Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 10 Feb 2012 11:10 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Honai, Rumah Unik dari Lembah Baliem

Foto 1 dari 5
Rumah Honai (hobbyfashion.com)
Rumah Honai (hobbyfashion.com)
detikTravel Community - Tak akan ada habisnya bila membicarakan rumah adat di Indonesia yang memiliki bentuk unik dan menarik. Di Lembah Baliem Papua, Anda bisa melihat rumah honai yang berbentuk setengah bola dan beratapkan jerami. Unik!

Rumah Honai yang merupakan rumah adat di Papua ini terbuat dari kayu. Yang membuat unik adalah atapnya yang berbentuk setengah bola atau kubah dan terbuat dari jerami atau ilalang. Rumah Honai begitu kecil, sempit, dan tidak berjendela. Sengaja dibangun demikian untuk menahan hawa dingin dari pegunungan sekitar Papua. Jika dilihat, rumah adat ini sepintas mirip dengan Rumah Iglo di Kutub Utara, namun bukan terbuat dari es.

Jika sedang berlibur ke Papua, datang saja ke Lembah Baliem, tempat tinggal Suku Dani. Di sini, Anda bisa melihat secara langsung rumah adat setinggi 2,5 meter ini. Meskipun hanya setinggi 2,5 meter, rumah Honai terdiri dari dua lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat tidur. Di lantai dua, Anda bisa melihat ruangan yang digunakan sebagai tempat istirahat, makan, dan mengerjakan kerajinan tangan. Antar lantai dihubungkan dengan tangga dari bambu.

Alam Papua yang masih asri dan sejuk, mengharuskan warganya kreatif membuat sesuatu yang bisa menghangatkan tubuh. Salah satunya adalah dengan membuat tempat atau ruangan khusus untuk membuat api unggun di bagian tengah rumah.

Rumah Honai biasa ditempati oleh 5-10 orang. Secara fungsinya, rumah ini terbagi dalam tiga tipe, yaitu rumah untuk kaum laki-laki yang disebut Honai, rumah untuk perempuan atau Ebei, dan untuk kandang babi atau Wamai. Semua bentuknya sama, namun fungsinya yang berbeda.

Meskipun Honai adalah rumah tinggal, Anda tidak akan menemukan satu perabotan rumah tangga di dalamnya. Sebagai contoh, di rumah ini tidak ada kasur untuk tidur, sebagai gantinya mereka menggunakan rerumputan kering sebagai alas. Di dalam Honai atau Ebei juga tidak ada kursi atau meja, pemilik rumah menjadikan lantai yang terbuat dari tanah sebagai alas duduk.

Tidak hanya itu, rumah adat Papua tidak memiliki lampu listrik. Untuk penerangan, mereka membuat perapian dengan menggali tanah di dasar lantai sebagai tungku. Suasana rumah terasa gelap begitu malam tiba, karena tidak adanya jendela.

Dalam satu komplek perumahan adat ini, Anda bisa menemui beberapa Honai. Uniknya, jumlah Ebei yang ada menandakan jumlah istri, karena laki-laki di daerah ini memiliki istri lebih dari satu, terutama kepala suku.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
Pesona Asia

Pagi Bromo!

Selasa, 20 Nov 2018 08:30 WIB

Inilah saat pagi menyapa kawasan TNBTS. Kumpulkanlah memori saat melakukan perjalanan ke sana ya.