Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 15 Apr 2014 14:33 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Hutan Pancur, Oasis Tersembunyi di Kota Batam

Gigih Rahmat
d'travelers
Foto 1 dari 5
Air terjun dan danau mini di Hutan Pancur
Air terjun dan danau mini di Hutan Pancur
detikTravel Community - Selain sebagai pusat industri dan barang elektronik murah, Kota Batam masih dikelilingi hutan hijau yang luas sebagai paru-paru kota. Salah satunya kawasan Hutan Wisata Muka Kuning atau Hutan Pancur yang asyik dijelajahi.

Banyak orang mengenal Kota Batam sebagai kota industri, tetangga Singapura, surga belanja bagi wisatawan asing, kota dengan barang-barang elektronik yang murah dan kota dengan predikat kawasan Free Trade Zone (FTZ). Tak disangka Kota Batam memiliki keindahan alam tersembunyi di balik mal dan pusat perbelanjaan yang tumbuh subur di kota ini.

Kota Batam memiliki kawasan hutan lindung yang sangat banyak, salah satu di antaranya adalah Hutan Pancur. Hutan ini mempunyai nama asli Taman Wisata Alam Muka Kuning. Hutan ini terletak di kawasan Simpang Dam, Muka Kuning, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Letaknya berdekatan dengan kawasan industri Batamindo, di mana terdapat banyak pekerja dari seluruh Indonesia yang berdomisili di sekitar kawasan Muka Kuning.

Untuk berpetualang di Hutan Pancur, terdapat beberapa titik pintu masuk antara lain dari kawasan Batuaji, Tiban dan Kampung Aceh. Biasanya petualang memulai perjalanannya dari Kampung Aceh yang terletak di seberang jalan pintu masuk Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning.

Dari Kampung Aceh berjalan menyusuri jalan perkampungan hingga mulai memasuki kawasan area hutan. Lama perjalanannya kira-kira 1,5 jam dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak di dalam hutan yang penuh tantangan.

Meskipun berdekatan dengan kawasan industri, Hutan Pancur masih sangat alami dan terjaga. Hutan Pancur mempunyai daya tarik tersendiri dibandingkan dengan kawasan hutan lindung lainnya di Kota Batam. Di dalam hutan ini terdapat air pancur yakni air terjun mini yang hulu airnya berasal dari akar-akar pohon di dalam hutan dan memancar seperti air terjun.

Mungkin dari situlah nama Hutan Pancur berasal. Ketika musim hujan tiba, debit air di Air Terjun Hutan Pancur semakin deras sehingga volume air di danau mini di bawah air terjun semakin melimpah. Banyak pengunjung yang biasanya mandi dan berenang di danau mini tersebut untuk menghilangkan penat dari sibuknya Kota Batam yang mayoritas dihuni oleh para pekerja industri.

Di dalam hutan tersebut banyak terdapat keanekaragaman flora dan fauna khas hutan tropis di Kepulauan Riau. Antara lain kera, kantung semar dan beragam jenis ikan air tawar seperti ikan nila, cupang, mujair, lele, gabus dan bawal.

Namun sangat disayangkan, para pengunjung sering sekali membawa sampah plastik ke dalam hutan, sehingga sedikit demi sedikit mulai tercemar. Alhamdulillah beberapa komunitas pecinta alam baik dari kalangan pekerja, masyarakat, maupun pelajar dan mahasiswa sering kali melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang jalan di dalam Hutan Pancur. Mari kita jaga kebersihan Hutan Pancur agar tetap indah dan lestari.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA