Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 21 Okt 2011 13:03 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Satu Hari Liburan ke Pasir Putih Anyer

Gilly HandaYani
d'travelers
Foto 1 dari 3
detikTravel Community -

Minggu kemarin, tanggal 16 Oktober 2011 aku berlibur bersama teman-teman kantorku yang dulu ke Anyer. Tempat janjiannya adalah di halte busway Pasar Genjing, Pramuka. berhubung rumah saya di Depok dan rombongan berangkat pukul 07.00 WIB jadi saya ke tempat janjian membawa motor yang nantinya saya titipkan di kostan teman yang berada di dekat Pasar Genjing. 

Setelah kami (aku, Embak Retty, Embak Peni beserta anaknya, Lia, Tri, Yanti, Embak Titi, dan sang supir) berkumpul semua berangkatlah kami menuju Anyer lewat Tol Tangerang. Tiba di lokasi Pasir Putih Anyer sekitar pukul 10.30 WIB karena kami sempat ke Tangerang dahulu untuk menjemput Tri dan Yanti di sana.

Sesampainya di Anyer kami menurunkan semua barang-barang dan langsung menuju pinggir pantai. Ternyata tikar yang kami bawa tidak berguna karena di sana ada penyewaan pondok untuk berteduh berupa bale-bale yang disewa sudah plus dengan alas tikarnya.

Tak sabar karena pantai yang sudah memanggil-manggil aku pun langsung meluncur ke pantai, menyentuh, dan bersalaman dengan air laut. Kami berfoto-foto narsis di setiap sudut pantai, sampai rela jalan jauh untuk mencapai bebatuan dan berfoto-foto. Maklum yang pergi adalah kami kaum hawa yang eksis akan dunia fotografi (lebih tepatnya model untuk di foto). Setelah puas foto-foto kami langsung mengganti pakaian di ruang ganti yang sudah disiapkan di pinggiran pantai, sekali masuk Rp2.000,00 per orang.

Setelah berganti pakaian kami sudah siap untuk basah-basahan bermain air laut. Dan, yang tak terlewatkan oleh kami adalah banana boat. Setelah nego harga dengan orang-orang yang menyewakan banana boat akhirnya disepakati sekali main (3 putaran) Rp150.000,00. Aku yang gak bisa berenang awalnya ragu tapi penasaran untuk mencobanya, karena terpengaruh oleh rayuan Embak Retty akhirnya aku pun memberanikan diri ikut main banana boat bersama mereka. Jadilah Lia duduk paling depan, kemudian Embak Retty, Yanti, aku, Tri, dan Embak Titi naik banana boat. Aku request kepada nakhoda banana boat untuk tidak di jatuhkan ke laut karena aku takut tenggelam. Tapi, apalah daya ternyata dijatuhkan juga, alhasil aku panik banyak air yang masuk ke hidung dan kupingku, rasanya asin, dan aku merasakan seperti akan tenggelam. Namun, eketika aku mencoba menapakkan kaki ke dasar, ternyata aku bisa berdiri. Ternyata abang banana boatnya baik, menjatuhkan kami di dekat pinggiran pantainya saja, untung nggak di tengah pantai bisa-bisa pingsan aku di sana. Sampai di daratan aku langsung mencari air minum untuk menghilangkan pengeng di telinga karena kemasukan air laut yang asin.

Ternyata seru juga main banana boat dengan catatan nggak pakai dijatuhin meskipun kata orang-orang nggak seru kalau nggak pakai jatuh. Sayangnya nggak ada yang mengabadikan momen saat menaiki banana boat. Setelah main banana aku mengubur diri di pasir putih, hanya setengah badan saja yang terkubur tapi seru lho sebagian tubuhku hilang.

Karena matahari sudah di ubun-ubun dan perut keroncongan kami pun berteduh dan makan siang dengan masakan mi ayam dan bakso sesuai selera. Murah lho harganya hanya Rp6.000,00 seporsi, padahal aku kira bisa sampai Rp10.000,00-an.

Saat matahari sedikit bersahabat kami pun kembali ke pantai bermain-main dengan ombak, mencoba berselancar menggunakan pelampung yang kami sewa sepuasnya hanya Rp10.000,00 saja. Aku diajari Embak Titi caranya berselancar ternyata asik juga meski kadang air laut masuk ke telinga. Kemudian bermain pasir dengan si kecil Nisa--anaknya Ibu Penny.

Berhubung hari sudah sore kami pun mandi untuk bersih-bersih badan karena rambut penuh dengan butiran-butiran pasir. Di sana banyak pemandian umum, jadi nggak apa-apa jika mau berlama-lama tarifnya hanya Rp2.000,00 sekali mandi.

Setelah bersih dan wangi, sebelum pulang kamipun masih sempat berfoto-foto, tadinya mau menunggu sampai sunset tapi berhubung kami membawa Nisa yang masih kecil, dia sudah kecapekan bermain di pantai, dan besok pun harus kembali bekerja menjalani rutinitas akhirnya jam 4 sore kami sudah meluncur kembali ke Jakarta. Kemudian kami makan malam di pinggiran jalan yang ada berada di daerah Tangerang. Dan, aku sampai kembali di Depok sektar pukul 21.30 WIB.

Cukup melelahkan tapi seru, liburan itu memang harus serus!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA