Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 20 Okt 2011 22:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Taman Satwa Cikembulan yang Tersembunyi

NORMA YUNITA
d'travelers
Foto 1 dari 5
Jembatan penghubung antara Lokasi Satwa dengan pintu masuk
Jembatan penghubung antara Lokasi Satwa dengan pintu masuk
detikTravel Community -

Awalnya saya bersama kedua teman kantor pergi berlibur untuk pertama kalinya, dan tujuan awal kami adalah ke Taman Satwa Cikembulan. Untuk samapi di sana kami awalnya berangkat dari Cikarang naik bus jurusan Garut dari terminal Bekasi. Sesampainya di Garut kami langsung menuju ke lokasi, yaitu Taman Satwa Cikembulan.

Berwisata di Taman Satwa Cikembulan, Kadungora, garut merupakan taman satwa yang berada di desa kecil yang tak banyak orang luar ketahui. Tujuan dibuatnya tempat wisata ini adalah untuk mewujudkan masyarakat desa wisata secara terpadu dengan objek wisata Situ Cangkuang. Di sini, selain dapat menyaksikan 159 satwa dengan 40 spesies, wisatawan juga bisa menikmati beragam produk kuliner, sarana bermalam bahkan pendopo untuk pertemuan berkapasitas 100 orang.

Sarana wisata bersuasana alami tersebut menghadap langsung ke Gunung Haruman, lokasi lepas landas para penerbang olahraga paragliding, sehingga panorama alamnya bisa disaksikan dari taman satwa tersebut. Taman itu rencananya diresmikan pada bulan Oktober, tetapi uji coba operasionalnya telah dilaksanakan, dengan harga karcis masuk Rp7.000,00 bagi pengunjung dewasa dan Rp5.000,00 bagi anak-anak. Namun, saat kami ke sana harganya sudah naik menjadi Rp12.000 untuk dewasa.

Obyek wisata milik pengusaha swasta yang bernilai sekitar Rp5 miliar tersebut, dihuni kelompok mamalia, antara lain beruang, rusa, babi hutan, reptilia seperti buaya, aves, yakni burung yang juga termasuk burung garuda serta kelompok primata (kera), bahkan dalam waktu dekat akan didatangkan harimau Sumatera.

Suasana di taman satwa ini sangat menyejukkan karena dikelilingi oleh hijaunya hamparan persawahan penduduk sekitar. kami benar-benar menikamati setiap hembusan angin yang menerpa kami, secara di Cikarang sudah tidak dapat di temukan persawahan karena sudah tergantikan dengan padatnya perindustrian dan perumahan.

Bagi teman-teman yang ingin menghilang dari rutinitas kerja yang monoton dan menginginkan suasana yang berbeda bisa datang kemari untuk Liburan sejenak.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA