Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 25 Jun 2012 08:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ini Dia Objek Wisata yang Masih Sepi di Bali

Desi Puspasari
detikTravel Community
Foto 2 dari 4
Tidak jauh dari air terjun Gitgit terdapat pura Desa Gitgit (grey-andrew.blogspot.com)
Tidak jauh dari air terjun Gitgit terdapat pura Desa Gitgit (grey-andrew.blogspot.com)
detikTravel Community -

Jangan melihat Bali hanya dari keindahan pantainya saja. Masih ada pesona alam lainnya, seperi air terjun Gitgit di Buleleng, Bali. Air terjun yang memesona ini masih sepi didatangi turis. Tertarik?

Wisatawan tak akan pernah bosan melihat keindahan Pulau Dewata, Bali. Namun, semakin banyaknya wisatawan yang datang, Bali menjadi selalu ramai. Sejauh mata memandang hanya ada turis yang lalu-lalang, pantai yang ramai, bar, dan kafe.

Tapi, cobalah Anda melihat keindahan alam Bali tidak hanya pantainya. Masih ada pesona lainnya yang tak kalah menarik, seperti air terjun Gitgit. Lokasi air terjun Gitgit berada di Desa Gigit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Melansir dari Tripadvisor, Senin (25/6/2012), pemandangan di sekitar air terjun ini masih hijau. Udara pegunungan menyelimuti seluruh permukaan di sekitar air terjun Gitgit.

Ya, air terjun dengan ketinggian sekitar 35 meter ini, memang cocok bagi Anda pecinta trekking. Lokasinya menantang dengan medan yang berkelok dan naik turun  di tengah hutan, menjadi pesona lain dari air terjun ini.

Untuk menuju air terjun Gitgit, pelancong harus menempuh perjalanan sekitar 11 km dari Kota Singaraja ke arah selatan menuju Desa Pancasari dan Bedugul. Sedangkan bila Anda dari Denpasar, membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan. Akses jalan menuju air terjun ini cukup bagus.

Selanjutnya, wisatawan bisa meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak kurang lebih 500 meter untuk menuju lokasi air terjun berada. Jalan setapak ini memiliki lebar sekitar 1 meter dengan kontur medan berundak naik turun dan berkelok-kelok.

Dari loket masuk  dan membayar sekitar Rp 3.000 per orang, perjalanan diteruskan dengan masih melewati jalan setapak. Akan tetapi, medan jalan ini lebih berat dengan kemiringan mendekati 45 derajat. Jalanan setapak ini pun menghadirkan panorama sawah dan rumah penduduk.

Tidak perlu khawatir ramai! Belum banyak pelancong yang melihat kecantikan air terjun Gitgit. Jadi, keasrian alamnya masih sangat
terjaga. Ketika tiba di air terjun ini, Anda bisa merasakan lagsung dinginnya air terjun ini. Hempasan angin yang menerobos tirai air
Gitgit, memberikan sedikit butir kesejukan yang mengenai muka.

Gemuruh air terjun menjadi atraksi penghibur bagi pengunjung. Keadaan alam  seperti ini, membuat imajinasi dan batin menyatu dengan alam. Di sekitar air terjun terdapat beberapa perkebunan dan hutan lindung, sehingga keadaan menjadi terasa semakin alami.

Destinasi wisata ini pun memancing pelancong untuk segera mandi dan bermain air di alam terbuka. Pandangan lepas ke aliran Sungai Gitgit pun menggambarkan koridor alami berhiaskan tanaman dan batu-batuan.

Tidak jauh dari tempat air terjun, ada tempat istirahat yang menawarkan suasana bersantai sambil menikmati keindahan panorama perkebunan, terasering persawahan, dan Pantai Buleleng. Dinginnya angin yang berhembus dan hijaunya pesona alam Buleleng mengantarkan kenikmatan dan sensasi berbeda.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Serasa Melayang di Atas Air

Sabtu, 21 Okt 2017 11:40 WIB

Bermain kayak, biasanya dilakukan di sebuah danau yang biasa-biasa saja. Namun kalau kayaknya bening dan airnya jernih, serasa sedang melayang saja!