Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 21 Okt 2011 11:03 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Jalan-Jalan Singkat ke Kuala Lumpur-Part 2

Fransisca Widi
d'travelers
Petronas Tower
Petronas Tower
detikTravel Community -

Hari kedua perjalanan singkat kami di Kuala Lumpur

Keesokan harinya, kami bangun pagi-pagi karena mau one day trip ke Genting. Kami sudah membeli tiket PP KL Central–Genting, kemarin. Tiketnya lupa berapa harganya, pokoknya tiket bus dan skyway return. Pukul 10.00 wakyu setempat kami berangkat dari KL Central menuju Genting Highland yang terletak diluar kota KL. Perjalanannya mirip ke puncak, Cuma bedanya nggak macet dan jalannya lebar.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Skyway, sebuah kereta gantung yang menghubungkan Skyway Station ke Genting Resort di puncak bukit. Perjalanan menggunakan Skyway ini memakan waktu hanya 15 menit di atas ketinggian sekitar 40 m. Awalnya rada ngeri, tetapi lama-lama asyik juga.

Sampai di Genting, kami langsung bermain-main di Genting Indoor Theme Park. Kami nggak main di outdoor-nya karena kami ke sini kan backpackeran dengan budget yang terbatas. Jadi, harus mikir dua kali buat beli tiket outdoor yang seharga kurang lebih Rp180.000,00-an itu. Lagipula wahana-wahananya mirip Dufan atau Trans Studio. Jadi, kami pikir mendingan duitnya disimpat buat beli oleh-oleh.

Pulang dari Genting pukul 16.00 waktu setempat, kami langsung menuju Petaling Market di kawasan China Town. Naik monorail dari KL Central kemudian turun di Maharajalela Station. Dari situ kami jalan kaki bergerimis ria sejauh kurang lebih 1 km. Petaling merupakan flea market sentra oleh-oleh yang di malam hari penuh sesak oleh pedagang kaki lima. Di sini banyak ragam souvenir untuk oleh-oleh. Mulai dari gantungan kunci, tempelan kulkas, pajangan, kaos, hingga parfum, dan jam tangan imitasi. Barang-barang fashion pun banyak dijual di sini, seperti tas, dompet, ikat pinggang, dan beberapa toko baju. Namun, sebagian besar kios menawarkan pernak-pernik souvenir dengan harga yang bersaing. Trik untuk berbelanja oleh-oleh murah di sini adalah dengan ngotot nawar dengan patokan 1/3 harga aslinya. Rata-rata harga barang-barang disini bisa ditawar sampai setengahnya.

Sebagai contoh, kami dapat gantungan dinding bergambar Petronas hanya dengan RM 5 (15.000 saja, sedangkan harga gantungan seperti itu di Thailand harganya bisa mencapai 30–45ribu, jauh lebih mahal). Kemudian harga kaos paling murah bisa kami dapat di harga RM 6 saja untuk ukuran anak-anak, kalau dewasa sekitar RM 10. Gantungan kunci sama rata di semua kios seharga RM 5 untuk 1 set isi 5 pcs. Pokoknya malam itu kami berbelanja sampai jam 11 malam.

Hari ketiga perjalanan singkat kami di Kuala Lumpur

Keesokan harinya–hari terakhir di KL–kami check out jam 11 siang. Langsung menuju KL Central dan menitipkan koper dan backpack kami di locker penitipan barang dengan membayar RM 20 per locker dengan kapasitas kira-kira dua kali ukuran badan saya. Tiga koper teman dan satu backpack saya pun masuk dengan sempurna kedalam locker tersebut. Kenapa kami menitipkan barang-barang kami di sana? Karena kami masih mau menghabiskan sisa waktu kami di KL dengan jalan-jalan.

Kami pun memutuskan untuk ke Pasar Seni atau Central Market. Dengan LRT (kereta listrik) seharga RM 1, kami pun sampai di LRT Station Pasar Seni dalam waktu 10 menit saja. Dari station kami jalan kaki menuju Jln. Hang Kasturi atau yang lebih dikenal dengan nama Kasturi Walk. Di sepanjang jalan ini banyak kios-kios souvenir dan restoran di sisi kanan jalan. Di sebelah kiri Kasturi Walk inilah Central Market berdiri. Dengan bangunan Art-Deconya yang kokoh. Di Kasturi Walk ini kami mampir di sebuah rumah makan Arab yang bernama "Retoran Yusoof". Kami makan nasi kandar, nasi briyani, dan roti naan plus Kari. Tak lupa Es teh tarik khas Malaysia pun melengkapi makan siang spesial kami. Selama 3 hari di KL, baru siang itu saya makan lahap sekali. Ya, makanan di restoran Babah Yusoof ini memang juara rasanya! Recommended banget deh! Jangan lupa mampir ke resto ini jika jalan-jalan di Kasturi Walk.

Selesai makan kami pun mengeksplore bagian dalam Central Market. Bangunan 3 lantai yang dipenuhi toko-toko souvenir, aksesoris, baju, serta kerajinan tangan ini cukup nyaman dan bersih untuk diubek-ubek. Di Central Market kami mendapat oleh-oleh khas KL, Coklat Beryl, dengan harga miring. Teman saya, Khristina, tak tanggung-tanggung membeli 1 dus coklat untuk oleh-oleh. Namun, kami tak bisa berlama-lama di sini karena jam 5 kami sudah harus tiba di Airport. Kami pun menghabiskan sisa waktu di Central Market dengan foto-foto.

Ada kejadian lucu dan konyol saat kami tiba di LCCT Airport. Akibat keasyikan foto-foto dan bercanda, tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 6 sore dan kami belum juga masuk boarding lounge. Padahal pesawat take off jam 7. Akhirnya kami berempat pun buru-buru lari ke boarding lounge. Namun, kami terlebih dahulu melewati mesin detector, di mana kami diharuskan meletakkan barang-barang kami termasuk jam tangan dan telepon genggam ke dalam mesin x-ray dengan "ban berjalannya" itu.

Nah, teman-teman saya ini, Khristina, Rebecca, dan Ken, mereka iseng membawa galon air kosong ke Indonesia. Katanya buat kenang-kenangan! Namun, apa yang terjadi? Saat tiga galon itu di dimasukkan ke dalam mesin x-ray, "ban berjalan" pada mesin itu tidak mau bergerak. Sehingga si galon-galon ini dengan antengnya diam di dalam mesin, nggak mau maju. Konyol nya, teman saya si Khristina, mungkin karena sudah tidak sabar atau juga karena kecintaannya pada galon air, nekat menerobos masuk mesin x-ray untuk menarik galon tercintanya. Kontan para petugas custom bandara Malaysia yang notabene tampangnya serem-serem itu, langsung pada teriak, "Hey! Pendek umur kau masuk ke situ!". Sumpah malu benar kami. Tutup muka aja deh sama kelakuan konyol salah satu teman kami tersebut.

Singkat kata si galon akhirnya lolos dan boleh masuk ke kabin. Kami berempat pun akhirnya berlari-lari menuju gate keberangkatan, bak adegan di film-film, mengingat waktu tinggal 15 menit lagi. Kami pun pulang ke Indonesia dengan tawa tiada henti sepanjang penerbangan.

What a great holiday! Sampai ketemu di cerita perjalanan saya selanjutnya ya!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA