Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 29 Okt 2011 10:38 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Indahnya Makassar

Ajeng Kareena
d'travelers
Foto 1 dari 4
Trans Studio
Trans Studio
detikTravel Community -

Nama saya Ajeng Karina. Saat itu tanggal 4 Oktober menjadi tanggal yang tidak akan pernah saya lupakan. Karena pada tanggal itu adalah jadwal keberangkatanku untuk pertama kalinya ke Pulau Sulawesi. Pukul 01.00 dini hari saya melakukan perjalanan dari Jember menuju Surabaya perjalanan ini saya tempuh kurang lebih 5 jam dengan menggunakan travel.

Perjalanan ini adalah perjalanan tugas pertama saya setelah dinobatkan sebagai salah satu Duta Pariwisata di Kota Jember. Rombongan yang beranggotakan 6 orang di antaranya 4 dari kantor pariwisata, sedangkan 2 lagi adalah saya dan Duta Pariwisata yang lainnya, yaitu wakil II Ning Jember 2011.

Kami berangkat ke Sulawesi Selatan dalam rangka mengikuti Pameran Pariwisata 2011 yang diselenggarakan di Makassar. Saat mendengar kota Makassar, saya tidak bisa membayangkan apapun karena memang saya belum tahu mengenai detail Kota Makassar. Singkat cerita, kami sampai di Makassar pukul 12.00 WITA. Saat itu kami langsung menuju ke penginapan yang sudah di pesan oleh pihak kantor pariwisata.

Beruntunglah penginapan kami letaknya sangat strategis. Kami menginap di Homestay Aisyah. Tempatnya nyaman, orangnya juga rumah, dan feels like a home banget. Penginapan kami sangat dekat dengan Pantai Losari yang terkenal dengan keindah dan sunsetnya. Sesampainya di penginapan, kami menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak. Istimiwenya lagi, Makassar yang terkenal dengan seafood yang beraneka ragam benar-benar menggugah selera untuk makan. Bau ikan bakar dimana-mana tidak terkecuali di sekitar tempat kami menginap. Suasana seperti ini menjadi sensasi yang lain selama perjalanan kami di Makassar.

Siang itu, setelah beristirahat sejenak, kami memutuskan untuk mencoba seafood yang terdekat dengan penginapan. Kami berjalan kaki kira-kira 5 menit ke restoran seafood pertama. Kami memesan beberapa macam makanan, dimulai dari ikan bakar, kerang, sayuran, sampai ayam dengan berbagai macam sambal khas Makassar. Hasilnya, sangat lezat, kemudian sore harinya kami bergegas menuju Pantai Losari karena kami tidak ingin kehilangan momen sunset yang indah yang dapat kami lihat di pinggir Pantai Losari. Subhanallah pemandangan di sini sangat Indah.

Hari pertama yang sangat berkesan di Makassar.  Malam harinya, kami memutuskan untuk berkeliling mencari makan malam sambil menikmati indahnya Makassar di malam hari. Keesokan harinya, kami bersiap-siap untuk mengunjungi Trans Studio. Dengan menggunakan taksi dan berjalan selama 10 menit, kami sudah sampai di Trans Studio. Dengan uang Rp100.000,00 kami sudah bisa masuk dan menggunakan seluruh wahana yang ada di Trans Studio. Tempat bermain in dor ini sangat bagus dengan tata lampu yang indah, megah, wahana yang seru, dan udara yang dingin.

Kami menghabiskan waktu di sana dengan berjalan-jalan untuk mencoba seluruh wahana, serta berfoto diberbagai spot. Setelah itu, kami lagi-lagi mencoba seafood. Kali ini seafoodnya berbeda, kami mencoba nasi goreng seafood yang berada dekat dengan penginapan kami, besoknya selama 2 hari kami menjalankan tugas di Pameran Pariwisata tersebut.

Setalah tugas selesai, kami bersyukur bahwa banyak orang yang tertarik untuk mengunjungi Kota Jember. Walaupun sebagian dari mereka para pengunjung pameran masih belum tahu di mana letak Jember. Setelah pameran selesai, kami mendapatkan jatah 1 hari terakhir untuk berkeliling di Makassar. Satu hari itu kami manfaatkan untuk membeli oleh–oleh khas dari Makassar. Setelah itu kami menyeberang ke pulau-pulau kecil yang berada di sana. Pulau yang kami singgahi pertama kali adalah Pulau Samalona yang memiliki 16 kepala keluarga. Di sana sudah disediakan homestay bagi wisatawan yang ingin bermalam di pulau tersebut. Kita bisa snorkling dan berenang karena airnya sangat jernih serta sekadar berjemur.

Setelah puas menikmati Pulau Samalona, kami melanjutkan lagi perjalanan melalui jalur laut menuju pulau Kudingareng. Pulau yang tak berpenghuni tapi sangat eksotis. Banyak terdapat terumbu karang yang bagus. Di pulau ini saya dan rekan–rekan menghabiskan waktu untuk berendam dan berenang. Karena semakin siang ombak semakin besar, kami bergegas untuk kembali ke darat.

Dalam perjalanan pulang, kami masih mampir untuk mengunjungi pulau lain, yaitu Pulau Lae-Lae yang penduduknya jauh lebih banyak dari penduduk di Pulau Samalona. Perjalanan mengelilingi 3 pulau ini benar–benar sangat menyenangkan. Pengalaman ini tidak akan pernah saya lupakan.

Sesampainya di darat kami kembali ke penginapan untuk kembali melakukan perjalanan ke Taman Wisata Bantimurang. Kami mengunjungi tempat wisata air terjun dan museum kupu-kupu terbesar di Indonesia. Daya tarik Air Terjun Bantimurang tidak kalah dengan tempat wisata yang saya kunjungi sebelumnya. Di tempat ini seolah-seolah seluruh masyarakat Makassar tumpah ruah alias sangat ramai. Mereka menghabiskan waktu untuk berenang dan menikmati air terjun yang sangat besar di sana. Pastinya, perjalanan ke tempat wisata di Makassar sangat menyenangkan. Makanannya, tempat wisatanya, keramaiannya, dan masih banyak lagi. Perjalanan di Makassar, "truly unforgotable moment".

BERITA TERKAIT
BACA JUGA