Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 30 Nov 2012 12:05 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mensu Bramas, Tempat Istimewa Melihat Keindahan Ranah Minang

Bayu Haryanto
d'travelers
Foto 1 dari 3
Latarbelakang Menara Suar Padang
Latarbelakang Menara Suar Padang
detikTravel Community -

Traveling ke Padang jangan lewatkan untuk bertandang ke Mensu Bramas. Pesona pesisir Ranah Minang terlihat sangat mengagumkan dari kawasan menara suar ini. Tapi, tak sembarang orang bisa masuk ke bangunan kawasan yang istimewa ini.

Pesisir Kota Padang, Sumatera Barat tidak pernah bosan menyuguhkan pemandangan laut dan pelabuhan Teluk Bayur nan indah. Di sana terdapat salah satu tempat bersejarah yang tidak banyak diketahui masyarakat umumnya, yaitu Menara Suar dan Lubang Jepang.

Unik bukan? Jarang sekali ada Menara Suar degan Lubang Jepang dan kawasan ini bernama Mensu Bramas. Mensu Bramas berfungsi sebagai sistem navigasi kapal dan dikelola oleh Dirjen Perhubungan Laut, sub bidang navigasi Teluk Bayur.

Mudah sekali bagi traveler menemukan lokasi bersejarah ini. Destinasi ini berada persis di jalan lintas Padang-Painan, tepatnya di Kelurahan Sungai Beremas, Kecamatan Bungus Teluk Kabung atau sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Padang, Sumatera Barat.

Menurut ceritanya, keberadaan Menara Suar ini sudah ada turun-temurun dari 3 generasi. Ada mulai dari masa penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, dan pemerintah Indonesia saat ini.

Fungsi Menara Suar sejak zaman Belanda hingga sekarang sama saja. Namun pada masa penjajahan Jepang, selain untuk sistem navigasi juga berfungsi sebagai sistem pertahanan dari ancaman tentara Sekutu. Maka dari itu, dibangunlah benteng dan lubang-lubang pengintai di bawah Menara Suar ini.

Lubang Jepang ini memiliki empat pintu. Dua pintu berada dalam kawasan Mensu Bramas dan dua pintu lagi berada di dekat rumah penduduk. 

Lubang Jepang pada destinasi ini terlihat kotor. Ya, hal ini diakibatkan lubang ini jarang dibersihkan dan menjadi sarang kelelawar. Lubang ini terbuat dari beton yang masih kokoh dengan tebal hampir 1 meter dan memiliki panjang lorong sekitar 50-100 meter dengan tinggi bangunan sekitar 170 cm. 

Kemudian pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, menara suar ini dipugar kembali dari Proyek Pelita Nasional pada tahun 1974-1975. Menara ini diresmikan oleh Dirjen Perla pada tahun 1975.

Di dalam kawasan Mensu Bramas ini selain menyuguhkan pemandangan laut yang biru dan pesona bangunan yang bersejarah juga terdapat meriam. Akan tetapi, yang tersisa saat ini hanya kedudukan meriam. 

Sayangnya sebagai tempat bersejarah, pemerintah daerah kurang optimal memanfaatkan aset yang berharga ini. Walaupun kawasan ini tertutup untuk umum kita dapat meminta izin terlebih dahulu kepada petugas agar dapat masuk ke lokasi menara suar ini.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA