Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 15 Feb 2015 15:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Memaknai Kehidupan di Lereng Merapi

Ichwan Noor
d'travelers
Foto 1 dari 4
Gunung Merapi yang gagah
Gunung Merapi yang gagah
detikTravel Community - Gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Pada tahun 2010 silam, Gunung Merapi sempat meletus kembali. Bagi masyarakat di lereng Merapi, letusan Merapi punya makna yang lebih dalam.

Saat terjadinya letusan pada tahun 2010 lalu, letusan yang ditimbulkan membuat erupsi yang membuat warga yang bermukim di lereng Merapi menjadi cemas. Abu vulkanik yang ditimbulkan oleh letusan bisa mengancam manusia.

Awan panas yang keluar dari letusan Gunung Merapi membuat hujan abu yang tertiup angin meluluhlantakan rumah pemukiman warga. Namun letusan tersebut memiliki manfaat tersendiri yang bisa dirasakan oleh penduduk sekitar.

Dari letusan yang keluar dari perut Gunung Merapi, bisa mengeluarkan pasir yang hitam. Pasir hitam tersebut bisa digunakan untuk membangun kontruksi bangunan yang begitu kuat. Selain itu pasir dari Gunung Merapi juga sangat terkenal kualitasnya di Indonesia.

Beberapa penambang pasir yang ada di wilayah Gunung Merapi tidak sebagian besar warga penduduk sekitar lereng Merapi. Para penambang juga datang dari beberapa wilayah sekitaran Magelang dan Yogyakarta.

Lalu biasanya para penambang pasir membawa truk diesel besar yang siap untuk melawan terjalnya jalan menuju sumber pasir. Di daerah Srumbung, Magelang, sangat terkenal sekali tempat untuk melakukan penambangan pasir.

Biasanya para penambang pasir yang berada di wilayah Srumbung, Magelang, melakukan penambangan di sungai. Biasa warga sekitar menyebutnya Kali Putih. Setiap harinya truk bermuatan besar mengeruk pasir dengan sekop.

Namun tak jarang dengan kemajuan teknologi, para penambang sedikit mulai meninggalkan cara pengambilan konvensional. Tak jarang penambang mengambil pasir menggunakan alat keruk, jadi pengambilan pasir lebih efisien dengan cara tersebut.

Selain itu penambang tak hanya mengambil pasir saja, namun batu-batu untuk kontruksi bangunan juga. Bongkahan batu-batu besar yang turun dari Gunung Merapi akibat dari lava erupsi Merapi yang membeku dan terbentuklah batu tersebut.

Sebelum di angkut ke truk, batu-batu terebut dipecahkan terlebih dahulu hingga menjadi ukuran yang kecil, dan biasanya sering kita sebut 'batu split.' Biasanya penambangan batu dilakukan oleh para penduduk lansia tua. Berbekalkan palu dari besi dan sebuah lilitan karet bekas ban yang dibuat lingkaran, bertujuan untuk mengikat batu saat dipecahkan agar tetap di posisi saat dipukul.

Memang hal-hal sepeti ini di daerah lain sangat jarang dijumpai. Begitu bermanfaatnya Gunung Merapi bagi mereka, akibat yang ditimbulkan dari erupsi yang dihasilkannya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA