Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 21 Feb 2012 13:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ikutan Tradisi Makan Bajamba, Yuk!

Arya Pdg
d'travelers
Foto 1 dari 5
Suasana kekeluargaan Makan Bajamba
Suasana kekeluargaan Makan Bajamba
detikTravel Community -

Makan bersama dengan puluhan ribu orang, terdiri dari puluhan suku bangsa di indonesia dan mancanegara dengan menggunakan kostum adat, mungkin hanya ada satu di Indonesia, yaitu di Sawahlunto. Melalui acara Makan Bajamba, tali silaturahmi antar suku di Indonesia bisa terjaga.

Masyarakat Minangkabau memang kaya akan seni dan budaya atau tradisi yang perlu untuk terus dijaga dan dilestarikan. Salah satu budaya atau tradisi masyarakat Minang yang hingga kini masih ada dan perlu dipertahankan adalah Makan Bajamba.

Makan bajamba adalah makan bersama-sama dalam sebuah dulang (piring besar yang terbuat dari seng atau tembaga). Biasanya dalam satu dulang terdiri dari 5 hingga 7 orang yang menikmati makanan yang tersedia. Makan Bajamba ini merupakan salah satu tradisi adat Minangkabau yang biasanya dilaksanakan pada upacara adat, pesta adat, dan pertemuan-pertemuan penting lainnya.

Salah satu daerah yang konsisten untuk melaksanakan kegiatan ini dan menjadikan Makan Bajamba menjadi sebuah daya tarik wisata adalah kota "tua" Sawahlunto. Sawahlunto merupakan salah satu kota di Provinsi Sumatera Barat. Kota yang terletak 95 km sebelah Timur Laut Padang ini dapat di tempuh sekitar 3 jam perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Sumatera barat. Kota Sawahlunto memiliki luas 273,45 km² yang terdiri dari empat kecamatan dengan jumlah penduduk lebih dari 54.000 jiwa.

Dahulunya, Sawahlunto terkenal sebagai kota tambang batu bara dengan PT BA-nya. Kini hanya menjadi kota biasa yang sepi dari hingar bingar mesin pabrik atau suara riuh para pekerja. Namun, Sawahlunto tetaplah kota nan menawan. Kota kecil ini merupakan kota tua dengan sejumlah bangunan tua yang eksotis. Tak kan pernah bosan jika harus mengunjungi kota ini ribuan kalipun.

Makan Bajamba ini sudah menjadi sebuah agenda rutin pemerintah kota dalam rangka menyambut hari jadi Kota Sawahlunto. Makan Bajamba ini bahkan pernah masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta mencapai sekitar 16.000 lebih pada tahun 2006. Hari jadi Kota Sawahlunto diperingati setiap tanggal 3 Desember dan tepat ditanggal itu pulalah Makan Bajamba dilaksanakan.

Yang unik dari Makan Bajamba ini adalah perihal makanan yang disajikan. Jika masyarakat Minang seperti di Padang Panjang atau Bukitinggi menghidangkan menu makanan khas Minangkabau. Maka di Sawahlunto jenis makanan yang di sajikan berasal hampir dari seluruh pelosok tanah air. Hal tersebut di karenakan, masyarakat di daerah ini berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Hal itu terjadi karena mereka adalah keturunan orang-orang rantai yang di bawa oleh penjajah Belanda untuk menambang batu bara di Kota Sawahlunto pada zaman penjajahan. Setelah masa kolonialisme berakhir, mereka enggan pulang ke daerah mereka masing dan menetap di sawahlunto dan jadilah bagian dari masyarakat setempat. Bahkan sejumlah turis mancanegara dari Asia dan Eropa selalu menunggu tradisi adat ini dan ikut serta dalam kegiatan ini.

Untuk yang ingin menikmati dan ikut meramaikan Makan Bajamba tidak perlu merogoh kocek sepeser pun. Karena peserta dibantu pendanaannya oleh pemerintah setempat yang telah menyiapkan makanan yang dihidangkan tersebut untuk siapapun yang mau bergabung dalam kelompok. Jadi, bisa memilih tempat dimana saja yang kalian mau.

Makan Bajamba memang sebuah tradisi. Tradisi yang harus terus dikembangkan. Kewajiban kita untuk terus menggiatkan kegiatan tersebut agar tradisi tersebut bukan hanya tradisi pelengkap seremonial belaka tapi menjadi identitas budaya bangsa.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA