Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 19 Okt 2011 15:41 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Petualangan dengan Kapal Tradisional dari Lo

Foto 1 dari 2
detikTravel Community -

Berwisata bahari menggunakan perahu tradisional adalah suatu pengalaman yang tidak terlupakan. Menggunakan kapal kayu, berlayar dari Lombok, Nusa Tenggara Barat sampai ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur sambil mengunjungi tempat yang menarik dan pulau-pulau terpencil yang sangat indah seperti pulau Moyo, Satonda, Komodo, dan Rinca. Tujuan utama kami adalah Komodo atau Dragon Komodo "Varanus Komodoensis" yang merupakan jenis kadal terbesar di dunia dan hanya terdapat di Indonesia.

Berangkat dari Labuan Lombok yang berada di sebalah Timur Pulau Lombok menggunakn kapal tradisional. Kami akan mengarungi Laut Flores selama 4 hari, 3 malam. Berangkat dari Labuan Lombok sekitar pukul 14.00 WITA menuju Gili Bola yang di tempuh sekitar 2-3 jam pelayaran. Kita bisa bersenorkeling atau sekadar menceburkan diri ke laut tapi sayang, saat kita tiba hari sudah sore dan cuma tinggal di perahu sambil menugggu santap malam. Malam itu kami menghabiskan waktu dengan bermain kartu dengan kru dan penumpang lainnya.

Keesokan harinya setelah sarapan, kita berlayar ke Pulau Moyo, salah satu pulau yang pernah di kunjungi oleh Lady Diana. Tiba di Pulau Moyo kita langsung mandi sambil berenang sejenak serta menikmati keindahan bawah laut Pulau Moyo dan selanjutnya jalan-jalan di sekitar pulau dan mengunjungi air terjun yang ada di pulau tersebut.  Selama kurang lebih 2 jam kami berada di pulau tersebut dan kembali berlayar menuju Pulau Satonda. Tiba di Satonda kami mengunjungi sebuah danau yang berada di pulau tersebut dan kembali ke  bibir pantai untuk bersantai dan snorkeling menikmati keindahan bawah laut dengan terumbu karang dan jenis ikan warni-warni yang begitu indah.

Kembali ke Parahu dan selanjutnya menuju ke Gili Laba yang terletak di  bagian Utara Pulau Komodo. Iseng-iseng bertanya ke Kapten Kapal, persinggahan selanjutnya di pulau mana untuk melepas jangkar dan menginap. Wow, saya agak terkejut mendengar jawaban sang Kapten, "Sepanjang malam kita akan berlayar menuju Gili Laba dan akan di tempuh selama kurang lebih 15 jam."

Setelah berlayar selama 15 jam dan pagi harinya tiba di Pulau Gili Laba. Badan terasa letih dan saya memutuskan untuk tinggal di kapal dan tidak turun untuk berenang atau snorkeling, melanjuktan pelayaran ke Pulau Komodo. Tiba di Pulau Komodo kami langsung menuju tempat Ranger atau petugas Jagawana dan mendengarkan penjelasan tentang rute yang akan kami lalui. Tidak lama berjalan kaki untuk melihat habitat asli Komodo, dan akhirnya kami pun bisa melihat komodo dewasa yang memiliki panjang kurang lebih 2,5 m yang sedang berjemur di bawah pohon.

Komodo merupkan hewan pemangsa atau predator yang berdarah dingin dan kecepatan berlarinya bisa sampai 20 km per jam. Komodo biasanya memakan hewan yang ada di kawasan tersebut seperti rusa, babi hutan, kera, dan berbagai jenis burung. Komodo terkenal dengan liurnya yang mengandung sekitar 50 jenis Bakteri. Komodo merupakan predator yang independent, mereka tidak hidup secara berkelompok dan mereka akan ada pada saat makan atau buffet, jika salah satu Komodo sudah mendapatkan mangsanya.

Setelah berkeliling di Pulau Komodo, kami pun berlayar ke Pantai Merah, dinamakan Pantai Merah karena pasirnya yang berwarna agak kemerahan.

Hari berikutnya berlayar menuju Pulau Rinca yang merupakan salah satu habitat komodo, habitat komodo di Pulau Nusa Tenggara Timur atau lebih di kenal dengan nama Pulau Flores atau Nusa Bunga dari kata portugis yang berarti Bunga.  Setelah keliling Pulau Rinca kembali berlayar menuju Labuan Bajo yang merupakan tujuan akhir pelayaran ini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA