Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 23 Mei 2012 11:03 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kwatisore, Desa Hujan di Timur Indonesia

Putri Rizqi Hernasari
detikTravel Community
Foto 1 dari 3
Anak-anak Kwatisore sedang duduk-duduk santai (dok. Yakub Hari Kristianto/ACI)
Anak-anak Kwatisore sedang duduk-duduk santai (dok. Yakub Hari Kristianto/ACI)
detikTravel Community -

Datanglah pada pagi hari saat berkunjung ke desa ini, karena ketika sore tiba, hujan selalu mengguyur desa sekalipun musim kemarau. Karena penduduk merasa kuatir saat sore tiba, desa ini pun diberi nama Kwatisore.

Kwatisore adalah sebuah desa di Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Nabire, Papua. Begitu tiba di muka desa, sebuah dermaga kayu yang kokoh menyambut kedatangan setiap turis yang datang. Inilah pintu masuk Desa Kwatisore.

Nama Desa Kwatisore memang cukup unik, diambil dari "Khawatir Sore". Dinamakan demikian karena setiap sore desa ini selalu diguyur hujan, sekalipun musim kemarau. Unik bukan?

Jalanan yang ada di Desa Kwatisore sangat bersih. Begitupun dengan udara di sana yang begitu bersih bebas polusi. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak ada kendaraan bermotor di desa ini. Jadi, udara terbebas dari polusi asap kendaraan.

Lanjutkan terus perjalanan menyusuri Desa Kwatisore, jejeran rumah yang tersusun rapi akan menambah sedap pemandangan desa ini. Jika berkeliling pada sore hari, desa akan terlihat ramai dengan tawa riang anak-anak yang asyik bermain.

Di malam hari, Desa Kwatisore menjadi sangat gelap gulita. Penerangan begitu minim karena listrik di desa ini masih sangat terbatas. Tapi justru pada malam harilah kehangatan warga desa terasa begitu kental.

Ada satu bangunan yang rutin dikunjungi seluruh penduduk desa pada malam hari. Letaknya tepat di tengah desa. Bangunan ini digunakan penduduk untuk menonton televisi bersama-sama. Di tempat inilah para warga bercengkrama, bertegur sapa. Kebersamaan begitu terasa kental.

Kebanyakan penduduk Kwatisore memiliki pekerjaan sebagai nelayan tradisional. Mereka menggunakan kole-kole (longboat) untuk menangkap ikan. Yang unik dan tak biasa dari desa ini adalah hewan peliharaan penduduk. Beberapa penduduk Kwatisore memelihara rusa dan buaya muara. Hii!

Lebih menariknya lagi, jika menengok ke pekarangan rumah, Anda bisa melihat aneka anggrek khas papua banyak ditanam warga. Rupanya anggrek-anggrek cantik ini diambil langsung oleh warga dari dalam hutan.

Jika ingin berkunjung ke desa ini, sebaiknya datang pada pagi hari. Karena, pada siang hari gelombang perairan Teluk Cendrawasih cukup tinggi.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED