Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 29 Mar 2012 18:14 WIB

D'TRAVELERS STORIES

China, Negara Favorit Menteri BUMN Dahlan Iskan

Sri Anindiati Nursastri
detikTravel Community
Foto 1 dari 3
(tourdechina.ch)
(tourdechina.ch)
detikTravel Community - China punya sejuta pesona. Buktinya, negeri tirai bambu ini jadi destinasi favorit Menteri BUMN Dahlan Iskan. Di China, Dahlan senang mencari semangat dan ide untuk dipraktekkan demi kemajuan instansi yang diembannya.

Ada cerita di balik kegemaran Dahlan Iskan terhadap negara China. Jika ide-idenya sudah mentok atau buntu, ia akan pergi ke sebuah desa di China untuk mencari motivasi. Hal itu diungkapkannya saat tampil dalam acara talkshow "Pemimpin Muda, belajar Merawat Indonesia" di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri, Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Dulu saya sering ke Amerika mencari ide. Sekarang ke China," kata Dahlan, Kamis (29/3/2012).

Di desa itu ia merasa terobati dan semangatnya muncul kembali. Menurut dia, orang-orang Tiongkok selalu semangat bekerja. Ketika melihat hal itu Dahlan kembali termotivasi. Ia lalu bercerita tentang sebuah desa bernama Xiaozhou, sekitar satu jam perjalanan pesawat dari Kota Guangzhou. Di desa itulah, ia mengaku banyak belajar tentang pertanian.

Dulu, semua areal sawah di desa itu milik negara, sementara petani hanya sebagai penggarap sawahnya. Hasil panen diambil seluruhnya oleh pemerintah, namun para petani dicukupi makan, pendidikan, dan kesehatannya. Padahal, petani di sana tergolong cukup miskin sehingga ada istilah "rapat gelap" yang dipimpin oleh ketua kelompok tani.

"Rapat itu memang benar-benar gelap. Sebab diadakan di malam hari tanpa lampu," katanya.

Dalam rapat itu, lanjut Dahlan, semua areal sawah yang dikuasai negara dikelola dengan baik karena digarap dengan penuh semangat. Oleh karena itu, hasil panen pun selalu berlebih. Namun hasil itu tidak disetorkan langsung kepada pemerintah.

"Yang disetorkan sama dengan jumlah tahun lalu, sisanya disimpan," kata Dahlan.

Oleh karena itu, desa Xiaozhou selalu aman dari ancaman kelaparan. Tapi jika rapat gelap itu ketahuan, pasti mereka akan dihukum mati. Saat rapat sudah ada perjanjian antar peserta, bahwa orang atau petani yang masih hidup menanggung keluarga yang dihukum mati.

Apa yang terjadi saat itu adalah pemimpin daerah (setingkat bupati) saat itu tak berani menghukum warga, tetapi ia bicara dengan pemimpin komunis yang justru menjadikan Xiaozhou sebagai desa percontohan pertanian.

"Saat ini desa itu menjadi museum tani," tambah Dahlan.

Bagus Kurniawan - detikFinance
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Melihat Liburannya 'Superman'

Selasa, 21 Nov 2017 23:44 WIB

Henry Cavill, pemeran Superman ternyata suka traveling. Di sela kesibukannya main film, dia menyempatkan berkunjung ke beberapa negara. Begini gayanya.