Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Jan 2015 13:15 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Selain Pantai, Bangka Juga Punya Kelenteng Secantik Ini

Darwance Law
d'travelers
Foto 1 dari 5
Kelenteng Dewi Laut tampak depan.
Kelenteng Dewi Laut tampak depan.
detikTravel Community - Pulau Bangka Tidak melulu soal pantai, ternyata di pulau ini juga Anda bisa berwisata religi. Salah satunya adalah Kelenteng Dewi Laut, bangunannya cantik ditambah pemandagan yang ciamik.

Selain identik dengan pantai Pulau Bangka pun sering diidentikkan dengan kelenteng, tempat ibadah pemeluk Kong Hu Cu yang memang banyak bermukim disana. Salah satu kelenteng paling bersejarah di sini adalah Kelenteng Kwan Tie Miaw yang terletak di tengah-tengah Kota Pangkalpinang.

Bersejarah karena konon katanya sudah berusia ratusan tahun. Selain kelenteng itu, masih banyak kelenteng lain yang ada di Pangkalpinang, salah satu yang menyajikan pemandangan cantik adalah Kelenteng Dewi Laut. Cantiknya kelenteng ini semakin cantik karena letaknya yang menghadap langsung ke laut. Nah, penasaran bukan?

Kelenteng ini terletak di kawasan Pantai Tanjung Bunga, bagian selatan Pantai Pasirpadi. Saya sendiri sebetulnya tidak terlalu tau bila di daerah sini ternyata ada sebuah kelenteng secantik ini. Yang saya tau di daerah ini hanya ada Pura Penataran Agung, tempat ibadah pemeluk Hindu di Pulau Bangka yang selalu ramai oleh pengunjung saban hari karena arsitekturnya yang seolah-olah sedang berada di Pulau Bali.

Rupanya selain pura di kawasan itu sedang di bangun sejumlah tempat ibadah, seperti vihara (Buddha) dan Kelenteng Dewi Laut itu sendiri yang sedang dalam tahap penyelesaian. Bila tak salah mengidentifikasi, tak jauh dari vihara yang sedang dibangun ada kerangka masjid yang sayangnya terbengkalai.

Sekilas bangunan itu juga mirip balai pertemuan dengan artisektur Melayu. Sayangnya, saya belum melihat gereja. Seingat saya daerah itu memang sempat diwacanakan untuk dibangun semacam komplek yang berisi rumah ibadah semua agama yang ada di Indonesia.

Lalu bagaimana ceritanya saya bisa sampai ke Kelenteng Dewi Laut? Alkisah, sore itu saya diajak oleh Hermansah seorang teman lama yang ingin sekali melihat Pura Penataran Agung di Tanjung Bunga. Ia begitu penasaran rupanya. Saya sendiri sudah dua kali ke sana.

Singka cerita, jadilah saya menemani kawan saya itu menuju kawasan Tanjung Bunga. Sesampai di sana, saya pun menemani Hermansah memasuki area pura. Saat berada di dalam pura, saya melihat atap sebuah bangunan yang sepertinya adalah kelenteng. Tapi kemudian saya mulai ragu, karena atapnya yang tidak terlalu berkelok serupa kelenteng pada umumnya. Rupanya bangunan itu adalah Vihara Dharmas Satya Buddhis Center yang sedang dalam proses pembangunan.

Selesai melihat-lihat pura, saya mengajak kawan saya menuju arah timur sampai dimana jalan beraspal itu akan berakhir. Nah, rupanya jalan itu tembus ke jalan di ujung selatan Pantai Pasirpadi. Saat hendak memasuki area pantai, tiba-tiba ada sebuah bangunan berwarna merah mencolok yang mengalihkan perhatian kami.

Lama-lama semakin dekat, sebuah bangunan yang akhirnya saya simpulkan sebagai kelenteng pun semakin tampak. Semakin dekat lagi, kecantikan dan keunikan kelenteng ini semakin nyata terlihat. Sejumlah wisatawan tampak warawiri di area kelenteng ini. Wah saya tidak menyangka di daerah ini ternyata ada kelenteng ukuran raksasa, menghadap ke laut pula dan ditata dengan piawai oleh arsiteknya.

Saat memasuki kawasan kelenteng, keunikan lain pun kian tampak. Di bagian depan kelenteng ini terdapat patung-patung seluruh shio yang ada dalam penanggalan Tiongkok, seperti Babi, Anjing, Tikus, Kera, Kuda, dan masih banyak shio lain.

Uniknya lagi, patung-patung itu dibangun atas sumbangan para sukarelawan yang namanya tertera di bagian bawah patung shio. Hampir semua ornamen atau perlengkapan yang ada di kelenteng ini merupakan hasil sumbangan dari pemeluk Kong Hu Cu. Sungguh salut saya sore itu. Mau berwisata religi seraya menikmati keindahan pantai dari kejauhan? Datanglah ke Pangkalpinang di Pulau Bangka.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA