Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 08 Sep 2014 09:24 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Curug Cilengkrang, Air Terjun Tersembunyi di Timur Bandung

fxmuchtar
d'travelers
Foto 1 dari 4
Gunung Manglayang
Gunung Manglayang
detikTravel Community - Para traveler tentunya suka jika main ke curug yang airnya segar, apalagi jika curug itu masih jarang didatangi orang. Salah satunya seperti Curug Cilengkrang, di sebelah timur Bandung ini. Dijamin traveler akan terpikat.

Tadinya saya mau kuliah, ternyata sedang ada remedial UTS lisan. Daripada melamun lebih baik cari kegiatan lain yang asyik. Akhirnya colek-colek layar laptop dan kutulis tempat wisata di Cileunyi.

Google pun menunjukan beberapa nama, saya pilih Curug Cilengkrang. Curug artinya adalah air terjun dalam bahasa Sunda. Tempatnya tak jauh dari kampus UIN Bandung, dan katanya, masih jarang dikunjungi orang. Aha, ini dia yang saya cari!

Beberapa blog sempat saya baca untuk mengetahui lebih detail mengenai curug Cilengkrang ini. Curug ini berada di kawasan Gunung Manglayang di sebelah timur kota Bandung. Di sini terdapat enam curug dengan nama-nama yang berbeda. Penduduk memberi nama curug-curug itu sebagai berikut (berurutan dari hilir), Curug Batupeti, Curug Papak, Curug Panganten, Curug Kacapi, Curug Dampit dan Curug Leknan.

Karena tidak ada persiapan untuk ngetrek, maka hari ini saya hanya baru sampai di curug yang pertama yaitu curug Batu Peti. Menurut penunggu tiket, dinamakan Batu Peti berkaitan dengan legenda Sang Kuriang ketika membuat perahu. jadi, batu itu adalah peti tempat perkakas Sang Kuriang.

Masuk dari Jl. Cilengkrang I, menuju puncak. sempat juga kebablasan karena tidak membaca petunjuk arah menuju curug Cilengkrang (nama ini juga disebut oleh masyarakat). Memang petunjuk arah ke curug ini sangat minim. sambil bertanya-tanya, ambil foto dan menelusuri jalan yang tak mulus akhirnya sampai pula ke curug Cilengkrang.

Akhirnya, sampai juga di curug Cilengkrang, setelah membayar tiket seharga Rp 5000, maka mulailah penjelajahan. Saat itu hanya saya sendiri yang datang. Ya iya lah, emang siapa yang pagi-pagi mau pergi ke hutan. Betul-betul saya menikmati kesendirian yang diiringi suara turaes dan kicauan burung-burung.

Air yang jernih, udara yang segar di pagi hari itu sungguh berbeda padahal tak cukup jauh dari situ, kota Bandung dengan segala hingar bingar dan keruwetannya. Berada di sana, apalagi sendirian, sungguh bisa bikin terlena. Kalau bukan karena panggilan alam yang tak bisa diwakilkan, enggan rasanya hati ini beranjak dari tempat itu.

Akses menuju curug ini bisa mulai dari Jl. Cilengkrang I, setelah jembatan langsung belok kiri dan ikuti jalan utama sampai ke tempat tujuan. Motor bisa sampai Curug Cilengkrang (Batu Peti). Waktu yang ramai biasanya akhir pekan atau waktu libur.

Di curug ini masih sedikit yang berjualan, sehingga disarankan untuk membawa makanan sendiri. Pesan saya, jangan membuang sampah di lokasi. Sampah yang dihasilkan sebaiknya dibawa kembali.

Sambil turun, saya menyematkan tekad dan menitipkan niat pada pohon-pohon pinus untuk kembali ke sini dan menjelajahi satu demi satu curug di Gunung Manglayang ini.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA