Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 28 Sep 2012 12:10 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pantai Parai Tenggiri, Satu Lagi Pantai Cantik dari Bangka

Aulia Indra
d'travelers
Foto 1 dari 5
Akses Jalan Menuju Rock Island
Akses Jalan Menuju Rock Island
detikTravel Community -

Menikmati pekerjaan yang selalu keluar kota menjadi hal yang menyenangkan. Sambil menyelam minum air, selain bekerja saya juga bisa traveling. Kali ini, Pantai parai Tenggiri nan cantik jadi target wisata, saat saya berada di Bangka Belitung.

Berprofesi sebagai seorang konsultan yang mendapat lokasi proyek tersebar di beberapa provinsi, membuat saya punya banyak kesempatan mengunjungi tempat wisata di berbagai daerah. Pada kesempatan ini, kebetulan saya ditugaskan ke Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung. Namun, karena keterbatasan waktu saya hanya sempat berkunjung ke Pantai Parai Tenggiri yang berada di Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Mengenai waktu tempuh dari pangkal pinang, ada yang menarik di sini. Sedikit bercerita, angkutan umum di Pulau Bangka sangat sulit sekali ditemui. Saya pun sampai 'karatan' menunggu angkutan umum di pulau ini.

Akan tetapi, setelah menunggu hampir 1,5 jam akhirnya sebuah mobil berplat kuning lewat di hadapan saya. Sontak saya pun merasa sangat bahagia. Tanpa ragu, saya langsung meminta supir untuk mengantarkan ke Pantai Parai. Selanjutnya, supir pun setuju dengan tarif Rp 100.000.

Celakanya, sang supir ternyata baru beberapa hari menginjak Pulau Bangka. Saya heran kenapa dia bisa pasang tarif dan menyetujui untuk mengantar saya ke Pantai Parai. Untung saja informasi melalui penunjuk arah yang ada di sepanjang perjalanan cukup jelas menunjukkan ke arah Pantai Parai.

Saya berangkat dari Hotel Aston Soll Marina pukul 13.30 WIB dan tiba di Pantai Parai pukul 15.15 WIB. Ya, waktu yang cukup lama jika dibandingkan dengan informasi awal yang saya peroleh, yaitu sekitar 45 menit. Karena waktu tempuh perjalanan yang panjang saya pun merasa kasihan, jadilah ongkos supir saya tambahkan Rp 25.000 dari kesepakatan awal.

Akhirnya saya pun berhenti di depan sebuah resort "Parai Beach Resort & Spa" yang merupakan kawasan wisata terpadu Pantai Parai Tenggiri. Saya coba berkeliling untuk mencari alternatif penginapan, tetapi kecewa karena satu-satunya tempat istirahat di Pantai Parai hanya "Parai Beach Resort & Spa".

Sebelumnya saya tidak berani ke resepsionis karena sudah bisa menebak harga kamar yang akan ditawarkan. Namun, tidak ada pilihan lain maka saya melaju ke depan meja resepsionis. Sontak saja, saya kaget melihat harga kamar yang termurah masih seharga Rp 850.000.

Akan tetapi, setelah negosiasi saya mendapatkan harga spesial pada harga Rp 583.000. Ya, walaupun masih tinggi tapi saya sudah terlanjur jatuh hati pada pantai ini. Ahh, terpaksa saya relakan sebagian uang perjalanan dinas untuk membayar kamar di hotel ini.

Ini kali pertamanya saya berkunjung ke Bangka Belitung. Rasa takjub melihat pemandangan ini membuat hati tak ingin pergi. Batu-batu besar di sekitar pantai membuat pemandangan ini semakin sempurna.

Pengelola di lokasi ini sangat memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan wisatawannya. Hal ini terlihat dari lingkungan pantai yang bersih dan tertata asri serta beberapa safety guide yang memantau pengunjung yang berenang, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Ada banyak fasilitas di pantai ini, seperti parasailing, banana boat, jetski, kolam renang, restoran resort dan restoran di atas pulau "Rock Island" dan masih banyak lagi.

Mengenai restoran Rock Island, panoramanya sangai indah sekali kalau disaksikan saat malam hari. Di kiri dan kanan jembatan terdapat lampu yang cahayanya sangat indah dan menambah suasana semakin romantis.

Tidak hanya itu, sunrise yang disajikan Pantai Parai ini berbeda dengan kebanyakan pantai yang telah saya kunjungi. Rasanya menarik sekali bisa menyaksikan sunrise di pantai dengan hamparan batu yang sangat banyak dan besar-besar.

Namun sayang, ada saatnya saya harus pulang ke Jakarta. Karena tidak ada angkutan umum saya pun menyewa travel untuk mengantarkan kembali ke Kota Pangkal Pinang. Pihak hotel kembali memberikan potongan harga sehingga saya hanya membayar Rp 200.000 dari harga normal Rp 250.000. 

Dari supir travel ini saya baru mengetahui kalau ada sebuah jalan pintas yang menghubungkan Kota Pangkal Pinang dengan Pantai Parai. Waktu tempuhnya pun hanya sekitar 40 menit. Sangat jauh berbeda saat keberangkatan dengan menyewa angkot yang memakan waktu tempuh 1 jam 45 menit.

Sebenarnya, di dekat Pangkal Pinang adalagi pantai yang cukup bagus untuk dikunjungi, yaitu Pantai Padi dan Pantai Tanjung Pesona. Akan tetapi, adanya keterbatasan waktu saya belum sempat mengunjungi dua pantai tersebut. 

Mungkin lain waktu, semoga saja proyek tahun depan semakin banyak sehingga saya bisa bekerja sambil liburan. Salam traveling!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED