Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 03 Sep 2012 10:49 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Tapanuli Tengah, Negeri Wisata Sejuta Pesona

Henry Zheng
d'travelers
Foto 1 dari 5
Senja nan cantik di Tapanuli Tengah
Senja nan cantik di Tapanuli Tengah
detikTravel Community - Julukan sebagai negeri wisata sejuta pesona tidaklah salah diberikan pada Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Semua panorama dan detil daerah ini memiliki daya tarik bagi untuk wisatawannya. Ayo, jelajah Tapteng!

Bulan sudah tertidur ketika saya tiba di Pandan yang menjadi Ibukota Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Aroma khas laut langsung menyambut kehadiran saya begitu keluar dari kendaraan.

Langkah kaki seperti sudah tak sabar untuk melihat pantai dikegelapan malam. Ahh! Bahagia rasanya, karena pantai itu berada tepat di belakang hotel tempat saya menginap.

Tapi sayang, malam ini aku harus beristirahat. Esok pagi, panorama sunrise siap menyapa dan membangunkan saya dari tidur.

Lagi-lagi saya harus rela kehilangan momen terindah di Tapateng. Saat sunrise menunjukkan pesonanya, mata ini terasa berat untuk dibuka dan menikmati munculnya matahari. Baru sekitar pukul 07.00 WIB saya bangun dan bergegas mempersipkan diri untuk menikmati keindahan Pantai Tapteng yang baru pertama kali saya datangi.

Pukul 08.00 WIB saya beserta rombongan sudah duduk manis di dalam mobil yang siap membawa kami menuju Barus. Barus merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Tapteng yang terletak di pinggir pantai barat Sumatera.

Sejalan dengan namanya, Barus terkenal sebagai kota penghasil kapur barus pada abad 1 sampai 17 Masehi. Saat itu, Kota Barus yang juga dikenal dengan nama Fansur merupakan pusat perdagangan kapur barus dan rempah-rempah sampai ke Arab dan Persia.

Di sinilah saya mendapat informasi, kalau kapur Barus bukan berasal dari bahan kapur seperti yang Anda jumpai di supermarket. Akan tetapi, kapur Barus berasal bubuk yang dihasilkan dari pohon. Namun sayang, saat ini pelancong sudah tidak dapat melihat pohon yang dapat menghasilkan kapur Barus tersebut.

Perjalanan yang kami harap bisa berlangsung singkat, ternyata harus ditempuh selama 2,5 jam untuk jarak sejauh 75 km. Tetapi cukup melegakan karena segera saya jumpai pantai yang indah membentang dan tak terlihat ujungnya.

Kebetulan sekali, saat saya berkunjung ke sana bertepatan dengan ulang tahun ke-67 Kota Tapanuli Tengah. Serunya lagi, saat itu sedang berlangsung acara bakar ikan sepanjang 7,2 km di tepi pantai.

Sekitar 10 ton ikan dibakar secara bersamaan sepanjang 7,2 km. Ya! Pesta ikan besar-besaran. Tapi itu tidak mengherankan, mengingat Tapteng memiliki sumber daya terbesar dari sektor kelautan.

Melihat cuaca pada saat itu yang tidak terlalu panas, saya bermaksud untuk berjalan menyusuri tepi pantai sambil menikmati alunan musik alam dan tarian ombak. Tetapi, segera saya mengurungkan niat setelah mendapatkan informasi bahwa ada sekitar 30 pantai yang membentang di puluhan kilometer garis pantai ini. Pantai-pantai tersebut antara lain, Pantai Sorkam, Kalangan, Pandan, Kahona, Pane, Binasi, Andam Dewi, dan lain-lain.

Sebenarnya tak masalah, saya sangat terhibur dengan santapan ikan bakar yang didapatkan dari peserta bakar ikan yang tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai pesta bakar ikan terpanjang di Indonesia menumbangkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Kabupaten Halmahera, Kepulauan Maluku.

Jika Anda mempunyai kesempatan berkunjung ke Tapteng, jelas wisata pantai tidak boleh dilewatkan. Untuk mencapai lokasi ini, traveler dapat menempuhnya melalui jalur darat maupun udara. Jika memilih jalur darat, Anda dapat berkendaraan dari Medan menuju Sibolga ataupun Pandan dengan waktu perjalanan sekitar 10 sampai 12 jam, ditambah sekitar 2,5 jam menuju Barus.

Namun, jika memilih jalur udara, Anda dapat mengambil rute Medan–Pinangsori yang ditempuh sekitar 45 menit. Kalau saya pribadi lebih memilih jalur darat, walaupun sangat melelahkan.

Hal ini dikarenakan saya dapat melihat keindahan alam Sumatera Utara lainnya. Seperti Danau Toba, yang menjadi tempat singgah nan indah di pertengahan jalan menuju Tapteng. Ibaratnya, sekali mendayung 2 sampai 3 pulau terlampaui.

Oh ya, satu lagi yang menjadi primadona dan harus Anda kunjungi ketika berlibur ke Tapteng yaitu Pulau Marsala. Pulau ini dapat ditempuh sekitar 45 menit dengan speed boat dari Sibolga.

Di sana pelancong bisa diving ataupun snorkeling untuk menikmati keindahan bawah laut yang sangat indah. Kekaguman semakin bertambah, ketika saya mengetahui kalau Pulau Marsala punya air terjun di tengah laut. Konon menurut legenda dan cerita orang tua Pulau Marsala, air terjun tersebut berasal dari Danau Toba.

Tahukah Anda? Di sinilah lokasi film King Kong pertama dibuat pada tahun 1933. Wow! Saat itu saya belum lahir dan tidak tahu kalau film tersebut pernah syuting di Indonesia.

Belum puas rasanya berpisah dengan Tapteng. Namun, waktu sudah siap memisahkan saya dengan pesona alam Tapteng. Suatu hari nanti, saya pasti bisa kembali dan menikmati setiap detil keindahan Tapanuli Tengah.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED