari 5
Barong
Barong
detikTravel Community -

Kali ini keburuntungan menghampiriku dalam lawatan ke Pulau Dewata. Suatu momen yang jarang sekali ada dan bisa kusaksikan dengan kepuasan yang lebih dari biasa.

Pekerjaan yang menuntutku untuk berpesiar ke Pulau Dewata selama satu bulan memberikan pengetahuan baru dan semangat "Aku Cinta Indonesia" yang semakin besar. Hal tersebut aku rasakan setelah menonton pertunjukan seni Calonarang.

Pekerjaan yang padat tidak membuat keinginanku untuk bertualang menikmati keindahan Indonesia padam. Walaupun harus rela untuk tidak beristirahat tapi aku percaya bahwa ini adalah suatu kesempatan yang jarang kulewati.

Calonarang, awalnya aku pun bingung ketika mendengar kata tersebut dari teman kerjaku. Amitaba, panggilan akrabnya, mengajakku untuk menyaksikan pertunjukan seni khas Bali yang sudah jarang tampil dan hanya ada di perhelatan akbar adat Bali. Amitaba, yang merupakan salah satu almamater dari Universitas Hindu Indonesia yang pada saat itu sedang melaksanakan kegiatan Dies Natalisnya akan mempertunjukan kesenian Calonarang tersebut.

Acara dimulai dari pukul 20.00 WITA yang diisi dengan tari penyambutan dan acara penutupan oleh Rektor UNHI itu sendiri. Pukul 21.00 WITA, pertunjukan Calonarang pun dimulai. Aku yang tidak tahu mengenai kesenian dan bahasanya hanya bertekad untuk menyaksikan kesenian yang jarang dilaksanakan ini.

Calonarang ini sendiri sebenarnya hanyala sebuah teatrikal yang menceritakan sejarah mengenai tokoh Calonarang pada dahulu kala. Yang menceritakan mengenai jiwa baik, yaitu Barong dan Rangda merupakan sifat jahat dalam diri manusia.

Calon Arang adalah seorang perempuan penyihir yang sangat jahat. Suatu ketika, ia menyebarkan penyakit aneh kepada rakyat Kahuripan di daerah Jawa Timur, Indonesia. Raja Kahuripan Sri Baginda Erlangga sudah mengerahkan seluruh patih dan prajurit pilihannya untuk menangkapnya, namun mereka gagal.

Dalam teatrikal tersebut, banyak hal yang membuat aku merasa tidak sia-sia menonton pertunjukan ini hingga pukul 04.00 WITA, yaitu adanya hal mistis yang dipertontonkan kepada khalayak. Setiap penari wanita selesai menari, pasti ada saja yang kesurupan. Dan, ketika adegan memandikan mayat, bahkan banyak penonton yang kesurupan.

Hingga saat acara inti di mana adegan tusuk menusuk antara Rangda dan Patih pun masih saya pertanyakan hal magis tersebut. Tusuk menusuk ini mungkin sama halnya seperti "debus" di Jawa. Namun, yang membuat saya tercengang adalah ketika pemain tersebut menarik dengan asal penonton disekitarnya untuk langsung ditusuk dengan keris hingga patah oleh pemain yang lainnya. Sungguh luar biasa dan antara percaya atau tidak. Dan, saya hanya bisa berkata, "Binggo."

BERITA TERKAIT
BACA JUGA