Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 11 Jan 2015 08:52 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Cerita Bukit Kuntilanak di Puncak Darma, Sukabumi

Leonard Anthony
d'travelers
Foto 5 dari 5
Amphitheater alam
Amphitheater alam
detikTravel Community - Selain punya panorama bentang alam dan sunset yang cantik, Puncak Darma di Pelabuhan Ratu, Sukabumi juga terkenal dengan cerita mengenai bukit kuntilanak. Konon, sosok hantu itu suka terlihat di atas bukit. Penasaran mau tahu?

Puncak Darma adalah bukit berketinggian 230 mdpl yang terletak di Desa Girimukti, Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Perjalanan kami tempuh menggunakan mobil 4 WD dan memakan waktu sekitar 1.5-2 jam.

Jangan takut dihinggapi rasa bosan karena seperempat awal perjalanan akan dipenuhi dengan pemandangan desa-desa dan sapaan dari penduduk desa. Kemudian akan berlanjut ke barisan bukit hijau dan disusul dengan perkebunan nanas ataupun buah naga.

Selepas itu kita akan berjumpa dengan perkebunan kunyit, lengkuas, jahe dan cengkeh. Terdapat pula pabrik pembuatan minyak urut dengan bahan baku cengkeh yang mengeluarkan harum cengkeh mengiringi perjalanan kami selama beberapa ratus meter.

Tiga perempat sisa perjalananan akan dipenuhi dengan jalan berbatu dan tanjakan-tanjakan curam. Rasa bosan tidak akan sempat menghampir karena kita harus selalu waspada mendengarkan perintah bapak supir untuk pindah ke kiri dan ke kanan untuk menyeimbangkan kendaraan. Selain kedalaman lubang yang mencapai 50 cm, disisi kanan kami sudah tidak ada penghalang apapun selain jurang.

Saya percaya dengan slogan 'semakin sulit di kunjungi, maka semakin indah pemandangan yang di dapat. Setelah hampir 2 jam terguncang, tiba di puncak Bukit Darma rasanya lupa semua sakit pinggang, sakit punggung, pegalnya paha menahan goncangan. 1 kata untuk menggambarkan pemandangan di atas Bukit Darma ' Indah'.

Saat itu kami beruntung langit sedang cerah, pemandangan Teluk Ciletuh terlihat jelas dengan bentuk tapal kuda. Beberapa ulasan menyebut Teluk Ciletuh ini adalah 'Amphitheater Alam'. Bentuknya yang setengah lingkaran memang menyerupai bentuk panggung theater.

Dari ketinggian bukit ini, kami bisa melihat Pelabuhan Ratu di kejauhan. Pantai Palangpang dengan Batu Belah berada tepat 230 meter di bawah kami. Beberapa desa yang sempat kami lewati sepanjang perjalanan menuju Bukit Darma, sekarang hanya terlihat seperti rumah-rumah mainan yang terpetak-petak dengan rapi.

Sedikit legenda setempat, kabarnya dahulu di puncak ini sering terlihat sosok kuntilanak duduk di atas batu dengan kaki bergoyang-goyang. Menurut penduduk lokal, posisi duduk dengan kaki bergoyang ini diistilahkan dengan 'Darma'.

Dengan adanya cerita mistis seperti ini, kami berpikir 1.000 kali untuk menunggu sunset di sini yang dasarnya ini adalah tempat terbaik untuk menyaksikan sunset. Mau menunggu sunset di temani kuntilanak?
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED