Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 20 Okt 2013 12:15 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menyusuri Jejak Kerajaan Kediri di Komplek Candi Penataran, Blitar

sellaajani
d'travelers
Foto 1 dari 5
Candi Penataran
Candi Penataran
detikTravel Community -

Terkadang, sejarahlah yang membuat traveler pergi ke sebuah tempat. Komplek Candi Penataran di Blitar misalnya, traveler dapat menyusuri jejak keberadaan Kerajaan Kediri di masa silam.

Berwisata ke Blitar, kita seperti dibawa ke masa kejayaan Kerajaan Kediri. Hal ini bisa kita tengok di Komplek Candi Penataran yang pertama kali dipaparkan oleh Raffles dalam History of Java.

Komplek Candi Penataran adalah komplek candi terbesar di Blitar. Komplek ini menempati lahan seluas 180x130 meter persegi dan terbagi menjadi tiga halaman.

Pada halaman 1 terdapat enam buah bangunan, yakni: Bale Agung, Batur Pendopo, tiga miniatur candi, dan Candi Angka Tahun. Pada halaman kedua terdapat bangunan Candi Naga.

Candi ini berbentuk bujur sangkar dengan relief naga yang melilit pada bangunan. Pada halaman ketiga, dapat dijumpai Candi Induk berukuran 32.5x29.5x7.2 meter persegi. Di sudut belakang candi tersebut terdapat jalan setapak menuju ke Petirtaan.

Pada Candi Angka Tahun terdapat Kronogram bertarik 1291 Saka atau 1369 Masehi. Wah ternyata candi ini satu zaman dengan era Majapahit masa pemerintahan Hayam Wuruk! Candi Penataran merupakan candi yang kaya dengan berbagai macam corak relief, arca, dan struktur bangunan bergaya Hindu.

Ada pahatan Kala (raksasa menyeringai), Arca Ganesya (dewa ilmu pengetahuan dalam mitologi Hindu), Arca Dwarapala (patung raksasa penjaga pintu gerbang), dan juga relief Ramayana, yang menjadi bukti tidak terbantahkan bahwa Candi Penataran adalah candi Hindu. Cantik!

Candi ini banyak menyimpan sejarah. Candi Penataran pernah menyimpan abu dari Raja Rajasa (Ken Arok) pendiri Kerajaan Singasari, dan juga abu dari Raja Kertarajasa Jayawardhana (Raden Wijaya) pendiri Kerajaan Majapahit.

Bahkan konon, menurut legenda rakyat setempat, sumpah sakral Mahapatih Gajah Mada untuk menyatukan seluruh Nusantara dalam kekuasaan Majapahit, yang dikenal dengan nama “Sumpah Palapa”, diucapkan di Candi Penataran.

Pada Komplek Candi Penataran sering dilakukan berbagai atraksi budaya seperti pagelaran Purnama Seruling Penataran dan prosesi Tumpeng Agung Nusantara. Purnama Seruling Penataran merupakan pagelaran kesenian, yang biasa digelar pada malam purnama.

Sedangkan prosesi Tumpeng Agung Nusantara adalah prosesi pengarakan tumpeng dari Situs Umpak Balekambang, menuju Komplek Candi Penataran.

Untuk menuju ke candi ini juga tidak terlalu sulit, banyak petunjuk arah menuju candi yang berada di kaki Gunung Kelud, 10 kilometer ke arah utara dari Blitar. Cukup susuri jalan utama menuju Gunung Kelud dan Anda akan menemukan petunjuk arah menuju kompleks Candi Penataran. Mudah bukan?

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED