Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 23 Nov 2011 13:44 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengintip Kehidupan Orang Utan di Camp Kakap

Faela Shafa
d'travelers
Foto: Shafa (detiktravel)
Foto: Shafa (detiktravel)
detikTravel Community - Di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kasus pembantaian orang utan mengundang keprihatinan. Seberapa terancamkah kehidupan mereka sebenarnya? Lihat dan rasakan sendiri bagaimana bersahabatnya orang utan di Hutan Prevab, Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur.

Taman Nasional Kutai dapat dicapai dari Balikpapan menuju Samarinda dengan estimasi waktu sekitar 2,5 jam dengan mobil. Dilanjutkan ke Bontang sekitar tiga jam. Bontang ke Teluk Kaba dengan menggunakan speed boat sekitar 30 menit. Ada juga jalan lain yang bisa ditempuh dengan membelah Taman Nasional di antara Bontang dan Sanggata.

Terletak di bagian Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur, Hutan Prevab menyimpan keunikan tersendiri. Di hutan inilah terdapat Camp Kakap, camp yang hadir untuk memfasilitasi peneliti atau pun wisatawan yang tertarik dengan keberadaan satwa langka, orang utan (Pongo pygmaeus).

Camp Kakap yang dibuat oleh Universitas Kyoto Jepang ini memiliki jungle trek hutan primer yang lebat, tempat dimana orang utan liar masih mudah ditemui dan dimonitor tingkah laku alaminya oleh satu tim pengamat, demikian menurut tnkutai.com. Anda dapat melacak dan mengamati keberadaan orang utan sendirian, tetapi lebih mudah jika ikut bergabung dgn tim pengamat yang dimulai pada pukul 6.00 Wita.

Menurut aci.detik.travel, hutan ini bukanlah tempat pemeliharaan orang utan. Mereka dibiarkan liar, hidup secara bebas dan damai. Tidak hanya orang utan, hutan ini juga menjadi tempat tinggal monyet, beruk, owa-owa dan berbagai serangga lainnya.

Bagi Anda yang ingin mencoba menyatu dengan alam, berkunjung ke Hutan Preveb merupakan pilihan yang tepat. Mengintip kehidupan satwa langka yang bebas hidup di alam terbuka sambil menjelajah hutan bersama para pengurus hutan dan tim pengamat.

Hal itu tentu akan menjadi pengalaman menarik juga tidak terlupakan. Sekaligus menjadi pengingat bahwa hutan bagian dari kita. Ia harus lestari, demi kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED