Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 25 Des 2013 09:31 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Liburan ke Makassar, Wajib Berburu Kue Baroncong

Wiwi
d'travelers
Foto 1 dari 2
Baroncong sangat lezat
Baroncong sangat lezat
detikTravel Community - Salah satu hal yang terkenal saat traveling ke Makassar adalah kulinernya. Nah, selain es pisang ijo, ada lagi yang tak kalah enak yaitu kue baroncong.

Selain menjajal es pisang ijo, pisang epe dan otak-otak khas Kota Makassar, Anda juga wajib membeli kue tradisional baroncong. Meski banyak inovasi kuliner baru dari Makassar, kue tradisional ini masih eksis dan mudah Anda jumpai.

Pantai Losari, Anging Mamiri, Dara dan Daeng-daeng. Siapa yang tak mengenal ketiga nama itu. Baru menyebutnya pun semua orang akan mendeskripsikan bahwa itu merupakan sosok dari Kota Makassar.

Selain keunikan budaya, kota asal pahlawan Sultan Hasanuddin itu memiliki beragam sajian kuliner yang menggoyahkan lidah dengan citarasa yang khas tentunya. Ya namanya memang aneh, tapi saya suka itu!

Nah itu dia Baroncong. Sebagai salah satu kuliner tradisional yang masih eksis hingga saat ini, baroncong memiliki keunikan tersendiri lho.

Walaupun perlahan makanan siap saji mulai menggeser kuliner-kuliner di Indonesia, lidah masyarakat Makassar yang masih selalu rindu dengan kuliner gurih ini. Alhasil, beragam makanan siap saji tak membuat pengaruh besar terhadap eksisnya kue yang satu ini.

Sebut saja salah satu masyarakat Makassar yang bermukim di Jalan Abdul Kadir. Syamsiah namanya, kecintaannnya terhadap makanan tradisional khususnya kuliner Makassar membuat dirinya selalu rindu untuk berkunjung ke tanah kelahirannya.

Dia mengaku bahwa Makassar selalu memiliki kenangan manis khususnya pada kuliner-kuliner yang disajikan dengan olahan dan citarasa khas.

"Kebetulan saya di Bali sejak tahun tahun 2002. Jadi cukup rindu dengan kuliner Makassar khususnya sih dengan kue yang berbentuk setengah lingkaran itu," kata Syamsiah sembari malu ketika saya jumpai menikmati baroncong di sekitaran Jalan Penghibur beberapa waktu lalu.

Kuliner Indonesia khas Makassar ini merupakan salah satu kue tradisional yang gurih. Pembuatan baroncong yang sampai saat ini masih dipertahankan ke-tradisionalan-nya membuat banyak wisatawan penasaran untuk mencobanya.

Bagaimana tidak, selain bentuknya yang lucu laksana bulan setengah sedang merindu, rasa gurih pada baroncong juga tak membuat bosan untuk menikmatinya setiap saat. Perpaduan kelapa yang masih terasa ketika mulai masuk ke mulut dan tenggorokan tentu sangat cocok dinikmati bersama teh hangat.

Baroncong yang berbahan dasar terigu ini, konon katanya ada dua suku yang mendeskripsikan dengan nama berbeda. Suku Makassar sendiri mengatakan baroncong dan Suku Bugis mengatakan guroncong. Tapi lebih familiar dengan nama baroncong.

Sampai saat ini penjual baroncong yang saya temui di pinggir jalan hanyalah orang Makassar. Jadi persepsi kata dan suku tak usah dilanjutkan.

Baroncong dapat ditemui ketika berkunjung pada pagi hari dan sore hari. Paling banyak di sekitaran Pantai Losari. Dengan gerobak dan pembakaran yang masih sangat tradisional, baroncong begitu memiliki kesan sendiri di mata wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Ya, bisa dibilang kue pukis yang merupakan salah satu camilan yang telah diinovasi dengan perubahan, baik pada citarasa maupun bahan dasarnya. Pukis jika dilihat dari segi bentuk oleh orang awam sih tentu mereka mengatakan itu Baroncong.

Tapi ketika mulai menerobos sela-sela mulut dan tenggorokan tentu sangat berbeda. Itulah yang membuat baroncong masih bisa eksis hingga saat ini .

Selain pembakaran yang masih tradisional, baroncong dikemas ke dalam lemari kaca kecil yang terdapat pada gerobak tersebut. Menurut penjualnya, ini untuk menjaga keawetan produk sendiri. Ya, untuk membuat Anda lebih penasaran lagi, ini dia baroncong spesial dari Kota Anging Mamiri.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
Pesona Asia

Pagi Bromo!

Selasa, 20 Nov 2018 08:30 WIB

Inilah saat pagi menyapa kawasan TNBTS. Kumpulkanlah memori saat melakukan perjalanan ke sana ya.