Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Agu 2014 14:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Cantik dan Segarnya Air Terjun Kakek Bodo di Pasuruan

Teguh Hariawan
d'travelers
Foto 4 dari 5
Air Terjun Kakek Bodo
Air Terjun Kakek Bodo
detikTravel Community -

Kampung halaman yang punya pemandangan alam hutan yang hijau dan segar, apalagi ada air terjun, pasti bikin kangen. Mereka yang aslinya dari Pasuruan bisa berkunjung ke Air Terjun Kakek Bodo di Tretes, Prigen.

Kalau Anda sedang pulang kampung di wilayah Surabaya-Pasuruan–Malang dan sekitarnya, ada objek wisata cantik  terletak di Lereng Utara Gunung Welirang yang cocok untuk aktivitas refreshing. Namanya Air Terjun Kakek Bodo. Objek wisata ini berada di kawasan Wisata Tretes, Prigen, di ketinggian 850 mdpl yang berhawa sejuk khas pegunungan

Mengunjungi Air Terjun Kakek Bodo Tretes, sangatlah  mudah. Cukup naik bus yang ongkosnya Rp 5.000 dari arah Surabaya atau dari arah Malang. Turun di Terminal Pandaan. Lalu, naik angkutan pedesaan (Colt L-300) jurusan Tretes.

Turun di Pertigaan Kedung Biru Tretes, bayar Rp 8.000. Tinggal menyeberang jalan, akan sampailah di loket Wana Wisata Kakek Bodo. Jadi, hanya sekitar 50 Km dari Surabaya atau Malang. Tidak terlalu jauh!

Air Terjun Kakek Bodo tidak sekadar menyajikan air yang terjun dari ketinggian punggung bukit. Tapi di lokasi ini tersedia sarana bermain yang cukup memadai. Ada kolam renang dan arena bermain anak-anak. Tiket masuk murah meriah, tidak sampai 10.000 rupiah.

Air Terjun Kakek Bodo jatuh dari punggung bukit setinggi kurang lebih 40 meter. Airnya jernih, segar dan cenderung dingin. Untuk mencapai lokasi air terjun, Anda perlu berjalan sekitar 800 meter.

Setelah melewati jembatan kecil yang melintas di atas sungai berbatu dan berair jernih, Anda akan mejumpai sebuah cungkup makam. Konon di situlah bersemayam seorang tua yang bernama Kakek Bodo.

Konon, menurut cerita, dulu saat Belanda menguasai Indonesia, Tretes menjadi kawasan hunian para pegawai Eropa (Belanda). Banyak Villa/Loji dibangun di kawasan ini. Nah, di salah satu rumah Belanda itu ada seorang laki-laki tua yang santun, sholeh dan cekatan dalam bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Namun akhirnya, sang pembantu memilih untuk menyepi. Tapa brata di hutan meninggalkan tuannya. Tentu saja sang tuan  merasa sangat kehilangan. Dibujuknya mantan pembantunya untuk kembali ke rumah. Tapi bujuk rayunya sia-sia. Sang pembantu tetap ingin tinggal sendiri di hutan yang sepi dekat air terjun.

Akhirnya, majikan Belanda pun marah-marah dan menyebut mantan pembantunya sebagai 'kakek bodoh'. Orangtua yang Bodoh! Sampai sekarang nama itu melekat menjadi sebutan bagi air terjun yang cantik ini.

Sepeninggal lokasi makam Kakek Bodo, nuansa alami dan cenderung mistis makin menggelayuti perjalanan. Pohon-pohon tua ada di kanan kiri jalan. Akar-akar berusia puluhan bahkan mungkin ratusan tahun, kadang dijumpai melintang di tengah jalan. Kanopi pohon-pohon hutan menanungi sepanjang jalan membuat teduh dan menghilangkan lelah saat melangkah.

Akhirnya, di ujung sebuah cekungan bukit. Terhamparlah pemandangan eksotik. Air meluncur jatuh tanpa terhalang ke sebuah kolam. Tidak bergemericik tapi deras.

Sungguh nikmat rasanya mandi di kolam, di bawah pancuran Air Terjun Kakek Bodo. Anak-anak kecil cukup bermain air di sela-sela bebatuan. Wow… pastinya mereka akan riang gembira. Sungguh menyenangkan!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED