Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Jul 2014 14:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengagumi Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman di Surabaya

Rizki Ramadan
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman
Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman
detikTravel Community - Surabaya Kota Pejuang, tidak sedikit yang mudik ke sini menjelang Lebaran. Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman yang terletak di jantung Kota Surabaya dapat menjadi destinasi wisata yang unik.

Sembilan jam lamanya di dalam Kereta Api Logawa. Sesampainya di Surabaya, saya langsung makan di warung makan dekat Stasiun Gubeng. Sembari makan dan beristirahat sambil berinteraksi dengan orang di depan saya. Bertanya mengenai tempat menarik yang pernah saya baca di media internet.

Respon mereka malah menanggapi, wisata yang saya tanyakan kurang menarik untuk dikunjungi. Saya pun banyak bertanya tentang alat transportasi, penginapan murah, dan lain-lain. Sedikit informasi pun saya dapatkan.

Nah, dimulailah perjalanan saya sore itu. Tempat pertama yang saya lihat adalah Monumen Kapal Selam, yang berjarak sekitar 300 meter dari stasiun. Namun saya tidak mengunjungi tempat itu.

Lima menit berjalan, saya melewati Kawasan Delta Plaza. Ada sebuah tugu yang menjelaskan bahwa tempat ini dulunya rumah sakit (C.S.Z) dimana korban pertempuran 10 November 1945 memenuhi seluru pojok gedung dan halaman rumah sakit.

Banyak korban jiwa yang tak tertolong. Banyak pula yang diungsikan ke luar kota karena semakin meluasnya pertempuran. Dimana pada 14 November 1945 dilakukan pengungsian terakhir dengan kereta api dari Gubeng menuju Malang. Wow, catatan sejarah yang menarik sekali.

Saya semakin bersemangat menyusuri kota yang menurut saya nyaman untuk solo traveling. Memang hampir sama seperti kota besar lainnya, gedung-gedung tinggi, banyak pusat perbelanjaan, lalu lalang kendaraan.

Bedanya kota itu tampak teratur, bersih, dan memberikan kesan nyaman untuk dijelajahi. Apalagi fasilitas untuk pejalan kaki yang sangat memanjakan.

Bila ingin menyeberang, tinggal menyalakan lampu merah dengan memencet tombol yang disediakan. Wah, serasa jadi bos jalanan saja. Patutlah kota lain mencontoh hal itu.

Tampak di depan saya sebuah patung pahlawan. Saya pun mendekat dan baru ngeh, ternyata Patung Jenderal Soedirman. Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman berada di tengah jalan yang disulap dengan taman indah di sekitarnya.

Banyak jenis tanaman ada di sana. Saya melihat warna-warni bunga bermekaran. Saya pun mengamati monumen tesebut. Ada satu yang paling menarik, sebuah kata-kata mutiara Jenderal Soedirman yang terpampang di sisi monumen.

Saya membacanya dengan sungguh-sungguh. Seolah jiwa nasionalis beliau menular ke dalam hati nurani saya. Betapa hebat kata-katanya. Saya pun yakin betapa kerasnya perjuangan beliau di zaman perang gerilya.

Wah, saya pun ingat, Surabaya menggelora di kala kemerdekaan. Banyak sisa dan kenangan perjuangan di Kota Pahlawan itu. Saya menghabiskan senja di tempat itu dan sempat mengunjungi Balai Kota Surabaya yang berada tepat di ujung jalan di mana monumen itu berada.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Shinkansen Made In China

Sabtu, 23 Sep 2017 23:15 WIB

China punya kereta 'Shinkansen' baru bernama Fuxing. Kereta cepat ini mampu melaju dengan kecepatan 400 Km/jam. Traveler mesti coba kalau liburan ke China.