Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Mei 2014 12:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pulang Waisak di Borobudur, Jangan Lupa Beli Bakpia Pathok

Merza Gamal
d'travelers
Foto 1 dari 5
Inilah Dapur Pusat Pemuatan Bakpia Pathok
Inilah Dapur Pusat Pemuatan Bakpia Pathok
detikTravel Community -

Traveler yang melihat prosesi Waisak di Candi Borobudur, tak ada salahnya mampir ke Yogyakarta untuk beli buah tangan. Bakpia adalah oleh-oleh yang tak pernah membosankan, yuk langsung beli di pabriknya!

Bakpia adalah makanan bulat kecil dari terigu berisi kacang hijau (saat ini ada juga isi lainnya, seperti keju, nanas, kacang, dll) dengan produksi berbasis rumah tangga. Bakpia hampir selalu bisa ditemui di tiap pusat jajanan yang tersebar di sudut kota Yogyakarta.

Bagi kebanyakan wisatawan, mencari bakpia saat musim liburan biasanya langsung menuju pusat oleh-oleh yang berada di pinggir jalan seperti Jalan Bhayangkara (Pathok), Jalan Adi Sutjipto, (Jalan Solo-Yogya), Jalan Mataran, Kranggan, dan atau lainnya.

Namun ada cara lain yang tak kalah asyik untuk berburu makanan yang sebenarnya berasal dari negeri Tiongkok (aslinya bernama Tou Luk Pia) ini, yakni langsung dari dapur pembuatannya. 

Sejumlah produsen bakpia kenamaan di Yogyakarta menjadikan proses pembelian langsung dari dapur produksi menjadi bagian wisata tersendiri bagi para turis berburu oleh-oleh. Bakpia yang menjadi ikon kota Yogyakarta berada di kawasan Pathok (di sebelah barat Malioboro).

Bakpia mulai diproduksi di kampung Pathok Yogyakarta sejak sekitar tahun 1948. Waktu itu masih diperdagangkan secara eceran, dikemas dalam bungkus tanpa label, peminatnya pun masih sangat terbatas. Proses itu berlanjut hingga mengalami perubahan dengan kemasan kertas karton disertai label tempelan. 

Pada tahun 1980 mulai tampil kemasan baru dengan merek dagang sesuai nomor rumah, diikuti munculnya bakpia-bakpia lain dengan merek dagang nomer berlainan. Demikian pesatnya perkembangan 'kue oleh-oleh' itu hingga booming sejak sekitar tahun 1992.

Saat ini, kita bisa melihat secara langsung proses pembuatan bakpia di dapur pusatnya, mulai dari proses pembuatan adonan kulit, pembuatan isi, proses pemberian isi pada kulit bakpia, proses pemanggangan, hingga proses pengemasan bakpia.

Pusat pembuatan bakpia Pathok buka dari pukul 06.00 WIB sampai 24.00 WIB tengah malam. Jadi tak perlu khawatir jika terlalu pagi atau sudah kemalaman untuk mencari oleh-oleh Bakpia yang dibawa pulang ke rumah. 

Pusat pembuatan Bakpia ini tidak berada di tepi jalan raya seperti gerai oleh-oleh di sepanjang daerah Pathok, tetapi masuk melalui sebuah gang selebar enam meter. 

Dari jalan raya, kita harus jalan kaki sekitar 50 meter menuju sebuah bangunan klasik model pabrik tempo dulu. Di tempat itu terdapat hampir seratus pegawai yang sibuk dengan berbagai kegiatan produksi bakpia.

Untuk ikut merasakan pengalaman saya secara visual, Anda bisa melihat foto yang saya lampirkan dalam artikel cerita ini. Selamat menikmati. Jika ke Yogyakarta, jangan lupa mampir ke Pusat pembuatan Bakpia Pathok untuk membeli oleh-oleh.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA