Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 02 Nov 2012 10:41 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Rela Menderita Demi Keindahan Taman Laut 17 Pulau Riung

harry jonathan
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pagi hari di 17 Pulau Riung
Pagi hari di 17 Pulau Riung
detikTravel Community -

 

Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Perjalanan yang sulit dan memakan waktu, terbayar lunas saat bisa menikmati keindahan alam Taman Laut 17 Pulau Riung di Nusa Tenggara Timur. 

"Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian" adalah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan perjalanan ke daerah wisata Taman Laut 17 Pulau Riung di Kabupaten Ngada, Provinsi NTT. Perjalanan yang sulit diawali dengan pilihan pesawat yang terbatas.

Pertama, kami harus transit di Kupang dan menyesuaikan dengan jadwal pesawat yang tidak terbang tiap hari ke Bajawa, Ibukota Kabupaten Ngada. Masalah tidak hanya selesai sampai disitu, jalan menuju objek wisata ini pun bagaikan off road. Jangan bayangkan jalan beraspal, jalan ini lebih mirip dengan jalan tanah yang entah bagaimana licinnya di kala hujan.

Tetapi, semua itu terbayar saat kami mulai memasuki wilayah Taman Laut 17 Pulau Riung. Dari tepi dermaga, kami bisa melihat jajaran pulau kecil yang berdekatan antara satu dengan yang lainnya. Perairan di sekitar pulau-pulau itu pun tenang sehingga menjadi tempat yang sangat pas untuk bersnorkeling ataupun diving, terutama untuk para pemula.

Arus yang pelan membuat wisatawan bisa dengan santai menikmati keindahan bawah laut di taman laut ini. Kami bisa berenang tanpa takut terbawa arus yang deras dan merasa seperti berada di akuarium air laut raksasa.

Keindahan bawah laut yang beragam, mulai dari gerombolan ikan warna-warni, bintang laut dengan ukuran besar sampai terumbu karang warna-warni bisa ditemukan dengan puas di sini. Siap-siaplah untuk tercengang karena pulau-pulau di Riung ini punya pantai dengan pasir putih yang lembut.

Tampaknya kami datang di saat yang tepat karena cuaca sedang bersahabat dan saat itu tidak ada pengunjung lain selain kami. Duduk-duduk santai di pantai dan bermain air di lepas pantai yang dangkal menjadi pilihan. Dijamin setiap pelancong yang kesini akan tergoda menambahkan hari, untuk tinggal dan menikmati keindahan alam Riung lebih lama lagi.

Makan siang dengan ikan bakar yang segar, bunga pepaya, singkong rebus, dan sejenis lontong khas Flores menjadi menu yang disiapkan istri pemilik kapal yang kami sewa. Rasa nikmatnya, tidak terkira.

5 Ikan bakar berukuran besar itu pun ludes dalam waktu tidak sampai setengah jam. Mata pun mulai mengantuk saat siang semakin tinggi. Namun, pasir putih Taman Laut 17 Pulau Riung masih terlalu sulit untuk ditinggalkan.

Dengan berat hati kami pun beranjak pergi dengan membuat janji. Kalau ada umur panjang, suatu hari kami kan kembali.

 

 



BERITA TERKAIT
BACA JUGA