Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 29 Okt 2011 11:21 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Sensasi Private Island di Gili Kondo

Foto 1 dari 5
Perama Cruise
Perama Cruise
detikTravel Community -

 

Salah satu keuntungan saya KKN di Lombok Timur adalah saya bisa mengunjungi Gili Kondo yang tidak banyak orang tahu dengan gratis. 

Gili Kondo (gili adalah bahasa Sasak dari pulau) adalah salah satu dari kumpulan pulau kecil di Selat Alas yang merupakan sisi Timur dari Pulau Lombok. Letaknya di sisi Selatan Gili Lawang dan Gili Sulat. Kumpulan pulau tersebut adalah Gili Bidara, Gili Petangan, Gili Bagik, dan Gili Kondo yang menjadi satu pulau serta sebuah Pulau Atol. Namun, yang paling terkenal adalah Gili Kondo karena keindahan alamnya yang menarik dari pulau ini adalah pasir putihnya. Selain itu juga ada, alam bawah laut dan pulaunya yang berukuran kecil dan terpencil tanpa penghuni.

Pulau ini bukan milik pribadi, tapi pengelolaannya dilakukan oleh sebuah agen tur terkenal milik swasta yang bernama Perama Tour. Saking terkenalnya Perama Tour mengelola pulau tersebut bahkan sampai sering dinamakan Gili Perama. Memang di Gili Kondo tidak ada fasilitas apa-apa seperti di Gili Trawangan kecuali resort milik Perama Tour. Kecuali sedang ada jadwal tour ke Gili Kondo, di pulau tersebut tidak ada kehidupan sama sekali. Oleh karena itu, cara ke pulau ini yang paling mudah adalah dengan mengikuti paket Sailing Trip 5 Days Cruise dari Perama Tour dengan rute Labuhan Lombok-Gili Kondo-Pulau Moyo-Pulau Komodo-Pulau Satondo-Labuhan Lombok.

Tidak usah tanya ya kenapa saya bisa dapat paket wisata gratis ke Gili Kondo ya hehehe, yang jelas tim KKN saya, sebagai bentuk kemurahan hati dari Perama Tour, dapat kesempatan dari Perama Tour untuk ikut paket tur ke Gili Kondo dan menginap semalam di sana secara cuma-cuma. Sebenarnya seluruh tim KKN diajak tapi yang bisa ikut hanya 8 orang dan saya mengajak 5 orang dan merupakan satu keluarga turis asal Jerman yang saya kenal di Lombok.

Kami berangkat dari lokasi KKN di Labuhan Haji ke dok milik Perama Tour di Labuhan Lombok. Sesampai di dok, kami diantar ke pelabuhan untuk kemudian naik kapal. Ternyata kami menumpang kapal layar untuk paket tur sailing trip menuju Gili Kondo. Kapalnya bagus, terbuat dari kayu yang di dalamnya banyak kamar tidur untuk tempat peserta tur menginap dan ruang makan untuk makan prasmanan selama cruising. Saya perhatikan, ternyata peserta tur semuanya merupakan turis asing! Tidak ada satu pun orang Indonesia yang ikut tur. Kebanyakan peserta dari Eropa seperti Inggris, Italia, Belanda, Prancis, dan beberapa dari Amerika, saya juga melihat ada satu turis asal India. Dari peserta tur kebanyakan pasangan muda, meskipun ada beberapa pasangan ibu-ibu bapak-bapak. Intinya adalah peserta kebanyakan yang suka outdoor activities karena memang paket tur ini adalah activity based tourism.

Belum lama kapal berlayar, ternyata sudah sampai Gili Kondo. Kapal kemudian mooring di perairan dekat pulau dan peserta ditransfer menggunakan boat kecil menuju pulau. Saya sempat tengsin sendiri ketika mau naik boat karena barang bawaan kami paling banyak dibanding peserta lain. Bahkan teman saya ada yang membawa 2 koper besar. Ketika memindahkan barang ke boat sampai dibantu turis bule perempuan yang senyum-senyum sendiri melihat koper segede gaban itu. Saya sendiri sih hanya memakai carrier, tapi saya membawa tas ransel tambahan yang berisi laptop. Maklumlah untuk KKN selama 2 bulan barang bawaan kami harus banyak, tapi tetap saja malunya gak bisa hilang!

Hari pertama di Gili Kondo saya habiskan untuk snorkeling dan kayaking di pantai sekitar pulau. Untuk snorkel dan kayak dapat menggunakan fasilitas yang sudah disediakan di pulau, tinggal pakai saja. Alam bawah lautnya tidak banyak ikan memang, tapi coral reef-nya betul-betul indah! Lebih bagus daripada di 3 Gili menurut saya yang coral reef-nya sudah banyak mengalami pengapuran. Di sini coralnya berwarna-warni dan bentuknya bermacam-macam. Ada yang bentuknya seperti otak, spons, jamur, menyerupai kembang kol, mawar raksasa hingga yang berbentuk pentol-pentol. Untuk ikan-ikannya saya tidak hafal namanya sih, yang jelas saya menemukan beberapa ular laut berenang bebas di sana. Namun saya tidak berani snorkeling dekat ular-ular tersebut, bisa-bisa malah saya digigit di tengah lautan. Selepas snorkeling saya leyeh-leyeh di hammock kemudian bersama teman-teman keliling pulau sambil menikmati sunset dan mengoleksi beberapa seashell yang bentuknya unik dan lebih variatif ketimbang pantai-pantai lain yang pernah saya datangi.

Malamnya harinya diadakan BBQ party di resort. Konsepnya semua peserta mengelilingi api unggun selagi staf Perama Tour membuat BBQ. Menunya grilled tuna fish yang disantap bersama nasi dan sayur secara prasmanan. Selagi semua makan dan mengobrol, peserta disuguhi music akustik yang menyanyikan berbagai macam lagu mulai dari jazz, pop sampai reggae. Setelah makan malam dilanjutkan bakaran jagung dan menari poco-poco! Ya semua peserta semacam diajarkan menari poco-poco yang dipandu guide dari Perama. Selagi memberi instruksi sebelum menari poco-poco, seorang guide yang ternyata berasal dari Flores berkata, "It's an honor for me we have some locals in our group. It's not so often we have locals in our group." Waduh! Berasa jadi orang asing di negeri sendiri.

Malamnya para peserta kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan sedangkan kami tinggal di pulau. Nah, di sinilah kami merasakan memiliki private island untuk semalam, di suatu pulau yang hanya dihuni oleh kami dan beberapa staf Perama Tour. Malam kami habiskan untuk bernyanyi dan gitaran sampai larut. Kami tidur di kamar resor yang berupa rumah pohon dengan desain tropis, pokoknya bentuknya unik lah! Di dalamnya hanya terdapat kasur dan lampu dan stop kontak. Memang kamarnya didesain untuk orang yang mencari ketenangan dan menghindari hingar-bingar perkotaan. Listrik di pulau disediakan dari genset dan tengah malam pun dimatikan sehingga mau ngecharge HP pun saya tidak bisa.

Keesokan paginya saya habiskan untuk sarapan dan berekeliling pulau yang berada di sisi Selatan pulau dimana banyak terdapat pohon Mangrove. Lagi-lagi di sana saya bertemu ular laut tapi kali ini ketemu di darat, saya merasa lebih aman haha! Awalnya saya mau snorkeling lagi tapi ternyata jam 9 kami sudah dijemput boat yang mengantarkan kami kembali ke dok Perama Tour di Labuhan Lombok.

Sepanjang perjalanan, arus laut cukup deras. Walhasil boat kecil yang kami tumpangi pun bolak-balik kecipratan air laut dan kami pun bermandikan air asin. Untung saja sebelum pulang tidak mandi dulu toh akhirnya dimandikan air asin juga kan?

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA