Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 24 Okt 2011 10:42 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Backpacking Karimun Jawa, Keinginan dan Kenyataan yang Tak Seimbang

Zahra Fadhila
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pulau di Jepara
Pulau di Jepara
detikTravel Community - 25 Juni 2011, the journey of an unexperienced backpacker begun. Dengan berbekal tiket berdiri kereta ekonomi Matarmaja tujuan Jakarta-Malang, saya dan ke-4 teman siap memulai backpacking ke Karimun Jawa dengan rute Jakarta-Semarang-Jepara-Karimun Jawa.

Sebenarnya bakcpacking itu enak banget. Selain murah, juga bisa mempererat suatu hubungan pertemanan karena kita harus bekerja sama supaya liburannya jadi menyenangkan. Bagi kalian yang merencakanan backpacking, sebaiknya kalian tidak hanya menyiapkan satu rencana. Kenyataannya tidak seindah harapan, saya akan menceritakan pengalaman backpacking waktu ke Karimun Jawa. Bagaimana terkadang harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

Keinginan pertama, untuk memulai kami mendapatkan tiket duduk selama perjalanan Jakarta-Semarang.Tapi kenyataannya, oh god! We got non-seat ticket! Sebenarnya kalau nggak ada pedagang yang lalu lalang, berdiri pun tak jadi masalah. Masalahnya di sini adalah banyak pedagang yang seliweran ke sana dan kemari, mulai dari jananan makanan ringan sampai mukena, selain itu high season juga bisa menjadi pengacau perkiraan tiket. Kalau lagi high season gitu, jangan harap bisa mendapatkan tiket duduk, dapat tiket saja sudah alhamdulillah. Tapi, tenang aja kalau kita supel, Insya Allah akan ada orang berhati nurani yang menawarkan duduk. Seperti yang kita alami.

Keinginan kedua, di dalam kereta tidak terkena panas. Tapi kenyataannya, nol besar, panasnya ampun-ampunan. Wajar sih, karena kebetulan penumpangnya juga cukup penuh dan kita berdiri, jadi kita merasa panas dan capek. But, it's okay, yang penting seru!

Keinginan ketiga, kita pasti bisa naik angkutan sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Tapi kenyataannya, inilah kebiasaan orang Indonesia yang sudah mendarah daging, yaitu ngaret. Walaupun, kita sudah menyepakati akan naik bus dari Semarang ke Jepara pukul 07.00 WIB, tetap saja kita telat gara-gara baru pada bangun pukul 05.30 WIB. Akhirnya kita harus nyarter angkot untuk mengantar ke terminal dengan biaya Rp40.000,00.

Gara-gara telat itulah, kita jadi ketinggalan Ferry yang hanya datang dua hari sekali. Untungnya ada speedboat yang juga berangkat dua hari sekali (selang-seling sama Ferry), walaupun harga kelas bisnisnya hampir tiga kali lipat tiket kelas ekonomi Ferry. Gara-gara itu juga, rencana di Karimun Jawa empat hari tiga malam, berubah menjadi tiga hari dua malam.

Keinginan keempat, pengeluaran nggak akan melebihi target. Tapi kenyataannya, "a big no, to bring money as much as, what you have planned!" Kita nggak akan tahu apa yang terjadi selama perjalanan. Believe me! Sebagai contoh, karena kita ketinggalan Ferry, kita harus menyewa homestay di Jepara. Selain itu, supaya nggak terlalu rugi waktu, kita mengunjungi sebuah pulau di Karimun Jawa yang untuk sampai di sana membutuhkan biaya. Lalu, keinginan untuk makan sea food terkadang tidak terbendung. Tahu kan see food harganya berapa? Kirain murah, ternyata mahal. Biaya tiket kapal yang tadinya hanya Rp37.000,00 (tiket Ferry) malah jadi Rp90.000,00 (speedboat).

Keinginan kelima, saya mau kok naik kapal, saya nggak akan mabuk laut. Tapi kenyataannya, Antara kapal besar dan kecil itu beda ya. Speedboat itu tergolong kapal kecil, makanya energi ombak (yang kebetulan saat itu lagi ganas) sangat terasa dari dalam kapal. Terus kecepatan speedboat yang lebih kencang dari pada Ferry juga menambah risiko mual. Jadi, siapkan kantong plastik!

Keinginan keenam, harga-harga pasti sama dengan yang ada di-google. Tapi kenyataannya, nggak semua yang ada di internet itu benar atau up to date. Itu dia yang juga jadi alasan jangan bawa uang pas-pasan, walaupun niat kita bakcpacking. Bisa jadi harga yang udah di-google sebelumnya itu udah out of date, jadi ada perbedaan dengan kenyataan. Contohnya, saya sudah googling biaya sewa kapal adalah Rp250.000,00 sehari, tapi faktanya malah Rp250.000,00 per hari. Belum lagi biaya sewa alat snorkeling. FYI, sekarang di tiap pulau Karimun Jawa ada yang jaga. Jadi, setiap yang datang harus memberi "uang penjagaan" kepada si Penjaga itu. Yah ambil positifnya saja, pulaunya jadi selalu tampak bersih dan asri, walau banyak wisatawan.

Selain itu, tour guide saya ternyata memberikan service makan siang memakai ikan bakar yang masih segar dari laut. Kirain gratis ya, ternyata bayar. "There are a lot of things that you don't think will occur. So, prepare for the worst!"

Keinginan ketujuh, keluarga akan baik-baik saja asaat melakukan travelling. Tapi kenyatannya, yang namanya kematian sangat tidak bisa terduga. Begitu juga yang dialami teman saya. Lagi di tengah lautan, tiba-tiba dia ditelepon ibunya yang mengabarkan bahwa kakeknya meninggal dunia. Kaget lah temen saya itu karena selama ini dia memang dirawat oleh kakek dan neneknya. Akhirnya dia langsung balik ke Medan saat itu juga. "Death is the surest thing of all".

Hal tidak terduga semacam ini juga menjadi salah satu alasan kenapa kita nggak boleh membawa uang pas-pasan. Karena temen saya langsung pulang, otomatis patungan kita jadi lebih mahal karena berkurang seorang.

Keinginan kedelapan, There's always a place to pray. Tapi kenyatannya, the reality talks differently. There's almost no place to pray (dont have to be a mosque) in every Island! Sebagai orang yang beragama, saya harus selalu menjalankan perintah Tuhan. Tapi, lingkungan sangat tidak mendukung. Seperti, nggak ada tempat shalat di sana. Kalau pun ada, saya nggak membawa baju ganti. Masa harus menghadap Tuhan dengan baju basah dan transparan? So, saran saran adalah kalian harus selalu membawa baju ganti dan peralatan solat. Jangan terpengaruh sama teman. Jadi, kalau teman kalian nggak shalat, kalian nggak shalat juga? Jangan sampai hal seperti ini terjadi.

Keinginan kesembilan, saya pasti tetap bisa diet. Tapi kenyatannya, makanan dari daerah tertentu juga punya citarasa tertentu yang unik dan enak? Walaupun kalian sudah memprogram pikiran sedemikian rupa untuk tidak kalap, kadang-kadang fakta berkata lain.

Keinginan kesepuluh, angkutan akan berangkat sesuai jadwal. Tapi kenyataannya, inilah wajah yang 'Indonesia banget', ngaret. Jangan berharap transportasi Indonesia akan selalu berangkat tepat waktu. Seperti yang saya alami ini. Ferry dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB dan sampai Jepara pukul 15.00 WIB, jadi kita bisa sampai Semarang pukul 17.00 WIB. Karena kita sudah beli tiket tujuan Semarang-Jakarta yang berangkat pukul 18.30 WIB. Faktanya, karena terjadi sedikit kerusuhan, Ferry baru bisa berlayar pukul 10.30 WIB dan sampai Jepara pukul 16.30 WIB. Bus yang seharusnya membawa kita ke Semarang tidak tersedia di terminal sehingga kita harus jalan kaki ke alun-alun Kota Jepara untuk mencari bus. Alhasil kita baru dapet bus pukul 17.00 WIB ya tepatnya lebih lah. Bus yang kita naikin juga penuh banget.

Selain itu, ternya busnya hanya sampai Demak dan kita harus ngeteng bus yang ke Semarang. Sanmpai di Demak pukul 18.30 WIB dan sampai Semarang pukul 19.30 WIB, sedangkan kereta berangkat pukul 18.30 WIB. Jangan harap beli tiket kereta on the spot di high season karena pasti nggak akan dapat. Jangan juga beli tiket bus dari calo di terminal yang nggak jelas! Be careful of people like that!

Itulah sedikit keinginan dan faktanya dalam berwisata (nggak cuma backpacking). Intinya adalah kita harus menyiapkan tidak hanya rencana A kalau bisa sampai rencana Z. Pada akhirnya, saya mendapatkan hikmah dari ketinggalan kereta itu. Gara-gara ketinggalan kereta, saya dan teman-teman nggak perlu ngeteng-ngeteng angkot lagi karena sudah dapat tebengan. Gara-gara ketinggalan kereta, saya tidak mengeluarkan sepeser uang pun hari itu. Gara-gara ketinggalan kereta, saya jadi sempat silaturahmi ke rumah saudara-saudara yang ada di Semarang. Gara-gara ketinggalan kereta, saya mendapat beberapa oleh-oleh gratis (soalnya di Karimun Jawa nggak sempat beli oleh-oleh buat orang rumah). Gara-gara ketinggalan kereta, saya pulang ke Jakarta naik bus kelas super eksekutif gratis (dibayarin sama saudara). 

And, one thing for sure, Kamrimun Jawa Island is oh so damn dangerously beautiful! Seakan semua kelelahan dalam perjalanan terbayarkan! Orang-orang di sana sangat ramah dan percaya satu sama lain. Bayangkan, mereka berani meninggalkan motor dalam keadaan menyala dan kunci masih nyangkut di motor! Keindahan bawah lautnya juga sangat indah. Subhanallah, praise Allah for those beauty. Semua makanan di sana juga murah-murah lho!

Pasir putih dan bentangan biru lautan yang seakan menyatu dengan langit juga sangat mengagumkan. Bebatuan berundak di pantai seakan menjadi sahabat bagi penghuni asli kepulauan Karimun Jawa. Suasana yang asri dan tenang juga membuat Karimun Jawa tempat yang sangat cocok bagi mereka yang ingin melarikan diri sejenak dari kesibukan kota besar.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA