Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 21 Jan 2014 13:25 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Unik! Ada Batu Sphinx & Seruling Samudera di Pantai Klayar

Rivai Hidayat
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pantai Klayar dilihat dari atas bukit
Pantai Klayar dilihat dari atas bukit
detikTravel Community - Tidak salah kalau Pantai Klayar di Pacitan menjadi calon pantai primadona di Indonesia. Anda dapat menemukan batu yang berbentuk seperti Sphinx, sampai semprotan air alami. Main air di Pantai Klayar dijamin asyik!

Tepat pukul 08.00 WIB kita memulai perjalanan ke Pacitan. Perjalanan masih jauh, kira-kira 2 jam perjalanan. Katanya begitu, soalnya di antara kita belum pernah ada yang ke Pacitan melalui Gunungkidul. Perjalanan dimulai dari Gunung Kidul menuju Wonogiri, kemudian dilanjutkan ke Pacitan. Saya berada di barisan terdepan di antara rombongan.

Awal perjalanan kita melewati aspal yang mulus. Namun setelah itu, jalanan yang dilalui kurang bagus, banyak aspal yang terkelupas. Entah kapan jalanan ini terakhir diperbaiki. Kami harus berhati-hati melewati jalanan itu. Perjalanan terasa sangat jauh. Sepertinya kita melewati jalan yang salah.

Selama perjalanan kita hanya mengikuti petunjuk yang ada di jalan dan tentunya tidak lupa untuk bertanya kepada penduduk sekitar. Kita semua sempat frustasi dan berpikir untuk tidak melanjutkan perjalanan ini. Karena kita penasaran dengan keindahan Pantai Klayar, akhirnya kita tetap melanjutkan perjalanan.

Selama perjalanan kita juga mulai merasa kelaparan, maklum karena sejak pagi kita belum makan nasi. Kita hanya makan cemilan kecil saja. Siang itu aku merasa sangat kesal, perjalanan jauh, tak tahu jalan dan dalam kondisi lapar pula. Ternyata hal itu juga dirasakan oleh teman lainnya.

Jalanan sepanjang Gunungkidul-Pacitan tak terlalu ramai. Hal ini bisa dimaklumi karena ini jalan alternatif, bukan jalan utama. Selama perjalanan kita disuguhkan oleh hijaunya sawah, rimbunnya pepohonan dan jajaran pegunungan karst.

Akhirnya sekitar pukul 11.45 WIB kita sampai di pertigaan menuju Pantai Klayar. Sudah ada papan petunjuk, berarti sebentar lagi kita sampai Pantai Klayar. Kira-kira perjalanan kurang 1,5 Km lagi. Sebelum melanjutkan perjalanan, kita memyempatkan diri untuk makan terlebih dahulu, perut sudah terasa lapar.

Pukul 12.30 kita melanjutkan perjalanan lagi. Kita harus lebih berhati-hati karena kita sering berpapasan dengan truk pembawa batu yang menuju Pantai Klayar. Menurut informasi yang didapat, pada tanggal 15 Oktober 2013, Presiden SBY akan mengunjungi Pantai Klayar. Jadi, semuanya dipersiapkan untuk menyambut sang Kepala Negara. Termasuk banyaknya anggota TNI yang berjaga di sekitar lokasi.

Jalanan menuju pantai juga mulai mulus. Setelah perjalanan 20 menit, akhirnya kita sampai di Pantai Klayar. Menuju pantai juga mulai mulus. Setelah perjalanan 20 menit, akhirnya kita sampai di Pantai Klayar. WoW, it's amazing!

Pantai Klayar sangat indah. Luar biasa adalah kata yang tepat untuk menggambarkan keindahan Pantai Klayar. Perjalanan jauh yang kita lewati tidak sia-sia. Karena kita telah disapa oleh deburan ombak dan tebing batuan Pantai Klayar. Jajaran pohon kelapa juga tak lupa menyambut kami.

Siang itu suasana pantai cukup panas dan ramai. Namun hal itu tidak mengurangi niat kita untuk menikmati pantai. Pantai Klayar memiliki ombak yang sangat besar, sehingga pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang. Kita mencari gazebo terlebih dahulu untuk meletakkan barang bawaan kita. Waktunya untuk bernasis ria. Ya, kita tidak lupa untuk foto-foto dengan memanfaatkan keindahan Pantai Klayar.

Kita mulai berpindah tempat menuju ke Seruling Samudera. Seruling Samudera merupakan merupakan cekungan yang ada di bawah batuan yang ada di Pantai Klayar. Karena cekungan tersebut air laut masuk ke dalam cekungan, kemudian air menyembur keatas permukaan melalui sela-sela yang ada di batuan. Dari semburan tersebut akan menghasilkan bunyi yang menyerupai bunyi seruling.

Kata samudera sendiri dipakai karena air laut yang ada Pantai Klayar langsung berasal dari Samudera Hindia. Kuatnya semburan air tergantung ombak yang mengalir di bawah batuan. Kita sangat menikmati Seruling Samudera. Sungguh luar biasa keunikan yang ada di pantai ini.

Selain itu, di dekat Seruling Samudera juga terdapat tebing-tebing tinggi. Jika dilihat dari jauh, tebing-tebing ini menyerupai patung Sphinx yang ada di Mesir. Kita bisa naik keatas tebing, namun disarankan untuk berhati-hati karena tebing sangat curam. Hari pun mulai menjelang sore. Saatnya untuk bermain ombak pantai. Ombak sangat besar, sehingga kita hanya bermain air di pinggiran pantai.

Semuanya bermain air, kecuali saya. Saya sengaja tidak bermain air karena ribet kalau disuruh untuk berganti pakaian. Saya pun hanya melihat teman-teman bermain air. Tentu saja tidak lupa sambil memotret segala aktivitas mereka. Deburan ombak sore itu sangat besar. Tidak jarang beberapa teman juga sempet terseret ombak. Namun mereka juga telah diselamatkan oleh yang lain.

Para penjaga pantai juga sering memperingatkan kita untuk lebih berhati-hati. Teman-teman tetap melanjutkan aktivitas mereka bermain air. Mereka sangat senang sekali seperti anak-anak yang yang bermain di pinggir pantai. Sejenak melupakan kesibukan dan rutinitas serta permasalahan yang mereka hadapi setiap hari. Meluapkan segala kebahagian yang ada di dalam diri mereka.

Saya pun merasa senang dengan perasaan yang diluapkan oleh teman-teman. Nikmatilah kawan selagi kau bisa menikmati ini semua. Saya pun berusaha untuk mengabadikan ekspresi kebahagian mereka dalam bidikan kamera.

Akhirnya sore itu permainan kita di Pantai Klayar harus diakhiri. Rasanya masih ingin berlama-lama lagi menikmati Pantai Klayar. Ingin rasanya menikmati senja di Pantai Klayar. Mungkin suatu saat nanti bisa menikmatinya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED