Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Okt 2011 21:19 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Paralayang Seru di Batu

Foto 1 dari 5
Ini dia para instruktur paralayang kita!
Ini dia para instruktur paralayang kita!
detikTravel Community -

 

Hari kedua kita di Batu, dimulai dengan aktivitas baru dan kebiasaan baru. Karena ini kan bisa dibilang hari pertama kita di Batu jadi kita harus bangun pagi dan langsung mandi di hotel karena harus kejar waktu sarapan, terus lanjut menyiapkan barang apa aja yang harus di bawa untuk pergi hari ini.  

Setelah siap, kita langsung berangkat ke tempat paragliding, tempatnya nggak begitu jauh dari hotel tempat kita menginap. Di sana kita dikenalin sama instruktur paragliding yang akan membantu kita terbang hari itu. Dimulai dari Mas Haris, Mas Capung, Mas yang mirip Sule, dan banyak lagi Mas-Mas yang lain, semuanya baik dan ramah. Setelah berkenalan dengan para instruktur, kita berangkat ke atas gunung dengan menaiki mobil. Kita akan melakukan terbang paralayang di puncak gunung tersebut. Di jalan menuju puncak gunung kita juga banyak mengajukan pertanyaan dan cerita sama Mas Haris yang ternyata sudah bertahun-tahun bergelut di bidang paralayang, bahkan sampai ke Swiss. Katanya satu yang harus ditakuti dari paralayang adalah "takut ketagihan".

Sesampainya di puncak gunung, semua instruktur mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk paralayang. Nah, yang ikutan paralayang cuma saya dan Nicke, sedangkan Nadia dan Tiara masih takut buat nyoba. Sebenarnya saya sama Nicke juga takut tapi pengen banget nyoba karena penasaran.

Saya terbang dengan Mas Capung, sedangkan Nicke dengan mas yang lain. Saya yang terbang pertama kali, setelah itu disusul Nicke beberapa menit setelahnya. Awalnya deg-degan banget tapi setelah di atas dan terbang tinggi sama Mas Capung, rasanya tuh seneng banget dan benar-benar merasa bersyukur melihat pemandangan Batu dari atas yang luar biasa indahnya. Memang agak mual sih tapi bisa ditahan asal bisa mengatur nafasnya kata Mas Capung.

Untung saya ditemani Mas Capung yang baik tapi Mas Capung sempet jail ngerjain saya sampai terbang jauh-jauh dan diajak muer-muter. Pusing, tapi begitu mendarat seneng banget dan bener kata Mas Haris kalau paralayang bikin ketagihan. Tiara dan Nadia yang dari tadi kerjaannya cuma foto-foto dan teriak-teriak doang. Sampai akhirnya mereka iri melihat saya dan Nicke bisa terbang menggunakan paralayang.

Perjalanan hari kedua selanjutnya adalah pergi ke Taman Selecta, di sana ada kolam renang, taman bunga yang bagus dan besar, serta beberapa permainan. Taman Selecta ini ternyata sudah berdiri dari zaman Belanda. Bunga-bunga yang ada di sana juga datang dari berbagai negara. Pokoknya indah banget deh, cocok buat orang yang pacaran atau yang lagi liburan santai bersama keluarga. Kita saja di sana rasanya seneng banget bisa melihat bunga-bunga secantik itu, jadi pengen foto-foto terus.

Selesai menikmati indahnya Taman Selecta, kita balik ke hotel. Tapi, sebelumnya kita juga menyempatkan untuk menikmati bakwan Malang disalah satu sudut Kota Batu. Bakwan Malangnya beda sama yang ada di Jakarta. Walaupun sama-sama enak tapi beda deh enaknya. 

Di hotel, kita cuma mandi terus sekitar jam tujuhan setelah shalat magrib kita pergi lagi ke BNS. Apa itu BNS? BNS itu Batu Night Spectacular yang lokasinya juga nggak begitu jauh dari hotel kita. Di BNS keren, banyak permainan. Sebenarnya lebih mirip pasar malam di Jakarta, tapi BNS versi bagusnya kali ya.

Permainannya banyak dan seru-seru, terus di sana juga ada taman lampion, yaitu taman yang isinya lampion semua, ada yang berbentuk princess-princess, kurcaci, gitar, menara Eiffel, Monas, balon udara, flaminggo, sampai ada yang berbentuk hati. Di sana juga ada lampion hati yang bawahnya ada tempat duduknya, katanya kalau duduk disitu bisa laku deh. Terbukti sih, Tiara langsung dikejar-kejar tiga cowok Batu yang naksir sama dia dan minta kenalan.

Di BNS kita juga bermain ice skating tapi sebenarnya bukan ice skating namanya karena dasarnya bukan terbuat dari es tapi dar lilin. Unik deh, kita semua mendapatkan kesempatan untuk mencoba permainan yang satu ini. Tapi, sayang Nadia takut, padahal daripada ice skating, wax skating lebih mudah, apalagi yang nggak bisa main ice skating. Wax skating bisa dijadiin tempat buat nyoba-nyoba, karena nggak begitu licin kalau dibandingkan sama ice skating.

Setelah jalan-jalan di BNS dan mencoba wax skating, kita makan melakukan makan malam di BNS juga. Tempat makannya seperti foodcourt, banyak pilihan tapi bedanya selama menunggu makanan datang, kita dihibur sama beberapa penampilan, seperti dancing fountain, live music, tarian-tarian, dan multimedia show.

Bagi yang belum tahu multimedia show, kita juga baru tahu hari itu. Jadi, mulimedia show itu di atas layar tempat kita duduk makan, ada penayangan perang laser gitu di luar angkasa, unik deh. Jadi, selama kita menunggu makanan benar-benar nggak bosen dan ngerasa lama. Tiba-tiba makanannya udah jadi. Setelah itu kita makan dan langsung menuju hotel lagi karena udah malem banget dan besoknya harus lanjut pergi lagi ke wisata selanjutnya. Hari kedua ini memang padat tapi seru, topcer!

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA