Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 24 Okt 2011 13:38 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pulau Sempu, Si Kecil di Tenggara Pulau Jawa

dyo fathu rahman
d'travelers
Foto 1 dari 5
Laguna
Laguna
detikTravel Community -

Pernah terpikir untuk pergi ke sebuah pulau yang terpencil, jauh, dan tidak ada penjual atau penghuni di dalamnya? Mungkin nggak ya. Tapi, tidak dengan saya, saya bersama Tim Anyelir menuju sebuah pulau tak berpenghuni di sudut Tenggara Pulau Jawa. Yak, bagi yang sudah tahu itu adalah Pulau Sempu. Pulau kecil tanpa penghuni yang katanya memiliki sepotong "surga" di dalamnya. Masih bertanya-tanya seperti apakah "surga" yang dimaksud itu.

Sedikit mencari info dan foto-foto di Internet, tetapi belum puas kalau kita belum melihat sendiri seperti apa sih tempat itu sebenarnya. Akhirnya dengan niat besar dan rencana yang matang kami berangkat pada tanggal 21 September 2011. Pukul 14.00 WIB kami berangkat menggunakan kereta ekonomi Matarmaja menuju Malang. Perjalanan menuju Malang dari Jakarta memakan waktu sekitar 16 jam karena kami sampai di Malang sekitar pukul 07.00 WIB.

Setelah selesai sarapan di daerah sekitar Stasiun Kereta Malang, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah salah seorang anggota tim yang kebetulan dekat dengan stasiun. Setelah packing ulang, kami menaiki mobil berkode AMG menuju Sendang Biru. Pelabuhan yang lokasinya bersebelahan dengan pulau yang kami tuju, Pulau Sempu. Selama 3 jam perjalanan menuju Sendang Biru membuat pantat kami "hancur lebur", setelah 16 jam diberikan "uji kemampuan" di dalam kereta. 

Sekitar pukul 14.00 WIB kami sampai di Sendang Biru. Setelah negosiasi dengan nelayan yang akan mengangkut kami menuju Pulau Sempu, akhirnya dengan Rp100.000,00 kami bisa menyeberang dan nanti akan dijemput lagi apabila sudah selesai di hari berikutnya. Oh iya, jangan khawatir tidak akan dijemput karena kita bisa menelepon selama berada di pulau ini. Sinyal masih bisa didapatkan, bahkan saat tracking pun saya masih bisa BBM-an dengan teman saya yang berada di Jakarta. Email dan mention di twitter pun masuk dengan lancar.

Tracking hari pertama dimulai pukul 15.00 WIB. Nelayan setempat sudah memberi tahu petunjuk jalan, "Ikutin saja jalan yang gede, nanti juga sampai ke Segara Anakan." Kami menurutinya dan mengikuti jalan yang besar. Hmm, jalan yang besar ya? Di depan kami terdapat 2 jalan besar nih. Kok gini sih? Selain bingung dan waktu yang semakin sore, kami pun mengambil jalan ke kiri (ternyata benar jalan ke kiri itu selalu jalan menyesatkan dan jalan kanan adalah jalan kebaikan) dan akhirnya kami dibuat tersesat setelah tracking lebih dari 3 jam. Sungguh mengenaskan nasib para jomblo ini.

Esok harinya kami melanjutkan tracking menuju Segara Anakan yang biasa disebut sebagai "surganya" pulau ini. Dimulai dari titik awal, kali ini kami mengambil jalan kanan yang sedikit menanjak. Dengan melihat peta dan mengetahui bahwa posisi Segara Anakan itu berada di Barat Daya pulau, kami berjalan dengan penuh semangat karena mengetahui kali ini adalah jalan yang benar. Tanpa takut akan menyasar lagi, kami pun mempercepat langkah kami supaya cepat berenang di Segara Anakan. Tapi hati-hati, pulau ini juga sering disebut dengan nama Pulau Semut karena memang banyak sekali semut di sini. Beberapa kali kami terhenti karena gigitan semut di punggung membuat kami gatal dan tidak tahan dengan jumlahnya.

Tracking selama 1,5 jam membuat kami berteriak lega setelah melihat sebuah genangan besar berbentuk danau tetapi berwarna biru. Kami tahu itu adalah laguna dan pasti sangat segar sekali apabila kita berenang di dalamnya. Setelah sampai di Pantai Laguna, kami menyimpan carrier bag kami dan berlari menuju laguna tersebut. Pikiran segar kami langsung hilang begitu saja karena air yang ada di dalam laguna ini sangatlah dingin. Seperti air es dari dispenser. Mungkin karena memang itu masih jam 10 pagi sehingga suhu udara pun terasa masih sejuk. Sekitar pukul 12.00 WIB, barulah terasa enaknya air di  Laguna. Terasa segar dan tubuh seperti di charge ulang. Sekitar jam 1 kami pun bersiap untuk kembali menuju Malang karena besok paginya kami harus berangkat menuju Bromo.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA